YDK peduli garda depan Covid-19 di Sukabumi, 5 inspirasi buat gen XYZ

Sukabumi (kokab) tengah berperang melawan Covid 19. Para perawat dan paramedis di berbagai rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya membutuhkan dukungan moril dan materil dari kita semua.

Pandemi Covid-19 memang membuat pekerjaan para perawat dan paramedis bertambah berat baik secara fisik maupun psikologis. Tentunya stamina, kekuatan dan kesehatan mereka sangat penting untuk dijaga.

Berikut lima informasi dari kegiatan Yayasan Dapuran Kipahare (YDK) dalam rangka turut mendukung “perang” melawan Covid 19, terutama di RS Syamsudin SH atau yang juga dikenal dengan Bunut.

[1] Kipahare Peduli di RS Bunut

Wajah-wajah lelah nampak pada raut para perawat ruang isolasi Covid-19 di RS Syamsudin SH (Bunut), Kota Sukabumi saat di kunjungi tim “Kipahare Peduli,” Minggu (17 Mei 2020). Layaknya pejuang yang sedang bertempur, mereka nampak tegar dan kuat meski rata-rata berusia muda.

Kegiatan terkait pandemi Covid-19 ini merupakan kegiatan kedua “Kipahare Peduli,” setelah bagi bagi 1000 masker dan Jus Jambu untuk para pengendara pada 12 April lalu. Sementara kegiatan kali ini dikhususkan untuk para perawat Covid-19 serta para petugas yang menjemput pasien Covid-19.

[2] Demi kebaikan keluarga

Bagi paramedis di RS Syamsudin yang terberat adalah tidak bisa pulang dan bertemu keluarga. “Untuk keperluan makanan sehari-hari sih Alhamdulilah banyak yang membantu. Yang berat buat kami karena gak bisa pulang ke rumah,” kata Ayep Saepurrahman, salah satu ketua regu Covid-19 di RS Syamsudin SH.

Ayep menambahkan, mereka harus bekerja selama sebulan tanpa bisa pulang ke rumah karena risiko yang bisa membahayakan keluarga. Mereka kebanyakan baru bisa bertemu keluarga sesudah dikategorikan “aman,” yaitu setelah isolasi selama 14 hari. Jika ditotal mereka berpisah dengan keluarga sekitar 1,5 bulan lamanya.

editor’s picks:

Satu jam menelusuri lorong gelap Sukabumi masa lampau di Museum Barbeque Kipahare

Gutta Percha Tjipetir, keping masa silam Sukabumi di samudera sejarah dunia

[3] Diisolasi di hotel dan gedung Korpri

Proses isolasi memrupakan faktor yang sangat penting mengingat belum ada tanda-tanda pandemi Covid akan berakhir, sedangkan personil medis harus terus bekerja bergantian. Menurut Kepala Penanggung Jawab Ruang Khusus Covid-19 RS Syamsudin SH, Soni, tim perawat Covid-19 saat ini dibagi menjadi dua, satu yang diisolasi di sebuah Hotel dan satu lagi diisolasi di Gedung Korpri di Jalan Pelda.
“Hotel itu untuk petugas yang masih aktif, sedangkan Gedung Korpri untuk petugas yang sudah bekerja satu bulan dan menunggu masa karantina 14 hari,” ungkap Soni.

[4] Dukungan nutrisi dari YDK

“Kipahare Peduli” sebagai lembaga di bawah naungan badan hukum Yayasan Dapuran Kipahare (YDK) berpartisipsi memberi dukungan berupa nutrisi dan makanan untuk menunjang kesehatan para pejuang Covid tersebut. Nutrisi adalah faktor penting yang seringkali dilupakan akibat kesibukan yang luar biasa.

“Mereka pejuang terdepan yang perlu kita dukung supaya tetap sehat dan fit dalam bekerja,” ungkap Yudi Julianto, salah satu anggota yang mengkoordinir kegiatan pemberian paket bingkisan pendukung nutrisi para perawat Covid-19 di RS Syamsudin.

Kegiatan ini didukung berbagai pihak, di antaranya Sahabat Kristiawan Peduli dan beberapa dermawan yang rela menyisihkan sebagian hartanya.

[5] Doa untuk para pejuang garda depan Covid 19

Ketua YDK Irman Firmansyah menekankan kegiatan tersebut fokus pada dukungan nutrisi penunjang para perawat dan pegawai terkait Covid. “Ada sekitar 10 item yang kita berikan di antaranya jeruk lemon, madu, susu ultra, dll,” ungkap Irman.

Bingkisan nutrisi selanjutnya akan disebar ke tiga tempat, yaitu ruangan isolasi Covid-19, karantina Hotel dan karantina Gedung Korpri. Sementara untuk posko Siaga Covid-19 dibagikan kepada para petugas yang berjaga.

Sementara itu, Pembina YDK, Asep Deni yang turut dalam kegiatan Kipahare Peduli turut menyampaikan doa kepada para “pahlawan” garda depan perang melawan Covid 19 di RS Syamsudin.

“Ya, kami menyebutnya ‘para pahlawan’ karena mereka menangani langsung pasien dengan risiko tertular dan kematian,” tutur Asep. “Semoga teman-teman paramedis yang berada di garda depan yang menangani pasien PDP maupun positif Covid-19 senantiasa sehat, semangat, tegar, sabar, bahagia, dan daam lindungan Allah,” pungkasnya. (*)

Irman Sufi Firmansyah

Irman Sufi Firmansyah

Irman Sufi Firmansyah lahir di Sukabumi, 21 juni 1977. Ia menamatkan S1 Hubungan Internasional di Universitas Negeri Jember (2001(, dan S2 Manajemen Universitas Bhayangkara, Kakarta. Kini Irman bekerja sebagai Manajer HRD, Security, dan HSE di bidang oil n gas service. Irman juga menjadi Ketua Yayasan Kipahare., dan pengurus Soekaboemi Heritages.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *