Kacau, mabuk rebusan pembalut wanita? Ini 5 cara mabuk bocah gemblung, gen XYZ Sukabumi mesti aware

Dari mulai jamur kotoran sapi sampai sirup obat batuk dipakai untuk mabuk. Ckckck…kacau! 

Dasar bocah gemblung (anak nakal), segala cara dilakukan agar bisa mabuk. Teranyar dan membuat geleng-geleng kepala adalah mabuk dengan mengkonsumsi rebusan pembalut wanita. Masya ampun, dasar kurang kerjaan!

Nah, rupanya cara agar mabuk tanpa mengkonsumsi narkoba atau miras (asli) sudah banyak terjadi di Indonesia? Berikut lima cara orang kurang kerjaan mabuk yang pernah ada di Indonesia. Jangan ditiru ya Gaess, malu-maluin ih! Cukup tahu saja dan aware (ngeh) agar tidak tertipu.

1. Mabuk rebusan pembalut wanita

Kasus mabuk rebusan pembalut wanita terbilang baru. Kasusnya mencuat di Jawa Tengah, daerah Grobogan, Pati, Kudus, Rembang, dan Kota Semarang bagian Timur. Pelaku yang kebanyakan anak remaja nakal merebus pembalut wanita (merk apa saja), lalu air rebusannya diminum ramai-ramai. Efek dari meminum rebusan pembalut wanita ternyata bisa memabukkan.

Kenapa bisa air rebusan pembalut itu bisa membuat mabuk? Sampai kini pihak kepolisian maupun BNN belum mempunyai jawaban yang pasti. Menurut ahli psikotropika Mabes Polri, pembalut isinya mengandung bahan yang bisa serap air. Lalu ada antiseptik yang tujuannya melindungi konsumennya dari media mikroba yang menyebabkan infeksi.

Antiseptik itu banyak sekali golongannya, seperti aldehida. Antiseptik itu tidak boleh masuk tubuh manusia karena mayoritas sifatnya racun. Belum diketahui apakah efek dari konsumsi antiseptik itu, apakah pusing atau keracunan. Bisa jadi itu gejala yang dirasakan si peminum rebusan pembalut itu, keracunan bukan fly (mabuk).

2. Mabuk dengan menghisap lem

Jauh sebelumnya ada juga fenomena mabuk dengan menghisap lem aibon atau istilahnya ngelem. Fenomena ini muncul terutama di kalangan anak jalanan. Mirisnya, pelaku mabuk dengan menghisap lem ada yang masih usia anak-anak. Efek mabuk dari lem muncul dari uap pelarut (solven) yang hanya membutuhkan waktu yang singkat untuk mencapai kadar toksik atau beracun.

Ngerinya, menghirup uap lem sangat berbahaya. Bahkan, pada kadar tertentu bisa menyebabkan mati mendadak. Beberapa bahaya lainnya adalah kerusakan otak, otot melemah, depresi, sakit kepala dan mimisan, serta kerusakan saraf.

BACA JUGA:

Januari-Mei, sepuluh warga Kabupaten Sukabumi ditangkap polisi karena 5 kasus ini

Ortu waspada! 5 benda di warung ini dipakai mabuk anjal Sukabumi

5 fakta ilmiah jatuh cinta bagaikan candu yang bikin gen Y Sukabumi mesem

3. Mabuk dengan meminum sirup obat batuk

Kasus lainnya adalah mabuk dengan meminum obat batuk sirup merk K*mix secara berlebihan. Kasusnya mulai mencuat sekitar setahun lalu. Pertama kali ditemukan di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan. Penyalahgunaan obat batuk merek Komix sedang merebak di kalangan remaja pelajar.

Di dalam sirup obat batuk tersebut ada campuran Dextromethorphan yang kalau dikonsumsi berlebihan akan menimbulkan efek seperti orang mabuk.

Fenomena ini membuat perusahaan produsen obat batuk tersebut mengambil langkah berhati-hati dalam menjual obat tersebut. Bahkan, di warung-warung jika ada remaja yang mencurigakan dan membeli obat sirup batuk dengan jumlah yang banyak, tidak akan diberi.

4. Mabuk dengan mengkonsumi jamur kotoran sapi

Fenomena mabuk dengan mengkonsumsi jamur kotoran sapi terjadi jauh lebih dulu lagi. Biasanya pemuda-pemuda nakal di perkampungan, atau setidaknya yang ada jamur kotoran sapi yang banyak melakukan perbuatan sia-sia tersebut.

Terakhir, sekitar tahun 2016, Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Mojokerto menemukan kasus mabuk dengan mengkonsumi jamur kotoran sapi di wilayahnya. Mengapa memabukkan? Rupanya jamur kotoran sapi mengandung zat psilosibina dan psilosina yang termasuk ke dalam narkotika golongan I.

Coba bayangkan, efek penggunaan jamur ini sama dengan efek menggunakan narkotika jenis heroin atau LSD, sehingga menyebabkan orang yang mengonsumsi jamur tahi sapi itu dapat terhalusinasi. Untuk itulah pihak BNNK Mojokerto berinisiatif untuk memantau peredaran jamur jenis ini dan penggunaannya sebagai sarana mabuk-mabukan.

5. Mabuk bunga kecubung

Janis fenomena mabuk bunga kecubung mirip dengan mabuk dengan jamur kotoran sapi. Keduanya banyak terjadi di daerah dan telah sejak dulu kala menjadi fenomena. Terakhir, sekitar tahun 2017, di Kediri Jawa Timur, 4 orang remaja belasan tahun diamankan polisi karena berperilaku seperti orang gila. Rupanya, mereka teler karena pengaruh minuman dari rebusan bunga loceng atau kecubung yang memengaruhi kesadarannya.

Untuk diketahui, bunga kecubung memiliki nama ilmiah Datura metel L yang dikenal memiliki reputasi jelek. Tumbuhan ini memiliki kandungan metil kristalin dengan sifat mampu menenangkan otot lurik. Tanaman ini pun menyandang nama internasional yang menyeramkan, yaitu ‘Devil Trumpet’.

Mirisnya, ke-4 anak remaja mengkonsumsi rebusan bunga kecubung setelah membacanya lewat medsos. Nah, Gaess, hati-hati agar tidak terjerumus ke dunia narkoba yang tidak ada gunanya, ya! (dari berbagai sumber)

Egi GP

Egi GP

Lahir di Sukabumi, 14 Mei 1978. Mantan Jurnalis Harian Merdeka, dan kini bekerja di PT Yudhistira Ghalia Indonesia sebagai editor. Ayah dua anak ini menamatkan pendidikannya di SMP Mardi Yuana Cicurug, SMA Negeri 3 Bogor, dan kuliah Jurusan English Literature di Universitas Negeri Jember, Jawa Timur. Untuk menyalurkan hobinya menulis, Egi menjadi kontributor di sukabumiXYZ.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *