5 fakta pelajar SMK korban bacok samurai di Sukabumi dari keluarga tak mampu

Sadis! Kepala dibacok samurai.

Ngeri, Gengs! Tawuran pelajar kembali terjadi di Sukabumi.

Kali ini korbannya, RM (17), adalah warga Cireunghas, Kabupaten Sukabumi yang merupakan pelajar SMK Taman Siswa, Kota Sukabumi. Ini lima faktanya.

1. Diserang tanpa alasan

RM (17), salah seorang siswa kelas 11 SMK Taman Siswa, Kota Sukabumi, terkapar dan terluka pada bagian kepala dan tangan akibat diserang pelajar sekolah lain pada Senin (13/8/2018) sore sekira pukul 14.30 WIB.

Saat RM dan teman-temannya berlarian, ia berada pada posisi paling belakang, sehingga menjadi sasaran pertama penyerangan dengan menggunakan pedang samurai dan celurit.

Senjata pelaku bahkan sempat masih menancap di kepala RM, dan kembali diambil kembali pelaku setelah dilepaskan korban. RM kemudian dilarikan ke RSUD R. Syamsudin, SH., Kota Sukabumi, dalam kondisi tubuh bersimbah darah dan sempat tak sadarkan diri.

2. Delapan jahitan

RM yang mengalami luka pada bagian kepala harus mendapat delapan jahitan, dan di bagian tangan. Hingga kini korban masih menjalani perawatan intensif di ruang rawat Inap Flamboyan.

BACA JUGA:

Tapol dan preman ‘disukabumikan,’ ini 5 fakta gen Ydan Z Sukabumi mesti tahu

5 info untuk warga Sukabumi, BPJS cabut tiga layanan kesehatan

3. Lokasi kejadian

Saat kejadian korban berniat untuk naik angkutan umum di sekitar Jalan RE. Martadinata, Cikole, Kota Sukabumi. Tiba-tiba serombongan pelajar sekolah lain langsung menyerangnya. RM dan sejumlah temannya berlari, tetapi terjatuh. Melihat korban jatuh, para pelaku datang dan langsung membacokkan senjata tajam.

Saat kejadian patroli dari Polsek Cikole tengah melintas dan langsung membubarkan aksi tersebut.

4. Dari keluarga tidak mampu

RM adalah anak pertama dari dua bersaudara pasangan Endad Maulana (45) dan Leti Lelawati (40). Saat ini, warga Kampung Bandang RT 04/05, Desa Tegalpanjang, Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi, itu masih menjalani perawatan intensif di RSUD R. Syamsudin, SH..

Endad sehari-hari membuka usaha pisang sale kecil-kecilan, sedangkan ibunya buruh pabrik.

BACA JUGA:

Horor, Gengs, Januari-Mei 2018, setiap bulan ada kasus gantung diri di Kabupaten Sukabumi

Januari-Mei, sepuluh warga Kabupaten Sukabumi ditangkap polisi karena 5 kasus ini

5. Tak ditanggung BPJS

Pihak keluarga berharap pengobatan RM dapat ditanggung BPJS karena yakin kalau RM bukan korban tawuran, melainkan korban penganiayaan.

Sedangkan dari pihak RSUD R Syamsudin SH menegaskan, untuk pasien korban tawuran tak menjadi tanggungan BPJS. Baik tawuran antar pelajar, warga, maupun aksi tawuran lainnya. Pasalnya, tawuran bukan diakibatkan pasien mengalami kecelakaan atau ada pihak lain yang sengaja mencelakai. Namun pasien tersebut yang dengan sengaja mencelakai dirinya sendiri.

“Pasien tawuran tidak ditanggung BPJS. Kecuali dia jadi korban, lagi diam tahu-tahu ada yang nyerang begitu. Dan itu juga harus dilaporkan dulu ke pihak kepolisian. Nanti polisi yang menentukan apakah pasien korban tawuran atau bukan,” ujar Ketua Tim Penanganan Keluhan dan Informasi RSUD R Syamsudin SH, dr Wahyu Handriana sebagaimana dilansir dari sukabumiupdate.com, Selasa (14/8/2018).

Endad berupaya agar anaknya mendapat tanggungan dari BPJS Kesehatan dengan melakukan upaya melaporkan kasus tersebut sebagai penganiayaan ke Mapolsek Cikole Sukabumi, Selasa (14/8/2018). (dari berbagai sumber)

Irman Sufi Firmansyah

Irman Sufi Firmansyah

Irman Sufi Firmansyah lahir di Sukabumi, 21 juni 1977. Ia menamatkan S1 Hubungan Internasional di Universitas Negeri Jember (2001(, dan S2 Manajemen Universitas Bhayangkara, Kakarta. Kini Irman bekerja sebagai Manajer HRD, Security, dan HSE di bidang oil n gas service. Irman juga menjadi Ketua Yayasan Kipahare., dan pengurus Soekaboemi Heritages.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *