5 jenis usaha di Sukabumi yang ketiban rezeki Lebaran

Rezeki tahunan yang melimpah.

Lebaran hanya tinggal hitungan hari ya, Gaess. tapi “aromanya” sudah tercium sejak satu pekan lalu. Redaksi mencatat setidaknya lima kelompok usaha mendapat rezeki melimpah menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1439 H/2018 ini.

Ini dia mereka yang kecipratan rezeki Lebaran, Gaess.

1. Penjual pakaian

Ya, karena identik dengan baju baru, maka setiap menjelang Lebaran, pusat-pusat perbelanjaan yang menjual pakaian selalu didatangi pembeli. Dari mulai paar semi modern Cicurug, CIbadak, Parungkuda, dan Palabuhanratu, hingga sekelas Ria Busana dan Ramayana Cibadak, semua dijubeli para pembeli yang dating silih berganti.

Pantauan sukabumiXYZ.com, antrian panjang selalu terjadi di tempat-tempat pembayaran atau kasir.

BACA JUGA: Wanita Sukabumi berani memukau saat Lebaran dengan 5 model rambut pendek sebahu ini

2. Tukang permak pakaian

Terkadang kita menyukai model pakaian, namun sayangnya ukuran yang pas dengan tubuh kita sudah habis diborong pembeli, sehingga akhirnya kita pun memilih pakaian dengan ukuran yang sedikit lebih besar. Solusinya, mau tidak mau membawanya ke tukang permak agar ukuran pakaian menjadi lebih serasi dengan bentuk tubuh.

Tukang permak juga menjadi solusi manakala baju Lebaran pemberian gebetan atau calon suami ternya terlalu longgar. Untuk yang satu ini diakui penjahit pakaian di Kampung Pamatutan RT 20/08, Desa/Kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi, Arif Rahman (58). Diakuinya, pendapatan menjelang lebaran ini meningkat hingga belasan kali lipat.

BACA JUGA: Warga Sukabumi Lebaran sebentar lagi, ini lebaran unik di 5 negara

3. Pedagang pasar tradisional

Selain baju baru, Lebaran juga identic dengan makanan serba enak. Kebiasaan ini tentu menjadi berkah tersendiri bagi para pedagang pasar tradisional. Walaupun Lebaran tinggal beberapa hari lagi, namun penjualan terus meningkat, terutama bagi para penyelenggara paket lebaran dan untuk memanjakan sanak saudara yang baru pulang mudik.

Tak heran jika sejak Jumat (4/6/2018) lalu, pasar-pasar tradisional pun ramai didatangi pembeli.

BACA JUGA: Gen Y Sukabumi mesti aware, ini 5 masalah lingkungan terbesar abad ini

4. Pengusaha kuliner

Menjelang akhir Bulan Ramadhan, selain pusat-pusat perdagangan yang menjual pakaian dan kebutuhan sehari-hari, pusat-pusat jajanan kuliner juga terus dibanjiri pembeli.

Kondisi tersebut mulai terlihat terus meningkat sejak sepekan lalu, setelah batas akhir pencairan tunjangan hari raya (THR), sehingga banyak warga Sukabumi yang memilih berbuka puasa di luar rumah.

Di kawasan Food Street Cibadak misalnya, penjual Ayam Geprek Abah Dadan (50) mengaku, omsetnya meningkat tiga kali lipat. Jika hari-hari biasa ia menjual hanya sekira 20 kg ayam saja, dalam pecan terakhir penjualannya melonjak hingga 60 kg per hari.

BACA JUGA: Warga Sukabumi menanti Piala Dunia 2018 Rusia? Ini jadwal lengkapnya

5. Tukang ojek dan parkir

Meningkatnya aktivitas pergerakan manusia di jalan, menjadikan jalanan di Sukabumi macet di banyak titik. Kondisi tersebut menjadikan para tukang ojek mulai menikmati peningkatan pendapatan berlipat.

Lonjakan pendapatan juga diperoleh para tukang parkir di banyak titik keramaian. Membludaknya kunjungan pembeli ke pusat-pusat perbelanjaan, membuat banyak kendaraan tercecer hingga parker di badan jalan. Akibatnya, kemacetan parah terjadi di banyak titik di Kota dan Kabupaten Sukabumi.

Gimana menurut kamu, Gaess? Jumat dan Sabtu kemarin terjebak kemacetan parah kan? Makanya, menjelang malam takbiran mendingan itikaf aja di masjid ya. Hahaha.

  • 4
    Shares
Bagea Awi Dan Heni

Bagea Awi Dan Heni

Lahir di Sukabumi, 31 Agustus 2005. Anak pertama dari tiga bersaudara ini, masih tercatat sebagai siswi kelas delapan sekolah menengah pertama. Untuk menyalurkan hobi menulis, Bagea menjadi Reporter Cilik sukabumiXYZ.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *