5 aksi kontroversial Ketum PSSI, netizen Sukabumi sudah tahu?

Kerap menjadi sorotan netizen tanah air, bahkan hingga media internasional.

Aksi kontroversial Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi, kerap menjadi sorotan netizen tanah air, bahkan hingga media internasional. Setelah kegagalan Timnas Indonesia melangkah ke semifinal Piala AFF 2018. Edy menjadi atensi karena komentarnya yang mengaitkan kinerja wartawan dengan prestasi Timnas Indonesia.

Padahal, kegagalan Tim Merah Putih melaju ke semifinal Piala AFF 2018 menambah kekecewaan masyarakat. Setelah sebelumnya, publik kecewa terhadap kinerja PSSI yang gagal mempertahankan Luis Milla sebagai pelatih.

Tidak heran jika hampir di setiap Timnas Indonesia berlaga, selalu muncul teriakan Edy Out dari tribun penonton. Tagar #EdyOut juga ikut meramaikan media sosial. Terkini, desakan itu muncul usai Indonesia takluk 2-4 dari Thailand pada laga lanjutan Grup B Piala AFF 2018 di Rajamangala National Stadium, Sabtu (17/11/2018).

Bahkan, media luar seperti Fox Sports Asia pun ikut menyoroti desakan mundur Edy Rahmayadi yang kini juga menjabat sebagai Gubernur Sumatera Utara tersebut.

Nah, netizen Sukabumi, menurut catatan yang berhasil dirangkum sukabumiXYZ.com, ternyata Edy setidaknya telah melakukan lima kali aksi kotroversial di mata masyarakat.

1. Menuduh Evan Dimas dan Ilham Udin Armaiyn tidak nasionalis

Desember 2017, Edy membuat pernyataan Evan Dimas Darmono dan Ilham Udin Armaiyn sebagai tidak nasionalis, kala hijrah ke Malaysia untuk membela Selangor FA. Mantan Pangkostrad itu juga mengecam pilihan Evan dan Ilham bermain di Liga Malaysia karena tengah dibutuhkan Timnas Indonesia U-23 untuk Asian Games 2018.

“Siapa mereka (Selangor FA)? Seenaknya saja mengontrak-ngontrak. Kalau mata duitan, ya repot juga kita. Tidak ada jiwa nasionalisme. Nanti akan saya kumpulkan segera.”

2. Geram ditanya soal rangkap jabatan

Edy Rahmayadi geram saat ditanya wartawan tentang pengaruh kinerjanya sebagai Ketua PSSI sekaligus Gubernur Sumatera Utara dan Dewan Pembina PSMS Medan, terutama di saat krisis seperti kasus tewasnya suporter Persija, Haringga Sirila.

Presenter acara Kompas Petang, Aiman Witjaksono bertanya, mengapa suporter bisa tewas jelang pertandingan Persib Bandung melawan Persija Jakarta di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, Minggu (23/9/2018). Ia kemudian pun mengalihkan pertanyaannya dan menyoroti kinerja Edy Rahmayadi sebagai Ketum PSSI.

Edy menolak menjawab. “Apa urusannya anda menanyakan itu?”

Menurut Aiman pertanyaan yang ia ajukan sangat sederhana dan sanga narasumber tinggal menjawab saja.

“Bukan hak anda juga bertanya kepada saya,” kata Edy.

Edy Rahmayadi dan Aiman dengan #SiapPakEdy pun seketika viral dan menjadi trending topik Twitter Indonesia. Bahkan kata-kata Edy Rahmayadi pun menjadi lelucon para warganet seraya menyematkan video wawancara.

BACA JUGA:

Wonder kid asal Sukabumi di Liga 1 kesayangan pelatih Inggris, ini 5 infonya

Bobotoh Sukabumi, ini perjalanan karir Radovic sebelum kembali gabung Persib

Timnas INA 5 kali kalah di final, ini 5 info jelang Piala AFF gen XYZ Sukabumi mesti tahu

3. Cemoohan suporter Indonesia dianggap biasa

Insiden pelecehan bendera Indonesia yang dilakukan salah satu pemain Timnas Malaysia U-16 berbuntut panjang. Kesebelasan berjuluk Harimau Muda Malaya itu dicemooh penonton Indonesia saat bertanding di Piala AFF U-16 2018 menghadapi Thailand, Senin (30/7/2018) lalu.

Peristiwa tegang itu membuat Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) ketar-ketir. Bahkan, wacana mundur pun muncul ke permukaan. Namun, Edy Rahmayadi menilai tindakan suporter Indonesia masih dalam batas wajar. Ia juga menganggap enteng ancaman mundur dari FAM.

“Saya melihat suporter Indonesia masih wajar lah. Tidak seperti itu juga. Kata-kata mundur itu dari federasinya nantinya kalau hanya satu orang dua orang, Malaysia itu punya penduduk 28 juta orang,” tutur Edy Rahmayadi.

4. Tampar supporter

Edy Rahmayadi datang ke Stadion Teladan Medan untuk menyaksikan pertandingan PSMS Medan melawan Persela Lamongan, Jumat (21/9/2018) malam.

Saat laga berjalan 65 menit, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi yang duduk di Tribun VVIP mendadak turun. Ia menyambangi suporter yang menyalakan flare.

Saat Edy menyambangi suporter tersebut beredar beberapa video yang merekam aksinya. Dalam video Edy Rahmayadi tampak memarahi para supporter, bahkan salah seorang supporter yang ditamparnya.

Usai videonya viral Edy menggelar menggelar silaturahmi dengan awak media di Aula Bina Graha Pemprov Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro, Selasa (25/9/2018).

“Saya mana mungkin melakukan kekerasan kepada anak-anak, saya paling senang kepada anak-anak. Memang tangan saya keras ini, saya sehari saja push up 40 kali masih sanggup, kalau gak percaya kalian pegang tangan saya. Tetapi saya melakukan kemarin itu memarahi anak itu, karena menggunakan flare dan itu dilarang oleh FIFA.”

5. Pernyataan kontroversial

Sosok Edy selalu menjadi perhatian setelah beberapa kali mengeluarkan pernyataan kontroversial terkait persepakbolaan Tanah Air. Saat menjadi salah satu bintang tamu program Indonesia Lawyer Club, TVOne, 25 September 2018, Edy menyampaikan perbandingan atlet sepak bola dan penduduk menjadi salah satu penyebab terjadinya perkelahian antar supporter.

“Indonesia mempunyai atlet sepak bola hanya 76.000 dari 250 juta. Inilah salah satu yang mengakibatkan suporter berkelahi,” kata Edy.

Terakhir, saat ia diminta tanggapannya soal performa tim nasional pada babak penyisihan AFF 2018. Seorang wartawan bertanya kepada Edy langkah yang akan dilakukan PSSI melihat Timnas Indonesia yang belum berhasil di ajang AFF 2018.

“Wartawannya yang harus baik. Ketika wartawannya baik, nanti timnasnya baik,” ujarnya sambil tetap berjalan.

Video Edy saat menjawab pertanyaan ini kemudian menyebar di media sosial, terutama Twitter. Berbagai tanggapan diberikan warganet yang menyoroti korelasi kinerja wartawan dengan penampilan tim nasional. (dari berbagai sumber)

  • 8
    Shares
Feryawi Heryadi

Feryawi Heryadi

FERYAWI HERYADI adalah Pemimpin Redaksi sukabumiXYZ.com. Lahir di Sukabumi pada 17 Agustus 1975. Fery lebih berpengalaman di bidang disain grafis, pertama kali mempelajari disain grafis di Koran Republika, setelah itu menimba ilmu dan pengalaman disain grafis dari banyak media lokal, nasional, hingga regional. Pernah bekerja di Koran Investor Daily, majalah SINDO Weekly (MNC Grup), Majalah BUMN Insight, Pantau.com, Jakarta. FERYAWI kini sebagai konsultan disain grafis untuk beberapa perusahaan di Jakarta, serta konsultan media dan digital marketing Universitas Nusa Putra. Silakan klik www.feryheryadi.com untuk cek portofolio.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *