1.500 warga Sukabumi tolak LGBT, ini 5 fakta LGBT yang mungkin belum kamu tahu

Sekira 5% total populasi di dunia memiliki orientasi homoseksual.

Sekitar 1.500 orang dari berbagai elemen dan komunitas membubuhkan tanda tangan di spanduk putih sebagai bentuk penolakan terhadap hadirnya pelaku perilaku menyimpang LGBT di Sukabumi, khususnya di Kota. Aksi mengumpukan tanda tangan dilakukan di Lapang Merdeka, Kota Sukabumi, pada Minggu (21/10/2018). Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi pun ikut menandatandangi aksi penolakan LGBT itu.

Ketua Aliansi Masyarakat Anti-LGBT dan penggagas aksi Danu Ramdhani menyebut aksi tersebut sebagai reaksi maraknya akun Gay di Sukabumi yang jumlahnya banyak. Wali Kota Achmad Fahmi juga menyatakan Pemkot dan seluruh elemen masyarakat menolak keberadaan LGBT.

Namun demikian, Fahmi menekankan, aksi ini tidak berarti membenci seseorang secara personal, yang ditolak itu perilakunya. Oleh karena itu, Gaess, ingatlah untuk tidak melakukan tindakan anarkis dan juga persekusi terhadap pelaku LGBT. Segala langkah penolakan harus sesuai prosedur hukum dan cara yang baik dan benar.

Nah sebagai tambahan pengetahuan dan menambah kewaspadaan kita, berikut ada lima fakta tentang LGBT yang mungkin belum kamu tahu.

1. Planet dan LGBT

Rupanya planet di Tata Surya ada yang dijadikan simbol oleh komunitas LGBT. Planet apakah? Merkurius, yang dijadikan simbol oleh komunitas transgender.

2. Istilah LGBT

Asal kamu tahu, istilah LGBT atau GLBT mulai diadopsi pada tahun 1990. Kata lesbian disebut-sebut berasal dari pulau Lesbos, rumah penyair Yunani kuno bernama Sappho yang menyatakan cinta pada anak perempuannya.

BACA JUGA:

Terbaru Kanada, bukan untuk medis di 5 negara ini ngisap ganja legal, Gaess

9 rawan tsunami, semua kecamatan di Sukabumi rawan bencana, ini 5 infonya

Gay di Kota Sukabumi capai 4.000 lebih, Pemkot prihatin, ini 5 infonya

3. LGBT di dunia dalam sejarah

Faktanya, rekaman hubungan sejenis ditemukan di hampir setiap budaya sepajang sejarah. Sebagai contoh di China, homoseksualitas sudah ada sejak zaman kuno dan sering disebut sebagai ‘the cut sleeve’ (lengan yang dipotong?) dan ‘pleasures of the bitten peach’ (kenikmatan buah persik yang tergigit?).

Pada akhir abad ke-19, Karoly Maria Benkert seorang Psikolog asal Jerman dianggap sebagai orang pertama yang mengucapkan kata homoseksualitas.

Lalu, beberapa ilmuwan memperkirakan bahwa 5% total populasi di dunia memiliki orientasi homoseks. Sementara itu, tidak ada penelitian yang membuktikan secara pasti apa penyebab munculnya homosekssual, heterosekssual dan biseksual.

4. Simbol LGBT buatan Nazi

Di era Jerman Nazi, kelompok perilaku seksual menyimpang adalah salah satu kelompok yang mendapat persekusi. Kala itu, simbol segitiga merah muda merupakan simbol khusus gay yang harus dipakai saat berada di kamp Nazi selama Perang Dunia II. Sementara itu, untuk kalangan lesbian menggunakan simbol segitiga hitam.

5. LGBT dan orang kidal

Entah ini ada hubungannya atau tidak, namun demikian ada fakta unik yang terungkap bahwa, orang kidal (atau dominan tangan kiri) memiliki kecenderungan gay (mencintai sejenis) yang lebih tinggi ketimbang pengguna tangan kanan. Waduh. Tentunya tidak mutlak demikian ya, Gaess.

Intinya, perilaku seksual menyimpang ditolak oleh mayoritas budaya, apalagi agama. (dari berbagai sumber) 

Egi GP

Egi GP

Lahir di Sukabumi, 14 Mei 1978. Mantan Jurnalis Harian Merdeka, dan kini bekerja di PT Yudhistira Ghalia Indonesia sebagai editor. Ayah dua anak ini menamatkan pendidikannya di SMP Mardi Yuana Cicurug, SMA Negeri 3 Bogor, dan kuliah Jurusan English Literature di Universitas Negeri Jember, Jawa Timur. Untuk menyalurkan hobinya menulis, Egi menjadi kontributor di sukabumiXYZ.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *