Sukabumi darurat bencana sampai Mei 2019, ini 5 info gen XYZ mesti aware

Bencana alam meluas ke daerah aman, terjadi di 11 kecamatan di Kabupaten Sukabumi.

Memasuki musim hujan, berbagai bencana akibat curah hujan yang tinggi terjadi di berbagai wilayah di Sukabumi. Menurut catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, bencana akibat curah hujan yang tinggi terjadi di 11 kecamatan. Mencermati kondisi kekinian dan berdasarkan informasi dan masukan dari BPBD Kabupaten Sukabumi, Gubernur Ridwan Kamil (RK) akan segera menyatakan status darurat bencana untuk wilayah Sukabumi.

Berikut lima round up informasi perkembangan bencana di Kabupaten Sukabumi dan perkembangan penanganan yang dilakukan pihak Pemkab.

1. Bencana alam terjadi di 11 kecamatan

Untuk diketahui, saat ini bencana alam akibat curah hujan yang tinggi telah terjadi setidaknya di 11 kecamatan di Kabupaten Sukabumi. Menurut BPBD Kabupaten Sukabumi, dua jenis bencana mendominasi, yaitu tanah longsor dan puting beliung. Bahkan belum genap sepekan musim hujan, BPBD Kab upaten Sukabumi telah mengiventarisir bencana meluas hingga terjadi di 11 kecamatan.

Ke-11 kecamatan yang dimaksud adalah Kecamatan Cibitung, Kalapanunggal, Kabandungan, Cisolok, Gunung Guruh, Gegerbitung, Parungkuda, Cikembar, Cicurug, Bojonggenteng, dan Kabandungan.

2. Sejauh ini tak menimbulkan korban jiwa

Kendati tidak menimbulkan korban jiwa, tapi serangkaian bencana itu telah merusak belasan rumah  warga. Bahkan sejumlah fasilitas umum juga ikut terdampak bencana alam. Kejadian yang paling parah menurut pihak BPBD Kabupaten Sukabumi terjadi di dua kampung di Kecamatan Bojonggenteng dan tanah longsor di Desa Cipeuteuy, Kecamatan Kabandungan.

“Satu unit rumah warga di Kampung Cisalimar rusak berat. Termasuk sejumlah fasum di Kecamatan Bojonggenteng mengalami kondisi serupa,” kata Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan, BPBD Kabupaten Sukabumi, Maman Suherman seperti dikutip dari Antara.

BACA JUGA:

9 rawan tsunami, semua kecamatan di Sukabumi rawan bencana, ini 5 infonya

Ngeri Gaess, longsor gerus rumah warga di Cibatu Sukabumi, ini 5 faktanya

Miris Gaess, 25 sungai di Sukabumi tercemar, ini 5 faktanya

3. Bencana alam di daerah aman

Fenomena yang menjadi perhatian dan kewaspadaan pihak BPBD Kabupaten Sukabumi adalah fakta bahwa bencana juga terjadi di daerah dalam kategori aman. Seperti bencana yang terjadi di Kampung Sawahlega RT 19/04 Desa Cibatu, Kecamatan Cisaat. Bencana tanah longsor yang merusak sebagian rumah warga terjadi pada hujan deras. Padahal rumah milik Tata Supriyatna berada di daerah aman.

Fakta ini menunjukkan bahwa wasga Sukabumi di daerah yang biasanya aman dari bencana akibat curah hujan yang tinggi pun harus meningkatkan kewaspadaan.

4. Geopark Ciletuh rawan bencana, warga dan wisatawan diminta waspada

Status darurat bencana juga berlaku untuk objek wisata andalan Sukabumi, Geopark Ciletuh-Pelabuhan Ratu. Kawasan itu termasuk salah satu di antara wilayah yang rawan bencana. Kepala Pusat Riset Geopark dan Kebencanaan Geologi, Mega Fatimah Rosana, mengatakan bahwa potensi bencana di daerah itu adalah gempa bumi dan tsunami.

Selain itu, jika musim hujan, wilayah sekitar Geopark Ciletuh-Pelabuhan Ratu juga berpotensi dilanda bencana longsor dan banjir bandang, terutama jika hutan gundul. “Kalau musim angin barat, ada rob pasang laut,” ujar Mega seperti dikutip dari Antara.

5. Gubernur RK segera nyatakan status darurat bencana

Mencermati perkembangan bencana alam di Sukabumi, Gubernur RK bakal segera menetapkan status darurat bencana untuk Kabupaten Sukabumi. Kabarnya penetapan status darurat bencana akan dilakukan dalam bentuk surat keputusan (SK).

“Dalam SK ini, diketahui bahwa Kabupaten Sukabumi telah dinyatakan siaga darurat bencana yang terhitung sejak November 2018 sampai Mei 2019 mendatang,” jelas Kepala Seksi (Kasi) Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Eka Widyaman seperti dikutip dari Antara.

Semoga kita semua warga Sukabumi dilindungi Allah Swt. dari berbagai bencana alam yang terjadi akibat curah hujan yang tinggi ya, Gaess! Aamiin. (dari berbagai sumber)

Egi GP

Egi GP

Lahir di Sukabumi, 14 Mei 1978. Mantan Jurnalis Harian Merdeka, dan kini bekerja di PT Yudhistira Ghalia Indonesia sebagai editor. Ayah dua anak ini menamatkan pendidikannya di SMP Mardi Yuana Cicurug, SMA Negeri 3 Bogor, dan kuliah Jurusan English Literature di Universitas Negeri Jember, Jawa Timur. Untuk menyalurkan hobinya menulis, Egi menjadi kontributor di sukabumiXYZ.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *