Mulai Yan Asmi sampai komika Irvan Karta, ini 5 komedian nasional asal Sukabumi

Yan Asmi pegawai honorer di Dinas Pendapatan Kota Sukabumi, Mang Udi polisi yang jadi pelawak.

Urang Sukabumi seperti umumnya urang Sunda itu lalucu. Katanya sih, Gaess. Tapi ini paling tidak jadi buktinya Gaess, lima pelawak alias komedian alias komika asal Sukabumi yang berprestasi di tingkat nasional.

Mungkin gen Y Sukabumi masih banyak yang belum tahu, terutama pelawak-pelawak di era tahun 1970-1990an. Mereka selain jadi komedian ternyata juga punya profesi lain. Contohnya, Yan Asmi sebelum jadi pelawak adalah pegawi honorer di Pemkot Sukabumi. Kalau Mang Udi ternyata seorang polisi. Wow! Simak saja di bawah ya, Gaess!

BACA JUGA:

Gen Y Sukabumi mesti tahu nih, legenda 5 Embah di Jampang Surade

Gaess, ini dia 5 orang Belanda yang punya kedekatan dengan sejarah Sukabumi

1. Aom Kusman

Ini dia salah satu pelawak berlatar belakang Sunda senior. Aom Kusman Kartanagara lahir di Sukabumi, pada 24 Juni 1946 dan meninggal di Bandung pada 23 Desember 2011, di usia 65 tahun. Selain seorang pelawak, Aom adalah pembawa acara (host) senior Indonesia. Ia pernah bergabung dalam grup lawak tahun 1970-an dan 1980-an, De’Kabayan, bersama Kang Ibing, Ujang, Sofyan Hargono dan Suryana Fatah (atau lebih dikenal dengan nama Babah Holiang).

Aom meninggal pada 23 Desember 2011 akibat komplikasi diabetes yang dialaminya. Semasa hidupnya, Aom Kusman termasuk seniman Sunda yang sering muncul di televisi nasional. Diawali dengan debutnya sebagai presenter acara kuis “Siapa Dia?” yang ditayangkan di TVRI Jakarta antara tahun 1992-1998. Hingga akhir hayatnya, Aom Kusman pun sudah sering bermain film layar lebar dan serial televisi. Semua peran yang dapatkan adalah sebagai orang Sunda.

BACA JUGA:

Eyang Santri dikunjungi tokoh nasional dan dunia, ini 5 fakta sesepuh Cidahu Sukabumi

Tionghoa Sukabumi penerjemah Bung Karno, 5 hal mengenal Szetu Mei Sen

2. Yan Asmi

Pelawak yang suka bermain musik dan beryanyi khas Sunda. Itulah dia Yan Asmi. Bernama asli Uyan Suryana, ia lahir di Sukabumi pada 15 Juli 1959 dan meninggal pada 29 Maret 2010, di usia 50 tahun. Yan adalah seorang pelawak Indonesia dan dikenal sebagai anggota grup lawak D’Bodor bersama Us Us dan Kusye.

Tahu gak Gaess, sebelum aktif di D`Bodor, Yan Asmi sempat menjadi pegawai honorer di Dinas Pendapatan Kota Sukabumi. Yan Asmi bergabung dengan D`Bodor tahun 1983 melalui sebuah cerita yang mirip dengan kisah FTV. Ketika itu, ia berangkat dari Kota Sukabumi hanya bermodalkan gitar, kemudian mengamen di pelataran salah satu rumah di Jakarta yang kebetulan adalah tempat di mana Abah Us Us dan Kusye tinggal.

Selain sebagai seniman dan budayawan, Yan juga memiliki kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan hidup. Salah satunya dengan mendirikan Yayasan PEPELING (Penduduk Peduli Lingkungan) yang atas kerja kerasnya tersebut berhasil mendapat apresiasi dari pemerintah daerah sampai ke Presiden RI. Di antarabeberapa project yang pernah dijalankan antara lain Bola Voli Pohon bersama Menteri Negara Lingkungan Hidup, dan “Menyulap” TPSA menjadi tempat yang layak huni.

BACA JUGA:

Mulai silat sampai muay thai, ini 5 info komunitas MMA di Sukabumi

Gen Y Sukabumi, Pemilu 2019 ada 5 lembar surat suara yang harus dicoblos, ini dia

3. Mang Udi

Nama Mang Udi tak sepopuler Aom Kusman atau pun Yan Asmi, namun ia termasuk salah satu pelawak paling senior asal Sukabumi. Mang Udi yang memiliki nama asli Karmudi lahir di Sukabumi pada 28 April 1928 dan meninggal pada tahun 1982. Mang Udi adalah seorang aktor dan pelawak Indonesia.

Uniknya, Mang Udi juga seorang anggota POLRI berpangkat Inspektur Satu (Iptu). Ceritanya ada sekelompok polisi yang membuat grup lawak bernama Reog B.K.A.K. Mungkin tokoh yang paling terkenal di grup itu adalah Mang Diman yang lebih sering main di film-film lama.

Pada eranya, Reog B.K.A.K sangat populer. Kelompok yang dimotori oleh empat polisi aktif ini kerap tampil di TVRI. Melalui Reog BKAK, institusi polisi menyebarkan informasi terkait kebijakan pemerintah juga berbagai masalah dalam kehidupan bermasyarakat dalam cara yang jenaka. Pendekatan ini ternyata efektif karena pesan tersampaikan dalam suasana gembira.

Selain lawakan, Mang Udi juga pernah main di beberapa film di antaranya Singa Betina dari Marunda (1971), Gara-Gara (1973), Dasar Rezeki (1973) dan Ingin Cepat Kaya (1976).

4. Omesh

Omesh pernah menolak disebut pelawak karena ia merasa terlalu berat notabene itu. Namun tak bisa dipungkiri Omesh yang bernama asli Ananda Rusdiana adalah juga pelawak selain presenter dan aktor berprestasi. Omesh lahir di Sukabumi pada 21 Agustus 1986. Omesh dikenal luas melalui variety show Extravaganza, kemudian ia juga menjadi presenter televisi dalam acara 60 Minutes, Insert Pagi, Indonesia Mencari Bakat, dan Missing Lyrics.

Sebelum berkarier di dunia entertainment, Omesh lulus dari Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran. Ia lalu berusaha menempuh hidup yang baru dengan mengikuti audisi Extravaganza. Ia lolos dan kemudian menjadi aktor watak di acara tersebut. Omesh juga sempat membawakan acara mencari bakat di Trans TV, yaitu Indonesia Mencari Bakat. Sebagai pencapaian, Omesh memenangkan penghargaan sebagai Presenter Acara Talent Show Terfavorit dalam Panasonic Gobel Awards 2011 yang disiarkan di RCTI, MNCTV, dan Global TV.

BACA JUGA:

Gaess, ada 5 bentuk batu di situs Batu Kujang Cicurug Sukabumi

Gen Y Sukabumi, ini 5 info kyai pejuang asal Jampang Prawatasari

5. Irvan S. Kartawiria

Nah, ini tak kalah unik dan kekinian nih, Gaess. Dr. Irvan Setiadi Kartawiria ST., M.Sc. lahir di Sukabumi, Indonesia pada 12 Mei 1976. Siapa dia? Dia adalah seorang dosen, ilmuwan dan pelawak tunggal alias komika. Wow! Menarik sekali profilnya ya.

Pria yang cukup dikenal dengan nama Irvan Karta yang merupakan lulusan sarjana teknik dari Institut Teknologi Bandung tahun 1999 ini membawa wajah baru bagi dunia stand up comedy di Indonesia. Uniknya, Irvan merupakan seorang komika di mana seseorang dengan intelektualitas tinggi mampu menghibur banyak orang lewat pertunjukan stand up comedy.

Materi yang dibawakan memang selalu dikaitkan dengan logika ilmiah sains. Dosen yang merupakan ahli bioproses ini dulunya adalah seorang karyawan yang sangat sukses.

Sosok yang hangat dan ceria ini sangat suka meluangkan waktunya untuk ikut berkumpul bersama para murid dalam suasana santai, untuk sekadar berbincang ringan namun disisipi petuah-petuah penting yang secara efektif masuk dan membentuk karakter-karakter dari para murid. Irvan mengakui salah satu media yang dia gunakan dalam mendidik para muridnya adalah dunia stand up comedy.

Maka, ,eski memiliki berbagai kesibukan, Irvan menyempatkan diri untuk menggeluti dunia stand up comedy. Ia lalu bergabung dengan komunitas Stand Up Indo Bintaro, Tangerang, dan Serpong (BTS). Irvan seperti menggabungkan sains dan komedi. Dan itu unik. (dari berbagai sumber)

 

Egi GP

Egi GP

Lahir di Sukabumi, 14 Mei 1978. Mantan Jurnalis Harian Merdeka, dan kini bekerja di PT Yudhistira Ghalia Indonesia sebagai editor. Ayah dua anak ini menamatkan pendidikannya di SMP Mardi Yuana Cicurug, SMA Negeri 3 Bogor, dan kuliah Jurusan English Literature di Universitas Negeri Jember, Jawa Timur. Untuk menyalurkan hobinya menulis, Egi menjadi kontributor di sukabumiXYZ.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *