Hazard hengkang sampai stadion kosong, 5 drama final Liga Europa

Chelsea sukses tekuk Arsenal dengan skor 4-1 dan sukses merengkuh trofi Liga Europa.

Chelsea sukses mengakhiri ajang Liga Europa musim dengan sempurna. Oleh karena itu, trofi juara yang baru direbut adalah hadiah yang pantas untuk The Blues. Di final dinihari tadi (Kamis, 30 Mei), Chelsea dengan meyakinkan mengalahkan Arsenal 4-1 di Baku Olympic Stadium. Gol Chelsea dicetak oleh Oliver Giroud, Pedro Rodrigues dan Eden Hazard (2), sedangkan satu gol balasan Arsenal dicetak Alex Iwobi.

Di sisi lain, ada banyak drama terjadi menyertai laga Chelsea vs Arsenal. Berikut lima drama yang dirangkum sukabumiXYZ.com dari berbagai sumber.

[1] Hazard: goog bye, Chelsea!

Salah satu drama paling menyita perhatian terutama fans Chelsea usai final Liga Europa adalah masa depan sang bintang, Eden Hazard. Nah, Hazard pun telah memberi indikasi kalau ia sudah memainkan laga terakhirnya untuk Chelsea. Saat ditarik keluar pada menit ke-89, Hazard melambaikan tangan ke arah suporter Chelsea. Ia pun dapat standing ovation dari fans The Blues yang menyanyikan namanya.

Hazard memang sedang santer dikabarkan bakal meninggalkan Chelsea pada musim panas ini. Pemain 28 tahun itu pun menyatakan bahwa ia sudah membuat keputusan sedang ‘menunggu kedua klub’. “Mimpiku adalah bermain di Premier League dan aku sudah melakukannya untuk salah satu klub terbesar, jadi mungkin ini adalah saatnya untuk tantangan baru,” katanya.

Well, nampaknya Hazard betul-betul akan pergi dari Chelsea. Dan kehilangan Hazard bukan hanya merugikan Chelsea tetapi juga Liga Inggris.

[2] Stadion Baku kosong, UEFA dicaci

Fans kedua tim Chelsea dan Arsenal yang notabene berasal dari kota yang sama London, mencaci maki badan sepakbola Eropa (UEFA) perihal penyelenggaraan final di Baku, Azerbaijan. Pasalnya selain aksesnya sulit dijangkau dari London, juga jatah tiket yang dibatasi. Walhasil ketika pertandingan banyak kursi kosong di Stadion Baki Olimpiya Stadionu, habislah UEFA dicaci maki.

Penonton yang hadir hanya sekitar 50 ribuan, sementara stadion tersebut memili kapasitas sampai 100 ribu lebih. Tak ayal kamera pun menangkap beberapa sudut di stadion nampak kosong tanpa penonton. Hal ini sebenarnya juga menjadi bahan evaluasi UEFA sebagai penyelenggara.

[3] Akhirnya Sarri punya trofi

Kesuksesan Chelsea merengkuh trofi Liga Europa mempunyai arti tersendiri bagi manajer Maurizio Sarri. pasalnya, setelah 29 tahun menjalani karier sebagai pelatih, Sarri akhirnya meraih trofi pertamanya. Selain itu, piala pertama diraih Sarri dengan penuh gaya. Selain dengan skor besar, Sarri menundukkan Unai Emery yang dikenal sebagai spesialis Liga Europa yang sudah mengoleksi tiga juara bersama Sevilla.

Sarri sendiri mengawali karier melatihnya di Stia pada musim 1990/1991. Sejak saat itu dia banyak berganti tim, di mana Chelsea merupakan klub ke-19 yang dia besut. Nama Sarri mulai mencuat saat dia mengantar Empoli promosi ke Serie A dan kemudian menjadikan Napoli penantang Juventus untuk memperebutkan Scudetto.

Nah, meski dianggap sebagai salah satu pelatih terbaik di Italia dalam lima tahun ke belakang, dia gagal meraih trofi. Partenopei dua kali jadi runner up Liga Italia di 2015/2016 dan 2017/2018. Sementara di Chelsea dia juga hanya bisa mengantar sampai final Piala Liga Inggris, sebelum dikalahkan Manchester City.

[4] Arsenal gagal ke Liga Champions lagi

Sebenarnya Arsenal sangat berharap menjuarai Liga Europa. Pasalnya, laga itu jadi kesempatan terakhir Arsenal untuk bisa tampil di Liga Champions musim depan. Tapi kekalahan telak atas Chelsea membuat mereka harus kembali absen di ajang tertinggi di Eropa.

The Gunners gagal mendapat tiket ke Liga Champions dari klasemen akhir Liga Inggris setelah mereka musim ini hanya bisa finis di posisi lima. Ini adalah kali ketiga secara beruntun Mesut Oezil dkk gagal lolos kompetisi antarklub terbaik Eropa tersebut. Di 2017/2018 mereka finis keenam, sementara pada 2016/2017 menempati urutan lima.

Aturan UEFA menetapkan jika juara Liga Europa sudah lolos ke Liga Champions maka jatahnya akan diberikan pada negara yang menghuni posisi lima koefisien ranking UEFA (yang saat ini ditempati Prancis). Alhasil, Lyon yang finis ketiga di Ligue 1 dan sebelumnya harus merangkak dari babak kualifikasi akan menyusul Paris Saint Germain dan Lille lolos langsung ke fase grup.

[5] Cech akhiri karier tanpa trofi

Harapan kiper senior Petr Cech untuk menutup karier dengan trofi pun pupus usai Arsenal dikalahkan Chelsea. Sebelumnya, Januari lalu kiper asal Republik Ceko yang juga legenda Chelsea sudah mengumumkan keputusannya untuk pensiun di akhir musim.

“Saya bangga dengan diri saya sendiri dan saya bangga dengan cara saya bermain hari ini karena ketika Anda memainkan laga terakhir dalam karier di final, ada banyak tekanan dan spekulasi,” ujar Cech kepada BT Sport.

Kabarnya, usai pensiun sebagai pemain Cech akan kembali berkarier di Chelsea di manajemen. Cech digadang-gadang bakal jadi Direktur Olahraga Chelsea.

[dari berbagai sumber]

Egi GP

Egi GP

Lahir di Sukabumi, 14 Mei 1978. Mantan Jurnalis Harian Merdeka, dan kini bekerja di PT Yudhistira Ghalia Indonesia sebagai editor. Ayah dua anak ini menamatkan pendidikannya di SMP Mardi Yuana Cicurug, SMA Negeri 3 Bogor, dan kuliah Jurusan English Literature di Universitas Negeri Jember, Jawa Timur. Untuk menyalurkan hobinya menulis, Egi menjadi kontributor di sukabumiXYZ.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *