Profil dan koronologi lengkap kasus pembunuhan wanita cantik asal Sukabumi di Jakarta

Dibunuh oleh teman kencannya.

Sosok jasad wanita ditemukan di kamar 19A18 Tower A, Apartemen Kebagusan City, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Belakangan terungkap jika wanita tersebut adalah Sisca Icun Sulastri (34), janda dengan lima anak warga Desa Wangunreja, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi.

Sisca diketahui menikah dengan seorang pria asal Cikembar dan dikaruniai dua orang anak. Setelah bercerai dengan suami pertama, kedua anaknya tinggal bersama suaminya.

Ia kemudian merantau ke Batam dan menikah dengan seorang PNS di kota industri itu. Dari pernikahan keduanya itu, Sisca memiliki tiga anak.

Namun, ia kembali bercerai dari suami kedua, sementara ketiga anaknya tinggal bersama mantan suaminya di Batam.

Wanita cantik berkulit putih dan berkerudung ini kemudian tinggal di Jakarta dan bekerja di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang kesehatan. Setelah bekerja di Jakarta, rumahnya di Kampung Cikaret RT 02/14, Desa Kebunmanggu, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, dijual.

Ia bersama ibunya memutuskan mengontrak rumah di daerah Cibereum, Kota Sukabumi, kemudian pindah ke kampung halamannya, di Desa Wangunreja, Kecamatan Nyalindung.

Di kalangan tetangga dan keluarga dekat Sisca dikenal baik dan mudah akrab. Sisca diketahui terakhir mem-posting pada akun Facebook-nya pada 2 Desember 2018, namun hanya mengganti foto profil dengan foto selfie mengenakan kerudung hitam dan kaos biru muda.

Nah sobat sukabumiXYZ.com, berikut kronologi kasus dan pengungkapannya.

1. Minggu, 16 Desember 2018

Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Jakarta Selatan Komisaris Andi Sinjaya menjelaskan pembunuhan Sisca, oleh seorang pria bernama Hidayat disingkat HD (22).

Menurut Andi, sebelum kejadian, Sisca Icun Sulastri meminta HD untuk berkencan dengannya pada Minggu, 16 Desember 2018.

Dia pun menjanjikan Hidayat bayaran sebesar Rp2 juta. “Pelaku dan korban janjian untuk kencan di tempat dan lokasi kejadian melalui aplikasi chatting,” kata Andi dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 20 Desember 2018, sebagaimana dikutip dari Tempo.co.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Jakarta Selatan Komisaris Andi Sinjaya mengungkap, Hidayat berprofesi sebagai cleaning service. Ia membunuh Sisca setelah sebelumnya terlibat cek-cok mulut dengan Sisca.

Pukul 17.30: Sejak pagi hari, kata Andi, Sisca kerap menghubungi Hidayat lewat aplikasi chatt tersebut. Sekitar pukul 17.30, HD tiba di kolam renang Apartemen Kebagusan City, Jakarta Selatan, tempat Sisca tinggal. Sisca lantas menjemput HD menuju ke kamarnya. “Sesampai di kamar, korban berganti baju transparan,” tutur Andi.

Sesampainya di kamar, Andi menjelaskan, Hidayat menagih uang yang dijanjikan Sisca. Namun, Sisca menolak dan meminta Hidayat menemaninya terlebih dahulu. Sisca bahkan mengancam akan melaporkan Hidayat ke istrinya. Dari situ, perkelahian antara keduanya pun terjadi.

Hidayat lantas mengambil pisau di dekat televisi dan menusukkannya ke Sisca sebanyak tiga kali, satu di ulu hati sementara sisanya di pinggang bagian kanan. Sambil menyekap Sisca dengan tangan, Hidayat menusuk bagian urat nadi lengan kiri Sisca hingga ia tewas.

“Setelah korban diam, pelaku kabur membawa dompet dan dua telepon seluler korban serta pisau,” ujar Andi.

2. Senin, 17 Desember 2018

Penemuan Sisca berawal dari kecurigaan kedua temannya, Indri Rusmianti yang mengaku sulit menghubungi Sisca. Indri terakhir berkomunikasi dengan korban pada Senin (17/12/2018). Sedangkan salah seorang temannya, Wawan Sutiawan terakhir berkomunikasi pada Minggu (16/12/2018).

BACA JUGA:

Tunjukkin kita peduli Gengs, karena wanita Cidahu Sukabumi ini pengecualian

Ngeri Gaess, awal Desember kelabu bagi wanita dibacok suami di Cibadak Sukabumi

Cinta terlarang wanita Ciemas Sukabumi berujung maut, ini 5 kronologi pengungkapan kasusnya

3. Selasa, 18 Desember 2018

Indri dan Wawan memutuskan untuk mendatangi Sisca di kamar 19A18 Tower A, Apartemen Kebagusan City, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (18/12/2018) sore.

Ketika hendak masuk pintu unit apartemen Sisca dalam kondisi terkunci, Wawan dan Indri lantas meminta tolong pihak keamanan apartemen. Pintu didobrak dibantu warga lainnya. Pintu terbuka, dan langsung tercium bau busuk. Sisca ditemukan dalam posisi tengkurap tanpa mengenakan pakaian, dan ada bercak darah pada pinggul, perut, pergelangan tangan kiri, dan bahu mulai membiru.

Sedangkan di dalam ruangan, ac, lampu dan televisi masih menyala. Kematian Sisca mengarah kepada pembunuhan.

4. Rabu, 19 Desember 2018

Rabu (19/12/2018) sore. jenazah Sisca dibawa ke kampung halamnnya di Kampung/Desa Wangunreja untuk dimakamkan.

Dikutip dari sukabumiupdate.com, Sisca merupakan ank tunggal dari Eti (55). Eti sendiri baru satu tahun pindah ke Desa Wangunreja.

Eti mengaku merasa tak enak perasaan sebelum peristiwa pembunuhan anak wanitanya itu, karena tak ada komunikasi.

5. Kamis, 20 Desember 2018

Polisi menangkap Hidayat, yang diduga membunuh Sisca di kawasan Cilandak pada Kamis (20/12/2018) siang.

Polisi sebelumnya telah membongkar rekaman kamera pengintai atau CCTV apartemen tempat korban ditemukan tak bernyawa. Dalam rekaman CCTV itu, polisi mengungkap Sisca sempat dikunjungi sejumlah tamu. Beberapa di antaranya berjenis kelamin pria.

Menurut polisi, pria terakhir yang keluar dari kamar Sisca mengunci pintu dari luar dan membawa kunci itu. Pria itu diduga kuat merupakan pelaku pembunuhan.

Polisi telah mengumpulkan sejumlah barang bukti dari pelaku Hidayat, di antaranya telepon selular, jaket, dan dompet. Polisi juga menyita pisau yang digunakan Hidayat untuk melakukan pembunuhan terhadap Sisca, serta kalung dan emas milik Sisca. Perhiasan itu telah dijual Hidayat di Pasar Mede Fatmawati, Jakarta Selatan.

Hingga saat ini, polisi masih mendalami motif sesungguhnya alasan Hidayat membunuh Sisca. (dari berbagai sumber)

  • 65
    Shares
Feryawi Heryadi

Feryawi Heryadi

FERYAWI HERYADI adalah Pemimpin Redaksi sukabumiXYZ.com. Lahir di Sukabumi pada 17 Agustus 1975. Fery lebih berpengalaman di bidang disain grafis, pertama kali mempelajari disain grafis di Koran Republika, setelah itu menimba ilmu dan pengalaman disain grafis dari banyak media lokal, nasional, hingga regional. Pernah bekerja di Koran Investor Daily, majalah SINDO Weekly (MNC Grup), Majalah BUMN Insight, Pantau.com, Jakarta. FERYAWI kini sebagai konsultan disain grafis untuk beberapa perusahaan di Jakarta, serta konsultan media dan digital marketing Universitas Nusa Putra. Silakan klik www.feryheryadi.com untuk cek portofolio.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *