Jangan buang sampah sembarang, 11 wisatawan di Palabuhanratu Sukabumi disengat ubur-ubur mematikan

Jika tersengat, lukanya jangan diusap karena bisa mempercepat penyebaran racun.

Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) Palabuhanratu memberikan peringatan kepada wisatawan agar hati-hati bila berenang di pantai. Pasalnya, ditemukan penampakan ubur-ubur di Pantai Karangpapak yang berdekatan dengan lokasi wisata Karanghawu, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi. Peringatan dikeluarkan setelah pihak Balawista menemukan ubur-ubur mati di pinggiran Pantai Karangpapak.

Nah, seberapa berbahaya sih ubur-ubur ini, Gengs? Cek kuy lima faktanya.

[1] Ubur-ubur beracun mengintai wisatawan

Penemuan bangkai ubur-ubur di Pantai Karangpapak, Kecamatan Cisolok, mendorong pihak Balawista melakukan pengecekan hingga ke tengah lautan. Hasilnya sungguh di luar dugaan, Gaess. Saat diperiksa, kian ke tengah lautan, ubur-ubur tersebut semakin banyak. Hal ini dikhawatirkan akan mengancam wisatawan yang berenang di pantai.

“Dikira hanya di pinggir pantai, namun saat di cek ke tengah ternyata ubur-ubur itu banyak,” terang Kepala Operasional dan SDM Balawista, Asep Edom kepada wartawan.

Petugas di pos sigap mengabarkan dan meminta wisatawan untuk keluar dari air. Hal ini karena dikhawatirkan wisatawan yang tengah berenang terkena sengatan hewan beracun tersebut.

[2] Belasan wisatawan di Pantai Karanghawu disengat ubur-ubur

Pengunjung Pantai Wisata Karanghawu, Kecamatan Cisolok yang ramai dipadati wisatawan yang berenang merasa terusik dengan kehadiran kawanan ubur-ubur ini.

“Binatang laut yang terlihat lunak itu secara tiba-tiba bisa menyerang ketika berenang di pantai. Dari laporan petugas di Pos Pantai Karanghawu, hingga sekarang sudah 11 orang disengat ubur-ubur itu,” ujar Kepala Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpol Airud) Polres Sukabumi AKP Amran Kusnandar, Sabtu (8/6/2019).

Editor’s Picks:

[3] Jangan langsung dipegang, beracun dan mematikan

Nah, Gengs, buat kamu yang menemukan ubur-ubur dipasir pantai, jangan langsung dipegang tanpa pelindung seperti sarung tangan. Jika tersengat, lukanya jangan diusap karena bisa mempercepat penyebaran racun. Racun ubur-ubur yang ditemukan di pantai itu cukup aktif di dalam tubuh karena langsung menyebar di dalam darah. Apalagi jika ada orang yang kondisinya kurang sehat, racunnya bisa cepat menyebar ke jantung.

Jika Gen XYZ Sukabumi tersengat, segera melapor kepada petugas pantai atau medis terdekat agar bisa diberikan pertolongan pertama seperti membasuh luka sengatan itu dengan cuka agar racunnya tidak cepat menyebar dalam tubuh.

[4] Man of War (physalia physalis)

Hewan laut beracun ini juga dikenal sebagai ubur-ubur Botol Biru. Penamaan Man of War diperoleh dari kesamaan tubuhnya, dengan bentuk kapal perang layar milik Portugis yang ditemukan di lautan air hangat tengah mengapung di permukaan lautan terbuka. Kapal ini tidak memiliki alat kemudi sendiri dan sepenuhnya bergantung pada angin, dan arus.

Hewan ini biasanya hidup di daerah tropis dan subtropis dari Samudra Pasifik dan Hindia, dan Aliran Teluk Atlantik utara, meskipun ditemukan di lautan hangat di seluruh dunia. Kantung udara menahan kepala di atas air dan bertindak sebagai layar, sementara sisa organisme berada di bawah permukaan.

Karena umumnya hidup di perairan hangat, diduga hewan tidak bertulang belakang ini berenang ke pantai karena kondisi air laut pantai selatan yang dingin.

[5] Penyu harus kita lindungi dari sampah plastik

Apa sih sebenarnya fungsi penyu bagi kehidupan manusia? Penyu itu mempunyai peran penting dalam menjaga ekosistem laut yang sehat. Contohnya Penyu Hijau yang banyak terdapat di Pantai Pangumbahan, Kabupaten Sukabumi, menjaga keberlangsungan hidup rumput laut. 
Rumput laut memiliki fungsi penting yaitu perkebangbiakan ikan dan kerang, lalu rumput laut juga dapat menyerap emisi karbon dalam jumlah besar, sehingga memperlambat pemanasan global.

Ketika penyu hijau merumput mereka membantu menambah nutrisi dan membantu produktifitas rumput laut. Selain itu, Penyu adalah hewan yang tugasnya memakan binatang seperti ubur-ubur yang memakan ikan kecil. Ketika ikan kecil banyak yang di makan ubur-ubur maka semakin lama kian berkurang jumlah ikan di laut.

Tetapi sayangnya, Gaess, penyu tidak bisa membedakan kantong plastik dan ubur-ubur, penyu juga melihat kantong plastik terlihat seperti ubur-ubur yang lezat. dan jika penyu menelan sampah plastik akan bisa sangat mematikan bagi penyu. Selain itu, jika penyu banyak mengonsumsi sampah plastik, maka ubur-ubur akan berkembang biak tak terkendali, hingga akhirnya menyengat tubuh kalian yang tengah asyik berenang di pantai.

Semoga informasi ini bisa menggerakkan hati kita untuk terus memperhatikan lingkungan sekitar untuk kehidupan yang lebih baik ya Gengs!

[dari berbagai sumber]

Feryawi Heryadi

Feryawi Heryadi

FERYAWI HERYADI adalah Pemimpin Redaksi sukabumiXYZ.com. Lahir di Sukabumi pada 17 Agustus 1975. Fery lebih berpengalaman di bidang disain grafis, pertama kali mempelajari disain grafis di Koran Republika, setelah itu menimba ilmu dan pengalaman disain grafis dari banyak media lokal, nasional, hingga regional. Pernah bekerja di Koran Investor Daily, majalah SINDO Weekly (MNC Grup), Majalah BUMN Insight, Pantau.com, Jakarta. FERYAWI kini sebagai konsultan disain grafis untuk beberapa perusahaan di Jakarta, serta konsultan media dan digital marketing Universitas Nusa Putra. Silakan klik www.feryheryadi.com untuk cek portofolio.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *