Waduh, 56% orang dunia bakal nganggur gegara teknologi, gen XYZ Sukabumi siap?

Diprediksi pertambahan pengangguran akibat teknologi memakan waktu 10-20 tahun ke depan.

Teknologi terkhusus yang berbasis digital, memang diciptakan untuk memudahkan para penggunanya. Akan tetapi, lama-kelamaan kemudahan itu justru akan menjadi bumerang dan malah akan memperparah jumlah pengangguran. Waduh!

Berikut lima fakta soal teknologi berdampak pada pengangguran, yang dirangkum redaksi sukabumiXYZ.com dari berbagai sumber.

1. Prediksi ILO soal teknologi dan pengangguran

Lembaga buruh dunia International Labour Organization (ILO) memprediksi sekitar 56% penduduk dunia bakal terpaksa menganggur akibat perkembangan teknologi. Fakta itu tak main-main karena dikutip oleh Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Hanif Dhakiri. Menaker membeberkan perkembangan teknologi akan membuat sebagian manusia kehilangan pekerjaannya.

“Kalau prediksi ILO kan memprediksi 56 persen,” kata Menaker dalam acara Penganugerahan Penghargaan Indeks Pembangunan Ketenagakerjaan (INTEGRA) 2018 di kantornya, Senin (19 November) seperti dikutip dari Antara.

2. Pertambahan pengangguran secara bertahap dalam 10-20 tahun

Bertambahnya jumlah pengangguran seperti diprediksi ILO akan berlangsung secara bertahap, paling tidak memakan waktu selama 10 sampai 20 tahun ke depan. Transisi tenaga manusia digantikan teknologi diprediksi tidak akan terjadi secara masif melainkan secara perlahan.

“Pasti kejadian kan akan secara bertahap kan, karena pengusaha juga pasti akan melihat dinamika di global dulu. Kalau misalnya di luar negeri belum terlalu cepat pasti juga di sini tidak akan terlalu cepat,” tambah Menaker.

BACA JUGA:

Ada “bulan hantu” mengelilingi Bumi, ini 5 info gen XYZ Sukabumi mesti tahu

Air rebusan pembalut kok bisa bikin mabuk? 5 info ini gen Y Sukabumi harus ngeh

9 rawan tsunami, semua kecamatan di Sukabumi rawan bencana, ini 5 infonya

3. Ritel, perbankan dan logistik paling terpengaruh

Menaker lebih lanjut menambahkan beberapa sektor yang tak akan sepenuhnya membutuhkan tenaga manusia karena perkembangan teknologi adalah perbankan, ritel, dan logistik. “Sektor sektor yang banyak menggunakan teknologi tentu saja menjadi sektor sektor yang akan terpengaruh dengan perkembangan perubahan di sektor IT (teknologi informasi) tadi itu. Misalnya perbankan, ritel, dan logistik, di antaranya itulah,” tandasnya.

4. Pekerjaan yang hilang sama sekali

Era teknologi digital saat ini bahkan diprediksi ILO akan membuat beberapa jenis pekerjaan hilang sama sekali. Fakta itu pernah diungkap oleh anggota Dewan Pakar Asosiasi Serikat Pekerja (ASPEK) Indonesia Kun Wardana Abyoto. Pengamatan yang dicatat ILO melihat kecenderungan teknologi digital bahkan akan menguasai seluruh bidang pekerjaan.

“Statistik ILO mengatakan di era digital, ada pekerjaan-pekerjaan yang menjadi hilang dan menciptakan pekerjaan baru namun selisihnya sangat besar sehingga akan terjadi banyak pengangguran,” ujar Kun.

5. Dampak “pabrik cerdas” di era Industri 4.0

FYI ya, Gaess, revolusi teknologi telah terjadi empat kali, yaitu pertama dengan penemuan mesin uap, kedua elektrifikasi, ketiga penggunaan komputer, dan keempat revolusi era digital. Nah, era kita saat ini menjelang era yang disebut para ahli sebagai Industri 4.0. Apa sih itu?

Industri 4.0 adalah nama tren otomasi dan pertukaran data terkini dalam teknologi pabrik. Istilah ini mencakup sistem siber-fisik, internet untuk segala, komputasi awan, dan komputasi kognitif. Industri 4.0 menghasilkan “pabrik cerdas”. Di dalam pabrik cerdas berstruktur moduler, sistem siber-fisik mengawasi proses fisik, menciptakan salinan dunia fisik secara virtual, dan membuat keputusan yang tidak terpusat.

Lewat Internet untuk segala (IoT), sistem siber-fisik berkomunikasi dan bekerja sama dengan satu sama lain dan manusia secara bersamaan. Dan dapat dipastikan ya, Gaess, era digital Industri 4.0 bakal berdampak semakin banyaknya pengangguran disebabkan oleh penerapan robotisasi dan otomasi di perusahaan.

So, Gaess, gen XYZ Sukabumi, segeralah meng-upgrade diri dan skill-mu agar tak tergerus oleh zaman. Be creative dan kerja keras ya, Gaess! (dari berbagai sumber) 

Egi GP

Egi GP

Lahir di Sukabumi, 14 Mei 1978. Mantan Jurnalis Harian Merdeka, dan kini bekerja di PT Yudhistira Ghalia Indonesia sebagai editor. Ayah dua anak ini menamatkan pendidikannya di SMP Mardi Yuana Cicurug, SMA Negeri 3 Bogor, dan kuliah Jurusan English Literature di Universitas Negeri Jember, Jawa Timur. Untuk menyalurkan hobinya menulis, Egi menjadi kontributor di sukabumiXYZ.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *