Wow, Sukabumi punya kampung anti-begal, ini 5 infonya

CCTV bakal dipasang di berbagai sudut kampung guna mengantisipasi aksi begal.

Aksi keji bengal yang kerap merugikan tak secara meteri tetapi juga merenggut nyawa korban, membuat masyarakat gelisah. Salah satu solusi coba diimplementasikan oleh sebuah perusahaan jasa kamera pengaman, Image CCTV Sukabumi.

Ini dia lima infonya yang mesti warga Sukabumi tahu.

1. Kampung anti-begal

Kota Sukabumi bakal mempunyai Kampung Antibegal. Program ini digagas oleh Image CCTV Sukabumi, sebuah perusahaan jasa CCTV yang beralamat di Jalan Pelabuhan, Begeg, Kota Sukabumi, Jawa Barat. Menurut pihak Image CCTV Sukabumi, Kampung Antibegal ini merupakan implementasi dari program corporate social responsibility (CSR) perusahaannya kepada Kota Sukabumi.

BACA JUGA:

5 fakta diduga disetrika atasan, kasus buruh garmen di Parungkuda Sukabumi berujung mediasi

Viral video pembacokan di Sukabumi, begini nasib palaku dan 5 faktanya

5 fakta Januari-Juli 2018 ada 24 kasus kekerasan seksual di Kabupaten Sukabumi

2. Launching bulan ini

Pihak Image CCTV Sukabumi berencana segera me-launching program ini dalam bulan ini. “Insya Allah, kami akan mencanangkan program Gerakan Kampung Anti Begal. Saat ini sedang digarap dan tidak lama lagi akan launching,” ujar perwakilan Image CCTV Sukabumi seperti dikutip dari Antara.

3. Merespon maraknya aksi begal

Program Kampung Antibegal dicetuskan menyikapi masih maraknya aksi begal yang kerap meresahkan masyarakat di Kota Sukabumi dan sekitarnya. Tidak hanya merampas harta benda korban, para begal pun nekad menghabisi nyawa korbannya tersebut.

Rencananya sejumlah kampung di Kota Sukabumi akan dipasang beberapa unit kamera CCTV untuk memantau situasi terkini di kampung tersebut.

BACA JUGA:

Maraknya street crime di Kota Sukabumi terkait narkoba, ini 5 infonya

Kesulitan ekonomi penyebab gangguan jiwa di Sukabumi, ini 5 faktanya

Dicabuli pacar ibunya, ini 5 info siswi SD di Cibadak Sukabumi alami depresi

4. Baro jadi percontohan

Rekaman CCTV bisa jadi bukti digital forensik untuk kepolisian untuk mengungkap siapa pelaku begal tersebut. Kabarnya, Baros akan menjadi kampung pilot project gerakan Kampung Antibegal tersebut. Pasalnya kebetulan di Baros sudah cukup banyak rumah yang memasang kamera CCTV.

Selain itu juga akan memasang semacam papan reklame yang isinya peringatan, ‘Kampung Ini Diawasi CCTV, Begal Dilarang Masuk.’

5. Aksi begal sangat meresahkan

Program Kampung Antibegal dinilai sangat positif mengingat masih maraknya aksi pembegalan yang membuat warga Kota Sukabumi resah. April lalu, contohnya, Fikri Firdaus (23) warga Kota Sukabumi, nyaris jadi korban aksi pembegalan yang dilakukan tiga orang, korban yang berprofesi sebagai ojek online ini sempat ditodong dan terkena sabetan pisau pelaku. Beruntung, aksi kejahatan tersebut keburu tepergok warga.

Semoga saja begal-begal itu bisa ditangkapi dan Kota Sukabumi bisa bebas dari begal ya, Gaess! (dari berbagai sumber)

Egi GP

Egi GP

Lahir di Sukabumi, 14 Mei 1978. Mantan Jurnalis Harian Merdeka, dan kini bekerja di PT Yudhistira Ghalia Indonesia sebagai editor. Ayah dua anak ini menamatkan pendidikannya di SMP Mardi Yuana Cicurug, SMA Negeri 3 Bogor, dan kuliah Jurusan English Literature di Universitas Negeri Jember, Jawa Timur. Untuk menyalurkan hobinya menulis, Egi menjadi kontributor di sukabumiXYZ.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *