Jalan pintas ala Nurjanah, gadis asal Nagrak Sukabumi

Menurut catatan KPA, mayoritas pelaku bunuh diri adalah remaja berusia 13-17 tahun.

Kasus ABG alias anak baru gede melakukan bunuh diri akibat putus cinta bukanlah kasus baru. Sangat disayangkan kasus yang berhubungan dengan penyakit depresi itu sudah banyak terjadi di Indonesia. Terbaru, seorang ABG di Sukabumi datang ke rumah sakit dan minta disuntik mati gegara putus cinta.

Namun hampir bisa dipastikan ini kasus depresi dan cenderung cari perhatian alis caper. Artinya, kalau benar-benar mau bunuh diri, mengapa harus bilang-bilang ke pihak yang sudah pasti melarang dia melakukan bunuh diri ya, Gengs?

[1] Anak SMA minta suntik mati

Seorang ABG berjenis kelamin perempuan yang masih duduk di bangku sekolah menengah atas (SMA) Kamis (31 Januari) mendatangi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R Syamsudin SH atau biasa disebut Bunut, dengan permintaan menghebohkan. ABG yang diketahui berinisial L dan berusia 18 tahun asal Cibadak minta ke petugas medis di instalasi gawat darurat (IGD) untuk disuntik mati.

Petugas yang mendengar keinginan dari ABG itu langsung dibuat kaget dan mengamankannya ke ruang khusus. Rupanya alasan yang membuat si ABG meminta untuk disuntik mati karena ia baru saja putus cinta. “Saat kami menanyakan apa alasannya, perempuan tersebut mengaku baru putus dengan pacarnya,” kata Humas RSUD R Syamsudin SH Wahyu Handriana seperti dikutip dari Antara.

[2] Fenomena putus cinta penyebab ABG bunuh diri

Rupanya, kasus ABG melakukan bunuh diri akibat putus cinta atau patah hati telah lama menjadi perhatian serius Komnas Perlindungan Anak (PA). Menurut catatan lembaga tersebut, mayoritas pelaku bunuh diri adalah remaja berusia 13-17 tahun.

Ketua Komnas Anak Arist Merdeka Sirait menunjukkan sejumlah parameter yang menyebabkan para remaja belia itu bunuh diri, yakni putus cinta, tersangkut masalah ekonomi, dan disharmonis dalam keluarga. Uniknya penyebab pertama yakni putus cinta adalah penyebab utama. Waduh!

BACA JUGA:

Gegara cinta siswi SMA Cibadak minta disuntik mati, 5 info ortu Sukabumi wajib tahu

[3] Nurjanah ditemukan gantung diri

Warga Kampung Ciawitali RT 01/06, Desa Darmareja, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, digegerkan penemuan sosok tergantung di pintu kamar, Rabu (20/3/2019).

Diketahui, gadis berusia 16 tahun bernama Nurjanah nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri menggunakan kain batik yang diikatkan di kusen pintu kamarnya. Peristiwa tragis ini pertama kali diketahui oleh temannya, Rina (18) sekitar pukul 08.00 WIB.

[4] Curhat Nurjanah

Sebelum ditemukan mengakhiri hidupnya, sekira pukul 07.30 WIB, Nurjanah mendatangi rumah Rina. Kepada Rina, ia menceritakan hubungannya dengan seorang pria berinisial EP yang tak direstui orang tuanya.

Kepada Rina, gadis malang itu sempat mengatakan ingin mati saja jika harus putus dengan EP. Usai curhat, Nurjanah lantas pulang ke rumahnya. 30 menit kemudian, Rina ke rumah korban dan menemukan korban sudah dalam keadaan gantung diri.

[5] Keluarga menolak otopsi

Pihak keluarga Nurjanah menolak dilakukan otopsi. “Kami dapat laporan dari warga tentang adanya laporan ada yang gantung diri. Dari pihak kepolisian menjelaskan korban murni bunuh diri dan keluarga tidak mau dilakukan otopsi pada jenazah korban,” jelas Kepala Desa Darmareja Cecep seperti dikutip dari sukabumiupdate.com .

Polisi menyatakan korban murni bunuh diri, sedangkan penyebab bunuh diri Nurjanah masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Jasad Nurjanah pun langsung dikebumikan pihak keluarganya di TPU tidak jauh dari rumahnya di Kampung Ciawitali, Rabu siang.

Wah, melihat fenomena ini, sebaiknya keluarga lebih proaktif dan memberikan perhatian lebih pada anak ya, Gengs. Orang tua diharapkan mengajak anak berbicara ketika mereka mengalami persoalan mental dan psikologi agar tak nekat mengakhiri hidup. Pasalnya nih, Gaess, di usia belia tidak jarang mereka nampak ceria di depan orangtua, tetapi tiba-tiba mengakhiri hidup dengan cara tak wajar.

Lagian Gaess, buat kalian yang sempat kepikiran mau bunuh diri karena cinta, coba pikir lagi. Rugi amat hanya gegara putus cinta terus bunuh diri! Move on lalu cari lagi cinta yang lain!

Dari berbagai sumber

Feryawi Heryadi

Feryawi Heryadi

FERYAWI HERYADI adalah Pemimpin Redaksi sukabumiXYZ.com. Lahir di Sukabumi pada 17 Agustus 1975. Fery lebih berpengalaman di bidang disain grafis, pertama kali mempelajari disain grafis di Koran Republika, setelah itu menimba ilmu dan pengalaman disain grafis dari banyak media lokal, nasional, hingga regional. Pernah bekerja di Koran Investor Daily, majalah SINDO Weekly (MNC Grup), Majalah BUMN Insight, Pantau.com, Jakarta. FERYAWI kini sebagai konsultan disain grafis untuk beberapa perusahaan di Jakarta, serta konsultan media dan digital marketing Universitas Nusa Putra. Silakan klik www.feryheryadi.com untuk cek portofolio.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *