Gaess, 5 kecamatan di Sukabumi dilanda tornado mini, 5 fakta ini kamu mesti tahu


Egi GP

Writed by: Egi GP
Editor by: Feryawi
12 Jan 2019 | 22:06 WIB


Tiga kecamatan yang dilanda puting beliung adalah Cikidang, Cibadak, Kalapanunggal, Parakasalak dan Bojonggenteng.

Jumat (11 Januari), sosial media diramaikan oleh beberapa video bencana puting beliung. Namun ternyata lokasi video bencana itu ada di beberapa tempat berbeda. Jangan sampai salah, di hari yang sama terjadi puting beliung di Rancaekek, Bandung. Nah, video kejadian di Rancaekek saling bertukar dengan video bencana puting beliung di Sukabumi. Hal itu membuat berita menjadi simpang siur.

Faktanya, bencana angin puting beliung disertai hujan deras melanda beberapa kecamatan di wilayah utara Kabupaten Sukabumi dan menyebabkan sejumlah rumah rusak serta belasan pohon berukuran besar tumbang. “Dari data sementara yang masuk ke kami beberapa kecamatan yang dilanda puting beliung tersebut yakni Kecamatan Cikidang, Cibadak dan Bojonggenteng,” kata pejabat BPBD Kabupaten Sukabumi, Eka Widiaman seperti dikutip dari Antara.

Hingga tulisan ini dirilis, petugas dari BPBD masih melakukan pendataan terhadap rumah dan fasilitas lainnya yang rusak akibat bencana tersebut. Belum ada informasi soal adanya korban jiwa pada kejadian kali ini. Seorang warga Kampung Kebonkalapa, Desa Sukasirna, Cibadak mengatakan rumahnya rusak pada bagian dapur dan kamar mandi, untuk sementara ia dan keluarga mengungsi di rumah saudara.

Masya Allah, tak henti-hentinya bencana menimpa Sukabumi kita ya, Gaess. Longsor, banjir, dan kini puting beliung. Gen XYZ Sukabumi mesti ngeh lima fakta fenomena alam “tornado mini” ini!

1. Tornado mini

Gaess, apa sih puting beliung? Apa bedanya sama tornado? Nah, begini ya, meskipun kedua fenomena alam tersebut terbentuk dari awan Comolunimbus (CB), namun pusaran angin yang timbul memiliki ciri dan karakter berbeda. Puting beliung terbentuk dari satu atau sebagian kecil awan CB. Sedangkan Tornado terbentuk dari puluhan awan CB.

Lalu, waktu pembentukan dan durasi puting beliung relatif singkat, hanya beberapa menit saja. Sementara itu, tornado proses pembentukannya lama, bisa mencapai dua tiga hari bahkan juga bisa lebih. Dan FYI, tornado berlangsung bisa mencapai seminggu.

Dilihat dari lokasinya, tornado hanya terjadi di beberapa tempat saja karena tornado hanya terjadi di hamparan luas. Sementara itu, puting beliung bisa terjadi di mana saja. Jadi untuk mudahnya saja, puting beliung itu bentuk mini dari tornado atau twister yang sering kalian lihat di film-film Hollywood ya Gengs.

2. Puting beliung terjadi saat hujan

Kepala Humas BMKG Hary Tirto Djatmiko mengatakan bahwa puting beliung merupakan fenomena alamiah yang biasa terjadi, terutama ketika terjadi hujan lebat disertai kilat atau petir dan angin kencang yang berdurasi singkat. Hary menambahkan, fenomena puting beliung lebih banyak terjadi pada masa transisi, baik dari musim kemarau ke musim hujan atau sebaliknya.

BACA JUGA:

PVMBG: longsor dan banjir bandang ancam Sukabumi, 5 info gen XYZ mesti aware

Pakar ITB: Sukabumi berpotensi gempa-tsunami besar, ini 5 penjelasan agar kita waspada

5 catatan dari longsor Cisolok Sukabumi menunjukkan kita tidak pernah siap

3. Tanda-tanda alam

Ini mesti diperhatikan Gaess, puting beliung datang bukan tanpa peringatan. Hary menjelaskan ada beberapa tanda yang menunjukkan potensi puting beliung terjadi di suatu wilayah. “Satu hari sebelumnya udara pada malam hari hingga pagi hari terasa panas dan gerah. Udara terasa panas dan gerah diakibatkan adanya radiasi matahari yang cukup kuat ditunjukkan oleh nilai perbedaan suhu udara disertai dengan kelembaban yang cukup tinggi ditunjukkan oleh nilai kelembaban udara di lapisan 700 mb atau lebih dari 60 persen,” jelas Hary seperti dikutip dari Antara.

Lalu tanda-tanda lainnya, mulai pukul 10.00 pagi akan terlihat tumbuh awan Cumulus (awan putih berlapis–lapis) dan di antara awan tersebut ada satu jenis awan yang mempunyai batas tepinya sangat jelas berwarna abu–abu menjulang tinggi layaknya bunga kol. Awan Cumulus dengan tepian berwarna abu-abu itu kemudian akan berubah warna dengan cepat menjadi abu-abu atau hitam yang dikenal dengan awan CB (Cumulonimbus).

Kemudian tanda yang muncul di sekitar kita adalah pepohonan mulai bergoyang cepat. Ini akibat dorongan angin dan udara yang terasa dingin dan disusul hujan. “(Angin puting beliung terjadi bila) hujan pertama yang turun adalah hujan deras yang muncul tiba-tiba. Apabila hujannya gerimis maka kejadian angin kencang jauh dari tempat kita,” kata Hary.

Be aware, Gaess.

4. Sifat angin puting beliung

Puting beliung adalah angin lokal yang muncul hanya di satu titik lokasi dengan luas perputarannya berkisar antara lima sampai sepuluh kilometer. Kemunculan angin puting beliung berlangsung singkat, hanya sekitar 10 menit dan lebih sering terjadi pada musim pancaroba.

“Selain itu, fenomena puting beliung lebih sering terjadi pada siang atau sore hari, dan terkadang menjelang malam hari,” ujar Hary.

5. Sulit diprediksi

Meski banyak tanda-tanda seperti dijelaskan di atas, Hary menegaskan puting beliung adalah fenomena alam yang sulit diprediksi secara spesifik. Jikapun bisa diprediksi, hanya setengah sampai satu jam sebelum kejadian. Itu pun jika melihat atau merasakan tanda-tandanya dengan tingkat keakuratan 50 persen.

Soal tingkat bahaya, puting beliung cukup berbahaya karena kecepatanya bisa mencapai 45 kilometer per jam. Angin kencang dapat menerbangkan benda-benda besar di sekitarnya. So be very careful ya, Gaess! (dari berbagai sumber)

  • 67
    Shares
Egi GP

Egi GP

Lahir di Sukabumi, 14 Mei 1978. Mantan Jurnalis Harian Merdeka, dan kini bekerja di PT Yudhistira Ghalia Indonesia sebagai editor. Ayah dua anak ini menamatkan pendidikannya di SMP Mardi Yuana Cicurug, SMA Negeri 3 Bogor, dan kuliah Jurusan English Literature di Universitas Negeri Jember, Jawa Timur. Untuk menyalurkan hobinya menulis, Egi menjadi kontributor di sukabumiXYZ.com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *