Ngeri Gaess, IRT di Sukabumi bacok suami dengan kapak, cek 5 infonya

Pelaku sempat diikat karena mengamuk dan berubah menjadi sangar.

Wah, ternyata kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) bukan hanya dilakukan suami kepada istri, atau orangtua terhadap anaknya ya, Gengs. KDRT juga bisa menimpa suami yang dilakukan oleh istrinya. Ihhh, Ngeri ya, Gaess.

Kasus terbaru terjadi di Cikidang, Kabupaten Sukabumi, Gengs. Seorang istri membacok suaminya berulang-ulang dengan menggunakan kapak. Duh… Bagaimana sih, kok bisa terjadi begitu? Simak kuy lima infonya.

[1] KDRT, Maman dibacok istri dengan kapak

Kasus kekerasan memilukan kalbu terjadi di Kampung Ciherang RT 10/09, Desa Gunung Malang, Kecamatan Cikidang, Minggu (14/7/2019) sekira pukul 07.30 WIB. Memilukan karena sang korban tidak lain merupakan suami dari pelaku itu sendiri.

Minggu, pukul 07.30 WIB, Maman (40) terkapar bersimbah darah dengan sejumlah luka di sekujur tubuhnya setelah dibacok bertubi-tubi istrinya sendiri, Aminah (43), dengan sebilah kapak. Beruntung warga bergerak cepat, Maman pun langsung dilarikan ke Puskemas, kemudian dirujuk ke RSUD Sekarwangi Cibadak.

Akibat peristiwa nahas yang dialaminya, ayah tiga anak itu mengalami luka terbuka kecil hingga luka terbesar yang membutuhkan hingga 20 jahitan. Bahkan, luka yang dideritanya tidak hanya di bagian tubuh, tetapi juga hingga bagian kepala. Kini ia harus menjalani perawatan, dan dilakukan photo CT scan.

[2] Pelaku berubah jadi sangar

Berdasarkan keterangan saksi yang masih saudara korban, saat kejadian sempat mendengar ada suara teriakan minta tolong. Saat didatangi, saksi sempat melihat aksi sadis tersebut, saat Am menyabetkan kapak bertubi-tubi ke korban.

Saksi menangkap kampak yang dipakai oleh pelaku. Tidak lama banyak tetangga berdatangan, kemudian korban di bawa ke rumah sakit sedangkan pelaku sempat diikat karena mengamuk dan berubah menjadi sangar. “Seperti orang keraksukan,” jelas saksi, dikutip dari Sukabumiupdate.com.

[3] Akibat kekesalan yang menumpuk

Sementara itu, hasil introgasi sementara terhadap pelaku, Aminah mengalami tekanan mental, akibat kekesalan yang terakumulasi kepada suaminya. Demikian diutarakan Kasatreskrim Polres Sukabumi AKP Yadi Kusyadi. Menurutnya, kasus terungkap saat Mimin (50), kakak korban, mendengar teriakan minta tolong dari rumah adiknya.

“Saksi kemudian mengamankan kapak yang digunakan untuk melukai adiknya itu. Tak lama tetangga berdatangan,” ungkap Yadi seperti dikutip dari Poskotanews.com.

Editor’s Picks:

Apa yang kau cari? 5 info geng motor Sukabumi berani tabrak kapolsek

5 info seputar kasus pembunuhan sadis tukang kopi di Cibadak Sukabumi

[4] Pengakuan salah seorang anak

Aksi Aminah dilakukan saat Maman tengah terlelap tidur. “Sedang tidur tiba-tiba saja dia mengayukan kapak ke kepala saya,” tutur Maman beberapa saat sebelum masuk ke ruang perawatan RSUD Sekarwangi.

Ia menyebut istrinya itu membabi buta mengayunkan kapak yang biasanya digunakan untuk membelah kayu. “Seperti kerasukan, langsung marah-marah dan menyerang. Sebelumnya enggak ada masalah apa-apa, saya yakin karena tidak sadar,” ujarnya.

Dikutip dari Detik.com, salah seorang anak Maman dan Aminah, Us, yang saat kejadian sedang tidur di kamar yang lain, sempat terbangun saat terjadi keributan di kamar orang tuanya. “Saya juga tidur dan terbangun, lihat bapak sudah begitu,” jelas Us.

[5] Pelaku terus mengamuk

Sehari sebelumnya, sambung AKP Yadi Kusyadi, maman juga mengalami luka. Hanya saja kepada setiap orang yang menananyakan penyebabnya, Maman mengaku dibacok orang tak dikenal. “Hasil introgasi sementara, pelaku melakukannya karena akumulasi kekesalan terhadap suaminya tapi masih kami dalami lagi keterangannya,” paparnya.

Am diduga mengalami depresi akut, sehingga pihak kepolisian berencana memeriksakan kondisi kejiwaan pelaku dengan memeriksakannya ke psikiater pada hari ini, Senin (15/7/2019). Sementara ini, Am masih diamankan di Mapolsek Cikidang.

[dari berbagai sumber]

Feryawi Heryadi

Feryawi Heryadi

FERYAWI HERYADI adalah Pemimpin Redaksi sukabumiXYZ.com. Lahir di Sukabumi pada 17 Agustus 1975. Fery lebih berpengalaman di bidang disain grafis, pertama kali mempelajari disain grafis di Koran Republika, setelah itu menimba ilmu dan pengalaman disain grafis dari banyak media lokal, nasional, hingga regional. Pernah bekerja di Koran Investor Daily, majalah SINDO Weekly (MNC Grup), Majalah BUMN Insight, Pantau.com, Jakarta. FERYAWI kini sebagai konsultan disain grafis untuk beberapa perusahaan di Jakarta, serta konsultan media dan digital marketing Universitas Nusa Putra. Silakan klik www.feryheryadi.com untuk cek portofolio.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *