Habibi, Dini, dan 5 tanjakan maut di Sukabumi

Dikenal maut karena kerap terjadi kecelakaan yang berakibat pada korban jiwa.

Gaess, Sukabumi, terutama di wilayah kabupatennya, mempunyai topografi daratan yang berbukit-bukit. Maka, tidak mengherankan jika di berbagai ruas jalan di seluruh wilayah Kabupaten Sukabumi banyak terdapat tanjakan atau turunan/pudunan tajam dan curam, juga kelokan yang hampir membentuk huruf U (U-turn).

Jumlah tanjakan tajam dan curam di Sukabumi bisa mencapai puluhan. Namun demikian, lima tanjakan berikut dikenal maut karena kerap terjadi kecelakaan yang berakibat pada korban jiwa. Rem blong dan kondisi kendaraan yang tidak maksimal kerap menjadi penyebab kecelakaan maut di tanjakan-tanjakan ini. Kalian mesti hapal tanjakan-tanjakan ini agar hati-hati jika harus melaluinya.

BACA JUGA: Dari Sukabumi sampai Cianjur dan buron 22 tahun, 5 fakta penjahat legendaris Eddy Sampak

[1] Tanjakan Dini

Sepanjang 33 km jalan menuju Ciletuh Geopark (pantai Palangpang) melalui jalur Loji (Kecamatan Simpenan) terdapat banyak tanjakan dan kelokan. Tanjakan yang kini paling terkenal di jalur menuju Ciletuh Geopark yang kabarnya menelan biaya Rp200 miliar itu, diberi nama tanjakan Dini. Rupanya tanjakan itu memiliki cerita pilu nan tragis.

Tanjakan Dini tepatnya berada di daerah Girimukti, Kecamatan Ciemas. Tanjakan ini memiliki tingkat kecuraman sangat tinggi apabila dibandingkan dengan tanjakan-tanjakan lain di jalur yang sama. Sebelum disebut tanjakan Dini warga sekitar menyebutnya dengan nama tanjakan Legok. Entah siapa yang kemudian pertama kali menyematkan nama Dini.

Dini berasal dari nama seorang ibu muda, warga Girimukti yang tewas dalam kecelakaan di tanjakan tersebut. Dini tewas seketika bersama jabang bayi yang dikandungnya saat mobil jenis Colt Mini L300, terbalik dan jatuh ke jurang lantaran tidak mampu menapaki tanjakan tersebut. Innalillahi.

BACA JUGA: Ada wisata 1000 Kolecer Gaess, ini 5 fakta Kecamatan Bojonggenteng Sukabumi

[2] Tanjakan Cisarakan

Tanjakan Cisarakan berada di jalur alternatif Cikidang, tepatnya berada di Desa Buniwangi, Kecamatan Palabuhanratu. Tanjakan/pudunan dan juga kelokan berbentuk huruf S sejak dulu dikenal sangat rawan. Tanjakan dan turunannya sangat tajam sehingga banyak kecelakaan terjadi sampai merenggut nyawa, walau sudah dipasang rambu-rambu tanda bahaya rawan kecelakaan.

Itulah mengapa pihak yang berwajib melarang kendaraan yang sudah tua dan tidak maksimal kondisinya untuk melewati jalur alternatif Cikidang. Pihak kepolisian dan dishub juga menyiapkan anggotanya untuk membantu pengendara di tanjakan ini, terutama saat arus padat seperti libur hari raya dan tahun baru.

BACA JUGA: Mangkrak 18 tahun, ini 5 catatan jalan panjang pembangunan Tol Bocimi

[3] Tanjakan Habibi

Ya, nama Habibi memang diambil dari Presiden ke-3 Indonesia BJ Habibie. Tanjakan yang juga berada tepat menuju Puncak Habibie berada di Palabuhanratu berbatasan dengan Cisolok, jalur menuju Kabupaten Lebak, Banten.

Tanjakan Habibi adalah salah satu tanjakan legendaris di Sukabumi. Buat kalian yang mau ke Sawarna mesti lewat tanjakan ini. Kenapa dinamakan tanjakan Habibi? Karena Gaess, saat melewati tanjakan ini kalian akan berjumpa dengan menara radio yang dibangun di masa Pak Habibie. Nah, makanya dinamakan tanjakan Habibi termasuk juga puncak bukitnya dinamakan yang sama.

Walau tanjakannya termasuk seram, namun sepadan dengan view yang tersaji di puncak Habibi. Kalian bakal melihat teluk Pelabuhanratu dari atas. Wah, indah sekali pokoknya.

BACA JUGA: Band anak MTs andalkan lagu religi, ini 5 info SMATA17 Jampang Kulon Sukabumi

[4] Tanjakan Baeud

Tanjakan ini berada di jalan Palabuhnaratu km 31, Kecamatan Warungkiara. Orang Sukabumi pasti hapal dengan tanjakan ini. Namanya saja Baeud, katanya saat melewati tanjakan ini orang akan “baeud” alias cemberut karena ngeri. Nah, walau kondisinya sekarang sudah jauh lebih baik, dan tidak terlalu curam tanjakannya, namun tetap saja sering terjadi kecelakaan di tanjakan ini.

Pihak dishub pun tak pernah bosan menghimbau kepada masyarakat pengguna jalan utnuk berhati-hati saat melintasi tanjakan Baeud. Penyebab kecelakaan secara fisik adalah konstruksi jalan yang berbelok tajam dan menanjak. Selain itu, di sepanjang sisinya bagian kiri nampak tebing yang sewaktu-waktu terjadi longsor. Hati-hati ya, Gaess!

BACA JUGA: Gaess, ini 5 catatan ihwal Kerajaan Jampang Manggung Kabupaten Sukabumi

[5] Tanjakan Cipeucang

Sama seperti tanjakan Dini, tanjakan Cipeucang juga berada di jalur menuju Ciletuh Geopark. Bedanya, tanjakan Cipeucang melalui jalan Ciemas, bukan loji. Tepatnya, tanjakan Cipeucang berada di wilayah Desa Mekarsakti, Kecamatan Ciemas.

Di tanjakan ini juga kerap terjadi kecelakaan, baik tunggal maupun banyak. Truk yang kondisinya tidak maksimal dan bermuatan berat kerap celaka di daerah ini. Selain jalannya yang curam menanjak, juga relatif licin jika saat hujan. Ancaman lainnya adalah longsoran dari tebing kanan kiri jalan. Kalian mesti super hati-hati Gaess kalau melewati tanjakan ini.

Nah, masih banyak sebenarnya tanjakan lain di Sukabumi, Gaess. Setidaknya lima tanjakan di atas menjadi peringatan buat kita agar selalu berhati-hati dalam melakukan perjalanan.

[dari berbagai sumber]

Egi GP

Egi GP

Lahir di Sukabumi, 14 Mei 1978. Mantan Jurnalis Harian Merdeka, dan kini bekerja di PT Yudhistira Ghalia Indonesia sebagai editor. Ayah dua anak ini menamatkan pendidikannya di SMP Mardi Yuana Cicurug, SMA Negeri 3 Bogor, dan kuliah Jurusan English Literature di Universitas Negeri Jember, Jawa Timur. Untuk menyalurkan hobinya menulis, Egi menjadi kontributor di sukabumiXYZ.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *