5 tips mudik ke Sukabumi agar rusak jalan gak sampai bikin rusak badan

Selalu awali harimu dengan Basmalah ya, Gaess.

Lebaran tinggal tiga hari lagi, Gaess. Lagi musim mudik, juga musim benerin jalan. Warga Sukabumi pun pada mudik ke kampung kita bersama, Sukabumi.

Sanak saudara dari gen XYZ semua bersua. Di meja makan pun ketemu dengan berbagai lauk pauk yang bagi sebagian orang cuma bisa nikatinnya setahun sekali.

Tapi, sebelum bertemu dengan itu semua, para pemudik juga pengguna jalan lainnya harus ketemu dengan rusaknya jalan di Kabupaten Sukabumi, yang rutin rusak sekaligus rutin diperbaiki setiap tahun.

Permasalahan jalan rusak bukan kasus lokal yang dicermati oleh warga Sukabumi saja, bahkan sering diberitakan media nasional. Solusi sudah dijalankan pemerintah buat ngebenerin jalan yang nantinya akan rusak lagi. Alasan mengapa rusak dan solusi perbaikan pun sudah dipahami para ahli.

“Warga Sukabumi pun berusaha memahami dan memberikan solusi awam untuk diri sendiri menghadapi jalanan rusak tersebut,” ujar Muhamad Yusuf, warga Kampung Kadudampit, Desa Kadununggal, Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi kepada sukabumiXYZ.com, Senin (11/6/2018).

Berikut adalah lima tips aman mudik melintasi jalan rusak terutama pengguna roda dua versi Yusuf:

BACA JUGA: 5 jenis usaha di Sukabumi yang ketiban rezeki Lebaran

1. Hafalkan lubang lalan

Bagi yang sudah sering melewati jalan rusak, pasti sudah hafal titik-titik mana saja yang rusak. Bahkan gak sekadar rusak biasa, tapi juga bolong-bolong berukuran gaban.

Bagi yang belum pernah lewatin suatu jalan, ada baiknya gak terlalu sotoy bawa kendaraan ya, Gaess. Karena belum tau titik sebelah mana saja yang rusak. Tau-tau nanti velg udah goyang-goyang, atau bisa lebih parah lagi, bikin kalian terjatuh dan luka badan. So, be careful!

2. Siaga

Medan jalan yang dulu dengan sekarang yang kita lewatin mungkin ada perubahan. Apalagi setelah lepas kondisi lalu lintas yang padat, bisa bikin kita gak sabaran. Pengennya nyalip aja. Biar cepet sampe. Dan kesabaran benar-benar diuji kalau di depan kita kendaraan asap knalpotnya hitam dan bau. Greget deh.

“Tapi mending sabar aja daripada nyalip dengan memacu kendaraan, malah bisa fatal akibatnya. Udah sering terjadi kecelakaan akibat nyalip dan gak hapal kondisi jalan. Untungnya kalau masih babak belur. Kalau udah maot, mana untungnya,” kata Yusuf.

BACA JUGA: Mangkrak 18 tahun, ini 5 catatan jalan panjang pembangunan Tol Bocimi

3. Pinggir jalan berlubang

Kalau kalian hafal jalanan di kabupaten Sukabumi, pasti bisa ngerasa kalau yang sering berlubang yaitu di bagian sisi atau bahu jalan. Dari mulai aspal menggelembung, sampai lubang-lubang yang cukup dalam yang bisa bikin ban rusak.

Nah, hati-hati ya, Gaess, karena niat hati nyalip kendaraan di depan, eh malah kejeblos lobang. Ban bocor! Duh, gak cantik lagi deh.

4. Kondisi lampu

Sebelum berkendara, coba cek kendaraan kalian, termasuk kondisi lampu. Kalau naik angkutan publik, ada baiknya perhatikan terlebih dahulu kelayakan mobil yang kalian tumpangi.

“Karena di wilayah Kabupaten Sukabumi masih minim penerangan jalan, jangan sampai pas sudah jalan, lampu kendaraan mati saat malam hari dan jauh dari bengkel? Bisa horor kejadian selanjutnya,” imbuh pehobi motor antik tersebut.

BACA JUGA: Ini 5 menu ikan asin peda istimewa, layak menjadi favorit orang Sukabumi

5. Saling ngingetin

Terakhir alias pamungkas, solusi saat melintasi jalan rusak yaitu saling mengingatkan sesama pengguna jalan. Kalau ngeliat batu atau ranting berukuran besar di jalanan, sebaiknya jangan asal dilewatin begitu aja. Siapa tau itu amanah dari Tuhan buat kita. Mending cek keadaan sekitar, sekiranya aman, turun dulu aja buat nyingkirin itu.

Baiknya kita sekalian menyadari, bahwa rusaknya jalan tidak hanya akan merusak si jalan itu sendiri, tapi juga kendaraan, waktu tempuh, ekonomi, dan keselamatan pengguna jalan.

Generasi XYZ yang keren pasti bisa ngelakuin hal baik untuk diri sendiri juga sesama. Jangan lupa selalu awali hari dengan Basmalah ya, Gaess.

  • 5
    Shares
Glyn

Glyn

Glyn lahir di Cicurug, 19 Agustus 1984. Ia tinggal di Cicurug, Kabupaten Sukabumi, seorang ibu muda yang gaul, hobi menulis dan bikin cerpen. Glyn juga menjadi pendidik di kota tempat tinggalnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *