Hati-hati Gaess, 2018 sudah 5 korban pantai selatan Kabupaten Sukabumi

Empat korban remaja dan satu anak usia 7 tahun.

Bermain di pantai memang asyik ya, Gaess, terlebih jika dilakukan bersama teman-teman. Namun, jika tidak hati-hati bisa jadi nyawa melayang.

Tahun ini saja, Januari-Juni 2018, terhitung sudah lima wisatawan menjadi korban pantai selatan, Kabupaten Sukabumi. Berikut kelima korban tersebut dihimpun dari berbagai sumber.

1. Sabtu, 24 Maret 2018

Rizki Dwi Hidayat (16) pelajar SMA asal Kota Depok, tenggelam di Pantai Cibangban, Karanghaji, Kecamatan Cisolok, Jumat (23/3/2018), pagi pukul 08.00 WIB.

Saat tenggelam, korban bersama rekannya berenang dan bermain di pantai. Namun, Rizki memilih ke tengah mengejar rekannya yang berada di tengah pantai. Saat menuju rekannya tersebut, tubuh korban disapu gelombang dan langsung terbawa arus dan hilang tenggelam.

Jasad korban ditemukan mengambang di tengah laut dengan kondisi masih utuh dan pakaiannya masih melekat ditubuhnya dan tangan mendekap dada oleh Tim Search and Rescue (SAR) Gabungan Kabupaten Sukabumi sekitar 100 meter dari lokasi tenggelam, Sabtu (24/3/2018). Anggota SAR pun langsung mengevakuasi ke RSUD Palabuhanratu.

BACA JUGA: Gaess, kamu gak nyangka kan kalau 5 seleb ini mudik ke Sukabumi?

2. Sabtu, 31 Maret 2018

Laka laut kembali terjadi di Pantai Karanghawu, depan Makoramil Cisolok, Desa/Kecamatan Cisolok, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (31/3/2018) sore pukul 17.30 WIB. Korban bernama Bagas Pramudya (15), warga Perum Permata Bintang, Kabupaten Bogor, da masih tercatat sebagai pelajar SMP.

Saat itu, korban bersama kedua temannya berenang di pantai, tiba-tiba ombak besar menyapu ketiganya, dan terseret ombak hingga ke tengah laut. Al Rezki akbar (15) dan Sahrizal Nuddin Harahap (14) berhasil diselamatkan Tim Life Guard (Balawista). Sedangkan Bagas tidak tertolong.

3. Minggu, 29 April 2018

Mahesa Prakasa Ginanjar (16), warga Kampung Bayubud, Perum Bumi Mas, Kabupaten Cianjur, yang tenggelam di Pantai Karanghawu, Minggu (29/4/2018) pagi pukul 08.00 WIB.

Tim Search and Rescue (SAR) gabungan berhasil menemukan pelajar Kelas X SMK 2 Cilaku, tersebut dalam kondisi tak bernyawa, satu kilometer dari lokasi tenggelam, Senin (30/4/2018) malam pukul 20.30 WIB. Korban ditemukan dalam kondisi tubuh membengkak dan luka lebam pada bagian muka sebelah kanan, diduga akibat terbentur batu karang. Jasadnya langsung dibawa ke RSUD Palabuhanratu untuk divisum.

BACA JUGA: Ini 5 catatan GMNI untuk Bupati Sukabumi terkait toll gate dan pengelolaan sektor pariwisata

4. Sabtu, 16 Juni 2018

Jossi Andreas Kappu (19), wisatawan asal Bojonggenteng, Desa Bojonggede, Kecamatan Bogor Barat, Kabupaten Bogor, hilang tenggelam saat berenang di Pantai Karangnaya, Kabupaten Sukabumi, tidak jauh dari Samudera Beach Hotel (SBH), Sabtu (16/6/2018).

Jossi tengah asik berenang menggunakan boogie kuning bersama rekan-rekannya, tiba-tiba datang ombak besar menggulung tubuhnya. Tim SAR langsung memberikan bantun. Nahas, tubuh korban terseret arus laut dan langsung hilang di tengah laut. Diduga terselip di bebatuan karang.

Tim SAR Gabungan langsung melakukan penyisiran ke tengah laut sekitar radius dua mil dari tempat kejadian menggunakan papan surfing dan speed boat, dan Kapal Patrol Polisi VIII -2322. Tim berhasil menemukan korban terdampar di bibir Pantai Batukarut, atau 100 meter arah Barat Daya, dengan kondisi tidak bernyawa. Pada wajahnya terdapat luka lecet diduga akibat terbentur bebatuan karang.

5. Minggu, 17 Juni 2018

Rafael Rainer Iskandar (7,5), wisatawan asal Jakarta ditemukan tewas tenggelam di Pantai Karanghawu, Desa/Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Minggu (17/6/2018)

Korban beralamat di Pancoran Barat 3 RT 05/06 No. 47 Jakarta Selatan. Peristiwa itu terjadi ketika dia bersama saudaranya asyik berenang, sekira pukul 14.45 WIB. Saat bermain di pantai korban terseret arus ke tengah lalu hilang. Tiba-tiba tubuhnya muncul kepermukaan lalu dievakuasi warga ke pinggir pantai.

Lanjut Sunarto, lalu korban dibawa ke Puskesmas Cisolok oleh anggota Pos Pelayanan Karanghawu setelah dilakukan penanganan, nyawa korban tidak tertolong. (dari berbagai sumber)

Irman Sufi Firmansyah

Irman Sufi Firmansyah

Irman Sufi Firmansyah lahir di Sukabumi, 21 juni 1977. Ia menamatkan S1 Hubungan Internasional di Universitas Negeri Jember (2001(, dan S2 Manajemen Universitas Bhayangkara, Kakarta. Kini Irman bekerja sebagai Manajer HRD, Security, dan HSE di bidang oil n gas service. Irman juga menjadi Ketua Yayasan Kipahare., dan pengurus Soekaboemi Heritages.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *