Gaess, ini lho 5 fakta dan mitos Gunung Salak Sukabumi yang wajib kamu tahu

Pesawat Sukhoi berteknologi tinggi pun gagal manuver di gunung ini!

Orang Sukabumi, wa bil khusus pecinta alam, belum mendaki Gunung Salak? Wah, geli rasanya terdengar di telinga pertanyaan itu ya..hehe! Tapi hati-hati Gaess mendaki Gunung Salak walaupun kamu orang Sukabumi. Gunung Salak dikenal sebagai gunung yang paling angker se-Jawa Barat.

Yuk, kenalan dulu sebelum berangkat! Ini dia 5 hal penting yang wajib kamu tahu tentang Gunung Salak!

1. Ada 3 puncak di Gunung Salak

Gunung Salak terletak di antara Kabupaten Bogor dan Kabupaten Sukabumi dan memiliki tinggi 2.211 mdpl. Karena usianya yang cukup tua, gunung ini mengalami berbagai perubahan yang berdampak pada lahirnya tiga puncak pada Gunung Salak. Puncak pertama dinamai Puncak Salak 1 (2.211 mdpl), lalu ada Puncak Salak II (2.180 mdpl), dan puncak ketiga adalah Puncak Sumbul (1.926 mdpl).

BACA JUGA: Gen Y Sukabumi, ngopi ngapah ngopi! Btw, ini lho beda robusta sama arabica

2. Pernah 4 kali meletus

Tercatat Gunung Salak telah mengalami beberapa kali letusan yang dimulai dari tahun 1600-an, tepatnya pada 1668-1699, tahun 1780, 1902-1903, tahun 1935, dan yang terakhir pada 1938. Setelah terjadi beberapa kali ledakan, Gunung Salak seolah kembali subur. Kini, seluruh wilayahnya tertanami pepohonan yang sangat lebat.

3. Trek sulit

Masalah kesulitan trek, Gunung Salak teramsuk yang paling sulit di Pulau Jawa. Terjal bebatuan di Gunung Salak cukup ngeri. Maka dari itu, tidak terlalu banyak pendaki yang rela menghabiskan akhir pekannya ke Gunung Salak. Pendaki umumnya lebih memilih ke Gunung Gede atau Pangrango, yang sebenarnya jauh lebih tinggi daripada Gunung Salak, tapi treknya lebih mudah

Untuk mencapai puncak Salak, kamu bisa mengawali pendakianmu dari jalur Girijaya (Curug Pilung), atau bisa melewati jalur Pasirreungit (Bogor). Ada juga pilihan jalur yang lebih enak dan cepat, yaitu lewat jalur Cidahu (Sukabumi) dan juga jalur Kutajaya (Cimelati).

Nah Gaess, sebelum memutuskan untuk mendaki sebaiknya kalian izin dulu dengan kuncen yang menjaga Gunung Salak. Jaga-jaga demi keselamatan!

BACA JUGA: 5 tips mudik ke Sukabumi agar rusak jalan gak sampai bikin rusak badan

4. Banyak mitos

Mbah Idim Dimyati, juru kunci makam keramat di Gunung Salak, mengatakan bahwa siapapun yang hendak mendaki gunung ini harus meminta izin dulu demi keselamatan mereka sendiri. Pasalnya dibandingkan gunung lainnya, Gunung Salak memiliki daya magis yang tidak bisa diterima oleh logika.

Selain terdapat makam keramat Kyai Eyang Santri dan Muhammad Hasan Basri atau yang biasa dikenal Mbah Gunung (Salak), masyarakat sempat dikejutkan dengan penemuan sosok seekor babi hutan sebesar truk tronton! Ada pula seekor ular emas yang dipercaya sebagai penunggu gunung tersebut yang pernah menampakkan sosoknya.

Selain itu, menurut mitos yang beredar di masyarakat, gunung ini merupakan tempat bertapa dan bersemayamnya prajurit Padjajaran dan orang-orang sakti berilmu tinggi pada masa lalu. Hmmm..ngeri juga ya.

BACA JUGA: Gaess, ini dia 5 orang Belanda yang punya kedekatan dengan sejarah Sukabumi

5. Jangan makan buah salak

Selain bersikap arogan, ada pantangan lain yang harus kamu patuhi. Jangan sesekali menanyakan di mana buah salak! Hmmm…!

Selain itu, Mbah Idim mengatakan bahwa pendaki yang hendak mendaki Gunung Salak, nggak boleh sombong dengan menganggap remeh gunung tersebut. Ada pantangan yang perlu kalian patuhi, katanya. Seperti memetik bunga anggrek sepanjang perjalanan dan juga bertanya soal buah salak. Ketika kamu nggak bisa menerima dan mematuhi peraturan yang ada, kamu akan berjalan memutar di sekitar tempatmu berdiri, berulang kali.

Wah…wah…penasaran? Silakan dicoba dengan hati-hati ya, Gaess! (dari berbagai sumber)

Egi GP

Egi GP

Lahir di Sukabumi, 14 Mei 1978. Mantan Jurnalis Harian Merdeka, dan kini bekerja di PT Yudhistira Ghalia Indonesia sebagai editor. Ayah dua anak ini menamatkan pendidikannya di SMP Mardi Yuana Cicurug, SMA Negeri 3 Bogor, dan kuliah Jurusan English Literature di Universitas Negeri Jember, Jawa Timur. Untuk menyalurkan hobinya menulis, Egi menjadi kontributor di sukabumiXYZ.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *