Perintah pertama Bung Karno sebagai presiden, 5 fakta unik gen XYZ Sukabumi tahu kah?

Perintah pertama Bung Karno (BK) sebagai presiden, “panggilkan tukang sate!”

Ir. Sukarno alias Bung Karno (BK) adalah sosok utama dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Sang Proklamator bukan lagi hanya seorang pahlawan, tapi telah berubah menjadi legenda yang dikagumi oleh setiap insan Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Sampai kini, nama BK tak pernah berhenti dipuja puji, menjadi bukti kekaguman yang tak pernah pudar terhadap “Putra Sang Fajar.”

Nah Gaess, sejauh mana pengetahuan kalian tentang sosok BK? Berikut lima fakta unik tentang BK yang mungkin tak kalian ketahui.

1. BK, Pak Harto, Pak Habibie lahir di bulan yang sama

Tahukah kalian, tiga Presiden RI memiliki bulan lahir yang sama, yaitu bulan juni. Selain BK yang terlahir dengan nama Kusno Sosrodihardjo pada tanggal 6 Juni 1901, Presiden ke-2 Soeharto pun lahir di bulan Juni, tepatnya 8 Juni 1921. Selanjutnya, Burhanudin Joesoef (BJ) Habibie yang merupakan presiden ke-3 juga lahir di bulan Juni, tepatnya 25 Juni 1936.

2. Bung Karno tak puasa saat Proklamasi

Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) dilakukan pada tanggal 17 Agustus 1945 bertepatan dengan tanggal 9 Ramadhan 1334 H, hari Jum’at. Artinya, muslim sedang melakukan ibadah puasa. Namun, BK ternyata tidak berpuasa hari itu.

Jangan salah ya Gaess, bukan berarti BK bukan muslim yang taat. Beliau tidak puasa karena sedang sakit akibat gejala malaria tertiana. Ketika bangun di pagi hari itu, BK mengeluh badannya meriang/demam. Setelah disuntik dan minum obat, beliau kembali tidur dan bangun pada pukul 09.00 WIB untuk bersiap-siap memproklamirkan kemerdekaan RI pada pukul 10.00 WIB.

Jika melihat begitu membaranya semangat BK saat memproklamasikan kemerdekaan, kalian pasti tidak menyangka kalau saat itu BK sedang sakit, ya?

BACA JUGA:

Menyikapi bijak sumpah berusia ribuan tahun Sri Jayabhupati di Cibadak Sukabumi

Tanjakan Majenet dan heroisme Aping Tolib, 5 fakta lain pertempuran Bojongkokosan Sukabumi

Dulu Secapa sekarang Setukpa, ini 5 periode sejarah sekolah perwira polisi Sukabumi

3. Perintah pertama BK setelah sah jadi presiden

Apa kira-kira perintah pertama BK saat ia sah menjadi presiden RI yang pertama. Well, perintah pertama BK bukanlah membentuk kabinet atau hal serius lain, melainkan ia meminta sate ayam 50 tusuk pada tukang sate.

Dengan lahap Soekarno memakan sate tersebut sambil berjongkok di pinggir got dekat tempat sampah. Wow! Itu bukan pencitraan ya Gaess, karena memang lapar saja.

4. Demi patung Dirgantara, BK jual mobil

Kalian tahu patung Dirgantara? Tidak? Bagaimana kalau patung Pancoran? Tahu? Ya, itu dia patung Dirgantara yang memang lebih dikenal dengan sebutan patung Pancoran. Tahukah kalian, pembangunan patung Pancoran sempat terhenti karena peristiwa Gerakan 30 September/PKI, yang membuat posisi BK sebagai Presiden Indonesia di ujung tanduk.

Nah, demi menyelesaikan pembuatan patung tersebut, BK terpaksa menjual salah satu mobilnya dan menyerahkan dana sebesar Rp 1,7 juta kepada Edhi Sunarso, sang pemahat patung. Tak hanya BK, Edhi pun juga turut merogoh kocek pribadi hingga mengutang ke pemasok bahan pembuatan patung.

Sayangnya, sebelum patung itu diresmikan, BK telah meninggal dunia terlebih dulu. Edhi yang melihat iringan mobil jenazah BK saat sedang melakukan penyelesaian akhir di atas patung kemudian turun, dan ikut mengiringi kepergian BK. Sangat mengharukan, demikianlah totalnya integritas sang Bapak Bangsa!

5. Penulis naskah pidato bahasa Inggris BK orang Viking

Jangan geer, Gaess, maksudnya bukan Viking pendukung Persib, ya! hehe

Alkisah, untuk siaran pidato bahasa Inggris yang pertama, BK mempercayakan naskahnya pada sosok bernama K’ tut Tantri. Siapakah dia? Rupanya ia seorang perempuan warga negara Amerika kelahiran Skotlandia yang juga berdarah Viking.

K’tut Tantri sendiri bukanlah nama asli. Ia bernama asli Muriel Stuart Walker dan ia adalah salah satu pahlawan perang Surabaya. K’Tut turut bergerilya bersama Bung Tomo dan pejuang lainnya di Jawa Timur.

Pascaperang kemerdekaan, K’Tut tinggal di Yogyakarta. K’tut Tantri menetap di Indonesia selama 15 tahun dan turut mengobarkan semangat perjuangan bagi bangsa ini. (dari berbagai sumber)

Egi GP

Egi GP

Lahir di Sukabumi, 14 Mei 1978. Mantan Jurnalis Harian Merdeka, dan kini bekerja di PT Yudhistira Ghalia Indonesia sebagai editor. Ayah dua anak ini menamatkan pendidikannya di SMP Mardi Yuana Cicurug, SMA Negeri 3 Bogor, dan kuliah Jurusan English Literature di Universitas Negeri Jember, Jawa Timur. Untuk menyalurkan hobinya menulis, Egi menjadi kontributor di sukabumiXYZ.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *