Sering menumpuk di jalan? ini 5 fakta pengelolaan sampah di Kabupaten Sukabumi

Sebagai perbandingan, ada ratusan armada truk sampah untuk 40 kecamatan di Kabupaten Bogor.

Mengelola sampah tidaklah mudah! Namun demikian, apapun alasannya, upaya yang maksimal harus dilakukan. Jika tidak, masalah sampah akan berdampak pada munculnya masalah lain, seperti kesehatan, keindahan, kenyamanan, dan lain-lain.

Lalu, bagaimana dengan dinamika pengelolaan sampah di Kabupaten Sukabumi? Berikut lima faktanya!

1. Hanya ada 41 truk sampah untuk 47 kecamatan

Berapa banyak armada truk yang diperlukan untuk mengangkut sampah di Kabupaten Sukabumi? Kalau mau maksimal ya ratusan truk. Faktanya, Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Kebersihan (Perkimsih) Kabupaten Sukabumi saat ini hanya memiliki 41 truk yang operasional untuk mengangkut sampah. Dengan jumlah 47 kecamatan di Kabupaten Sukabumi, artinya ada kecamatan yang bahkan tak memiliki truk sampah. Hmm…

“Saat ini truk yang beroperasi hanya 41 buah, idealnya dengan jumlah 47 Kecamatan bisa pemerintah bisa menambah sesuai kecamatan. Dari jumlah itu tentunya ada sejumlah armada yang masuk kategori harus diperbaiki,” beber Kepala Bidang Kebersihan pada Dinas Perkimsih Kabupaten Sukabumi Denis Eriska.

2. Bandingkan dengan Kabupaten Bogor

Coba bandingkan dengan Kabupaten Bogor yang “hanya” memiliki 40 kecamatan. Jumlah armada truk sampah menurut Denis sampai ratusan. Walaupun dengan armada truk yang banyak, pengelolaan sampah di Bogor masih belum maksimal dan banyak dikeluhkan warga. Apalagi di Kabupaten Sukabum yang hanya memiliki truk sampah lebih sedikit dibanding jumlah kecamatannya.

3. Masalah yang timbul

Akibat kurangnya armada trup pengakut sampah, di lapangan ada sejumlah titik sampah yang tidak terangkut sampahnya. Dampak selanjutnya, masyarakat memilih membuang sampah ke selokan atau tertimbun di pasar, dan munculnya tempat pembuangan sampah liar. Sampah- sampah ini disinyalir kebanyakan berasal dari pemukiman dan pasar.

BACA JUGA:

DAD predator anak di Caringin Sukabumi cabuli 12 korban, ini 5 infonya

Wow, 2018 ada ribuan janda baru di Sukabumi, ini 5 faktanya

Kabupaten Sukabumi tak butuh beras impor, ini 5 faktanya

4. Dibutuhkan sinergi dengan desa dan kecamatan

Masalah sampah di Kabupaten Sukabumi tak bisa hanya diselesaikan oleh Dinas Perkimsih saja. Diperlukan sinergi dengan pihak desa dan kecamatan serta civil society/masyarakat madani yang punya concern terhadap lingkungan hidup dan pengelolaan sampah.

Bentuk sinergi dari desa misalnya, bisa memanfaatkan bantuan dana desa untuk membangun Tempat Pembuangan Sampah (TPS) dan Cator Sampah tanpa mengandalkan pengajuan bantuan dari dinas. “Pemerintah desa bisa memanfaatkan Musrembang dengan mengangarkan untuk pasilitas pananganan sampah, dan itu sah-sah saja untuk membantu pemerintah juga,” kata Denis.

5. Kampanye merubah habit masyarakat soal membuang sampah

Hal yang paling mendasar untuk dilakukan Pemkab Sukabumi melalui Dinas Perkimsih adalah dengan terus menerus melakukan kampanye kepada masyarakat perihal pentingnya membuang sampah pada tempatnya. Masyarakat sekarang masih banyak yang belum sadar itu dan seenaknya membuang sampah di mana saja, terutama di sungai.

Dengan fakta tingginya pertambahan penduduk di Kabupaten Sukabumi, maka semakin banyak juga sampah yang berasal dari rumah tangga. Oleh karena itu, selain pengelolaan sampah yang baik dari pihak terkait, maka sangat fital juga kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah di sungai, selokan, atau tempat-tempat lain selain TPS. (dari berbagai sumber)

Egi GP

Egi GP

Lahir di Sukabumi, 14 Mei 1978. Mantan Jurnalis Harian Merdeka, dan kini bekerja di PT Yudhistira Ghalia Indonesia sebagai editor. Ayah dua anak ini menamatkan pendidikannya di SMP Mardi Yuana Cicurug, SMA Negeri 3 Bogor, dan kuliah Jurusan English Literature di Universitas Negeri Jember, Jawa Timur. Untuk menyalurkan hobinya menulis, Egi menjadi kontributor di sukabumiXYZ.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *