Hari Pahlawan, ini 5 fakta ulama pejuang Sukabumi yang tak kunjung digelari pahlawan nasional

Presiden Jokowi baru saja menganugerahi gelar pahlawan nasional kepada 6 tokoh, Ajengan Genteng kapan?

Penting gak penting sih sebetulnya. Fakta yang tak terbantahkan adalah kita warga Sukabumi sangat mencintai sosok KH Ahmad Sanusi dan mengakui sepenuhnya bahwa beliau tokoh utama dalam perjuangan kemerdekaan di Sukabumi. Namun demikian, mbokya pemerintah juga mengakui dan memberi gelar Pahlawan Nasional kepada beliau.

Kan dengan begitu warga Sukabumi juga bisa berbangga bahwa ada tokoh asli Sukabumi yang berkontribusi nyata dalam proses kemerdekaan bangsa Indonesia. Betul gak, Gaess?

Padahal nih ya, tak lama kemarin Presiden Jokowi baru saja menggelari 6 tokoh Pahlawan Nasional. Sayangnya, tak ada nama KH Ahmad Sanusi, walau beliau sudah tiga kali secara resmi diusulkan untuk mendapat gelar Pahlawan Nasional.

Anyway, untuk menambah pengetahuan kalian gen XYZ Sukabumi tentang KH Ahmad Sanusi yang juga banyak dikenal dengan nama Ajengan Genteng, berikut lima fakta yang mungkin belum kalian tahu!

1. Ajengan Genteng sahabat dekat Bung Karno dan Bung Hatta

Ketokohan KH Ahmad Sanusi tak dipertanyakan lagi. Salah satu bukti nyatanya adalah beliau bersahabat dekat dengan Sang Proklamator Bung Karno (BK). Persahabatan Ajengan Genteng dengan BK terjalin saat mereka sama-sama aktif sebagai anggota Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP). Dengan demikian, otomatis Ajengan Genteng juga berteman baik dengan Bung Hatta.

Menurut Ketua Persatuan Umat Islam (PUI) Kota Sukabumi, Munandi Saleh yang juga penulis buku biografi KH Ahmad Sanusi, BK kerap menemui Ajengan Genteng setiap kali berkunjung ke Sukabumi dan berdialog dalam suasana yang hangat. “Hubungan keduanya bisa dikatakan sebagai sahabat. Di satu sisi kedatangan Presiden Sukarno juga tidak terlepas ketokohan Ahmad Sanusi,” kata Munandi.

2. Peci hitam jadi simbol perlawanan kaum santri Sukabumi terhadap penjajah Belanda

Persamaan lain antara KH Ahmad Sanusi dengan BK adalah sama-sama suka menggunakan peci hitam. Itulah mengapa KH Ahmad Sanusi juga kerap dijuluki Kyai Peci Hitam. Peci hitam itu menjadi salah satu ciri khas sang ulama pejuang kemerdekaan dari Sukabumi itu.

Makna peci hitam yang dipakai KH Ahmad Sanusi bagi KH Fajar Laksana (pendiri sekaligus pengelola Ponpes Dzikir Al-Fath), adalah simbol perlawanan kaum santri (terutama di) Sukabumi terhadap penjajah Belanda. “Peci hitam itu ciri khas bangsa Indonesia, dengan peci itu dia menggelorakan semangat santri dan anak muda (Sukabumi) untuk mau berjuang (melawan penjajah)…. Bisa dibayangkan bagaimana kesalnya penjajah saat itu dengan semangat berjuang Ajengan Sanusi,” ujar Fajar.

BACA JUGA:

5 info tur sejarah ke-Sukabumi-an Yayasan Kipahare buat millenials

5 catatan sejarah masa perjuangan dari Tour Sejarah ke Takokak, gen XYZ Sukabumi wajib tahu

Sempat ingin bunuh diri, HAMKA, ayah dan adiknya pernah ditahan di Sukabumi, ini 5 fakta sejarahnya

3. Tiga kali diusulkan jadi Pahlawan Nasional

Seperti sudah dituliskan di atas, KH Ahmad Sanusi sudah tiga kali diusulkan dan hingga kini tak kunjung disetujui. Bahkan, tak kurang seringnya berbagai elemen di Sukabumi beserta walikota dan bupati Sukabumi mendesak pemerintah pusat untuk segera mengangkat KH Ahmad Sanusi menjadi pahlawan nasional.

“Sudah tiga kali diajukan, 2008, 2013 dan terakhir 2015 entah kenapa pihak pemerintah tidak memberikan respons dan menyematkan gelar Pahlawan. Padahal Ajengan Sanusi adalah salah satu pejuang kemerdekaan dari Sukabumi,” kata Munandi Saleh.

4. Baru sebatas bintang jasa saja yang dianugerahkan kepada Ajengan Genteng

Lalu, sejauh ini dalam bentuk apa penghargaan yang diterima KH Ahmad Sanusi dari pemerintah pusat? Di antaranya, di Presiden Soeharto pernah menganugerahi penghargaan Bintang Maha Putera Utama pada tanggal 12 Agustus 1992. Selain itu, pada era kepemimpinan Susilo Bambang Yudoyono (SBY) juga menganugerahi Bintang Maha Putera Adipradana pada tanggal 10 November 2009.

Sementara itu, di tingkatan lokal Sukabumi nama KH Ahmad Sanusi pun sudah diabadikan menjadi nama jalan di Kota Sukabumi.

5. Nama KH Ahmad Sanusi tertulis pada prasasti di Gedung KAA Bandung

Keistimewaan lainnya KH Ahmad Sanusi yang mungkin belum gen XYZ Sukabumi tahu, bahwa beliau adalah satu-satunya tokoh Sukabumi yang namanya tertulis dalam prasasti di Gedung KAA Bandung. Hal itu dimungkinkan karena perannya sebagai salah satu anggota dengan nomor urut 36.

Nah, “…. Dengan sederetan perjuangan itu entah kenapa kami selaku masyarakat (Sukabumi) yang mengagumi beliau beberapa kali mendorong gelar Pahlawan, namun tidak pernah dikabulkan pemerintah,” sesal Munadi Saleh. Semoga suara masyarakat Sukabumi didengar dan segera dikabulkan!

Hmmm…pasti bangga kali kalo ada pahlawan nasional asal Sukabumi ya gak, Gaess! (dari berbagai sumber)

Egi GP

Egi GP

Lahir di Sukabumi, 14 Mei 1978. Mantan Jurnalis Harian Merdeka, dan kini bekerja di PT Yudhistira Ghalia Indonesia sebagai editor. Ayah dua anak ini menamatkan pendidikannya di SMP Mardi Yuana Cicurug, SMA Negeri 3 Bogor, dan kuliah Jurusan English Literature di Universitas Negeri Jember, Jawa Timur. Untuk menyalurkan hobinya menulis, Egi menjadi kontributor di sukabumiXYZ.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *