Satu hari di PT CDB Cidahu Sukabumi, ini 5 fakta kerja di pabrik garmen itu menyenangkan

Selain olah raga dan memancing, karyawati PT CDB juga memiliki kesempatan menyanyi karaoke setiap hari.

Gaess, jika selama ini kamu pikir bekerja di pabrik garmen itu berat, penuh intimidasi, gaji tidak tentu, dan biasa dikerjakan oleh masyarakat kelas bawah, belum lagi seabrek sanksi yang memberatkan seperti skorsing dan SS atau sampai selesai (istilah lembur tanpa dibayar), itu semua tidak akan kamu temukan di PT Cipta Dwi Busana (CDB), Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi.

Selain itu, kalau nama pabrik garmen di sebut, kamu pasti langsung ngeh segudang persoalan sosial yang kerap digunjingkan warga Sukabumi, seperti aktivitas pelaku rente yang suka meminjamkan uang dengan bunga mencekik, hingga persoalan wanita suka wanita atau lesbian.

Senin (12/11/2018) penulis berkesempatan mengunjungi PT CDB untuk menyaksikan dari dekat aktivitas karyawan dan karyawatinya. Tapi di sini penulis tidak akan menulis soal teknis pekerjaan ya, Gaess. Penulis hanya ingin berbagi cerita bahwa bekerja mencari rezeki halal adalah perintah agama, sehingga bekerja dan suasana tempat bekerja haruslah dibuat se-menyenangkan mungkin. Suasana kerja menyenangkan tentu akan berdampak positif terhadap produkifitas karyawan dan kinerja perusahaan.

Nah, buat kamu yang belum pernah berkunjung dan penasaran, bagimana sih sebenarnya kondisi di dalam sebuah pabrik garmen? Berikut lima fakta bekerja di PT CDB itu memang menyenangkan.

1. Ruang istirahat untuk ibu hamil

Bel istirahat berbunyi, seketika ribuan karyawan dan karyawati berhamburan ke luar menuju tempat beristiahat. Ada yang memilih langsung memesan makanan di warung atau mengambil bekal makanan dari rumah yang disimpan di loker. Namun, beberapa dari mereka terlihat memilih untuk melaksanakan ibadah shalat Dzuhur terlebih dahulu.

Nah, kerennya nih, Gaess, PT CDB selain menyediakan tempat untuk beristirahat makan dengan konsep lesehan dan tempat duduk, mereka juga menyediakan tempat istirahat khusus untuk ibu hamil. Ini merupakan upaya perusahaan agar para bumil tidak menghisap asap rokok yang dapat berdampak pada kesehatan bumil dan si jabang bayi.

Selain itu, di manapun karyawan dan karyawati memilih tempat istrahat, semua tempat sudah dilengkapi TV kabel yang terhubung ke ruang IT. Tapi, ya namanya juga pemilik perusahaannya dari Negeri Ginseng, kebanyakan yang ditayangin tentu saja serba KPop ya, Gaess.

2. Memberantas aktivitas rentenir a la serikat pekerja

Kamu pasti tecengang, Gaess. Serikat Pekerja Tingkat Perusahan (SPTP) PT CDB memiliki dana sebesar Rp500 juta lebih, dan tentu akan bertambah terus jumlahnya.

Dana tersebut tentu saja berasal dari iuran anggota sebesar Rp5 ribu –lebih kecil dari yang diatur regulasi sebesar 1% dari gaji– yang dipotong otomatis dari upah pekerja dan langsung masuk ke rekening SPTP. Pengurus SPTP sendiri tidak serta merta bisa mencairkan dana tersebut kapan saja. Pola pencairan dibuat transparan karena harus mendapat tanda tangan kepala HRD terlebih dahulu.

Nah, kerennya, Gaess, untuk memberantas aktivitas rentenir yang kerap menjerat pekerja dengan pinjaman berbunga tinggi, SPTP memberikan pinjaman sebesar Rp1 juta hingga Rp2 juta per orang. Pinjaman diberikan sekitar tanggal 26, setelah melalui proses pengajuan terlebih dahulu pada akhir bulan gajian (mereka gajian tanggal 10 setiap bulanya).

Setiap bulan, tidak kurang dari Rp150 juta digelontorkan untuk pinjaman karyawan dan karyawati. Pinjaman ini bisa dibayar dengan cara dicicil hingga empat kali lho.

Kelebihan lain mendirikan serikat pekerja lokal (SPTP) adalah mereka dapat mengelola sendiri sumber daya keuangan yang berasal dari iuran. Sehingga selain bentuk pinjaman, SPTP PT CDB juga selalu memberi santunan dan bantuan kepada pekerja yang terkena musibah, seperti rumah kebakaran, anak sakit dan dirawat, atau anggota keluarga meninggal dunia.

BACA JUGA:

Ada lowongan kerja di PT L&B Indonesia Sukabumi nih, cek 5 infonya kuy

Ultah ke-10 PT L&B Indonesia door prize sepeda motor, simak 5 info serunya, Gaess

3. Istirahat menyanyi karaoke atau memancing

Waktu istirahat bekerja tentu saja menjadi yang paling ditunggu semua karyawan dan karyawati ya, Gaess. Selain untuk menjalankan ibadah shalat Dzuhur dan makan siang, istirahat juga penting untuk relaksasi otot dan otak setelah berjam-jam fokus dengan pekerjaan.

Kerennya di PT CDB, karyawan dan karyawati bisa memilih beristirahat sambil menyanyi karaoke atau memancing. Menyanyi karaoke ini memang bukan perlombaan, tetapi hanya salah satu cara relaksasi selama waktu istirahat. Namun, jangan kaget kalau level manajemen dari Korea menyaksikan dan tidak jarang memberi hadiah langsung.

Tapi nanti dulu, meskipun bukan perlombaan, kamu wajib memiliki skill menyanyi dan rasa percaya diri tinggi, karena saat menyanyi, langsung disiarkan di TV kabel yang terdapat di banyak titik tempat istirahat. So, penampilan penyanyi akan ditonton ribuan pekerja yang sedang beristirahat. Berani?

Nah, ada cara lain untuk relaksasi saat jam istirahat buat para cowoknya nih, yakni memancing ikan. Aktivitas ini bisa dilakukan di bagian belakang pabrik, atau tepatnya di dekat area parkir kendaraan.

4. Ajang unjuk kreasi dan lomba tahunan

Buat karyawan dan karyawati yang memiliki hobi kreatif di bidang seni dan olah raga, mereka juga bisa unjuk kebolehan saat acara peringatan ulang tahun perusahaan. Karena PT CDB satu holding dengan PT Gunung Salak, biasanya acara peringatan digabung di lokasi yang sama.

Kerennya nih, Gaess, level manajemen dari Korea selalu terlibat aktif dan menjadi peserta terutama untuk olah raga seperti bola voli dan futsal. Seperti halnya kolam memancing ikan, lapangan olah raga juga tersedia di dekat area parkir kendaraan.

5. CSR yang partisipatif

PT CDB melakukan pola kinerja corporate social responsibility (CSR) yang partisipatif. Pola ini memang terbilang ideal, mengingat pelaksanaan CSR haruslah transparan, akuntabel, dan partsipatif. Partisipatif di sini maksudnya, pemberian dana atau fasilitas yang bersumber dari anggaran CSR untuk warga di lingkar area perusahaan, tidak boleh diberikan 100 persen.

CSR PT CDB yang patisifatif antara lain, pertama, melibatkan pihak pemerintahan desa setempat dalam rekrutmen tenaga kerja pria non-skill. Hal ini bertujuan untuk memberikan kesempatan bekerja kepada laki-laki di area lingkar perusahaan.

Kedua, pagar pembatas antara perusahaan dengan permukiman warga dibuka setengah dengan hanya dihalangi pagar kawat. Hal ni dimaksudkan agar warga di area perusahaan bisa menjajakan dagangan tanpa harus mengganggu area parkir dan sodetan jalan di bagian depan pabrik.

Jadi, kalau kamu masuk ke bagian dalam area pabrik milik PT CDB ini, jangan heran kalau menyaksikan bagaimana sepanjang pagar pembatas menjadi seperti pasar kaget. Kelebihannya, karena terdapat pagar pembatas, maka kebersihan menjadi relatif lebih terjaga.

Kerennya lagi nih, Gaess, tempat warga berjualan itu merupakan lahan milik PT CDB. Pihak perusahaan memang sengaja membuat pagar pembatas dengan menariknya lebih ke dalam, hal ini dimaksudkan agar warga sekitar bisa menjalankan aktivitas perekonomian di area milik perusahaan.

Summary:

Nah, menyenangkan kan?

Tetapi, tentu saja selalu ada masalah dan persoalan kecil yang terlewatkan dan kerap dipersoalkan pihak lain ya, Gengs. Namun, dari hasil obrolan penulis dengan Kepala HRD PT CDB Maximus Takake, dan dari serikat pekerja Yana Priana (Ketua) dan Dedi Junaedi (Wakil Ketua), tidak ada permasalahan yang menjadi sebuah kebijakan dari manajemen.

“Persoalan-persoalan kecil selalu ada, tetapi itu lebih karena masalah koordinasi dan miskomunikasi saja,” jelas Dedi Junaedi.

Tapi sayangnya nih, Gaess, karena belum tersedia spot selfie yang ikonik, penulis akhirnya memilih selfie pada waktu makan siang lesehan bersama ribuan karyawan dan karyawati saat jam istirahat.

Tapi percayalah, pengalaman mengunjungi pabrik garmen ini jauh lebih bikin happy dibanding sekadar berwisata ke Kota Gudeg, Yogyakarta, berswafoto di depan Jam Gadang di Bukit Tinggi, atau bahkan naik cable car di Genting Highlands, Malaysia. Kok bisa? Ya tentu saja, karena kalau tidak diundang, belum tentu penulis bisa masuk ke area dalam perusahaan, karena ini bukan area yang memiliki tarif resmi.

By the way, buat penulis sendiri, bisa berkujung ke salah satu pabrik garmen ini merupakan pengalaman berharga, Gaess. Bayangin aja, jika selama ini kita kerap jengkel dengan keberadaan pabrik-pabrik yang kerap dituding sebagai salah satu penyebab kemacetan lalu lintas, setidaknya sekarang kita bisa tahu bahwa mengurus sekira 4.000 lebih manusia, itu bukan perkara mudah.

  • 4.3K
    Shares
Feryawi Heryadi

Feryawi Heryadi

FERYAWI HERYADI adalah Pemimpin Redaksi sukabumiXYZ.com. Lahir di Sukabumi pada 17 Agustus 1975. Fery lebih berpengalaman di bidang disain grafis, pertama kali mempelajari disain grafis di Koran Republika, setelah itu menimba ilmu dan pengalaman disain grafis dari banyak media lokal, nasional, hingga regional. Pernah bekerja di Koran Investor Daily, majalah SINDO Weekly (MNC Grup), Majalah BUMN Insight, Pantau.com, Jakarta. FERYAWI kini sebagai konsultan disain grafis untuk beberapa perusahaan di Jakarta, serta konsultan media dan digital marketing Universitas Nusa Putra. Silakan klik www.feryheryadi.com untuk cek portofolio.

9 thoughts on “Satu hari di PT CDB Cidahu Sukabumi, ini 5 fakta kerja di pabrik garmen itu menyenangkan

  • Avatar
    19 November 2018 at 12:01
    Permalink

    Sekedar untuk mengklarifikasi untuk perusahaan garmen CDB sesuai yg anda kabarkan tidak semua itu benar semisal untuk karaoke & mancing itu tidak setiap waktu di laksanakan hanya hari² tertentu saja semisal ulang tahun perusahaan,dan mungkin perusahaan lain juga ada program tersebut,satu lagi mengenai pemberantasan RENTERNIR memang perusahaan memberikan pinjaman lewatSPTP sesuai yg telah di sebutkan dengan pengembalian 4. Bulan dengan bunga 20rb per bulan apa itu bukan……
    Mungkin hanya itu yg bisa saya sampai kan

    Saya salah satu karyawan cdb

    Reply
    • Feryawi Heryadi
      23 November 2018 at 22:45
      Permalink

      terimakasih. untuk yang memancing, penulis melihatnya secara tidak sengaja. saat itu mau melihat area parkir kendaraan yang sdh sesak kendaraan motor milik karyawan, kebetulan ada yang memancing. tidak difoto langsung memang, karena tadinya itu tidak termasuk yang akan ditulis. hanya saja saat berjalan ada sekira 5-7 orang tengah memancing. jadi saat itu memang bukan pada saat hari ultah PT CDB.

      Reply
    • Feryawi Heryadi
      23 November 2018 at 22:41
      Permalink

      kl untuk skill mrk terbuka sepertinya

      Reply
      • Avatar
        6 April 2020 at 22:17
        Permalink

        kalo untuk supir gimana pak apa ada lowongan

        Reply
    • Feryawi Heryadi
      4 January 2019 at 20:35
      Permalink

      coba aja ajukan lamaran

      Reply
      • Avatar
        6 April 2020 at 22:15
        Permalink

        permisi klo lowongan untuk supir korea nya ada g yah..
        kalo ngelamar nya melulaui siapa? perlu orang dalem apa langsung nelamar kedalem atau lewat yasasan.
        terimakasih

        Reply
  • Avatar
    6 April 2020 at 22:15
    Permalink

    permisi klo lowongan untuk supir korea nya ada g yah..
    kalo ngelamar nya melulaui siapa? perlu orang dalem apa langsung nelamar kedalem atau lewat yasasan.
    terimakasih

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *