Biawak raksasa sampai kolam lumpur, 5 fakta Pangleseran-Jampang Tengah Sukabumi


Feryawi Heryadi

Writed by: Feryawi Heryadi
Editor by: Feryawi
17 Mei 2018 | 17:45 WIB


Untung ada Puslatpur Marinir dan BLK Kehutanan, Gaess.

Di tengah gencarnya Kabupaten Sukabumi mempercantik kawasan Unesco Global Geopark (UGG) Ciletuh-Palabuhanratu, namun di bagian daerah lainnya malah seperti luput dari perhatian.

Gak usah jauh-jauh ya, Gaess, coba deh tengok jalur Pasar Pangleseran, Kecamatan Cikembar hingga Jampang Tengah. Dengan jarak sekira 20 km, sedikitnya kita akan menemukan lima hal ini selama perjalanan.

1. Kolam Lumpur

Setelah melewati Pasar Pangleseran kita akan menikmati jalan beton nan mulus. Tapi jangan happy dulu, Gaess, jalan mulus ini cuma bisa dinikmati sebentar, soalnya setelah melewati Desa Parakanlima, Kecamatan Cikembar, kita akan disuguhi bentangan jalan dalam keadaan rusak parah, saking parahnya beberapa ruas jalan terlihat seperti kolam berair lumpur.

Ironisnya kondisi ini sudah terjadi bertahun-tahun tanpa upaya perbaikan yang berarti, seperti disampaikan Nida Fitria (21), gadis asal Surade yang baru lulus dari Akademi Perawat di Kota Sukabumi mengatakan, secara rutin ia melewati ruas jalan ini dari awal kuliah hingga saat ini, Kamis (17/05).

“Seingat saya dari awal kuliah sampai lulus, jalan itu ya gitu-gitu aja, paling juga yang dekat pasar kondisinya sekarang baik.”

BACA JUGA: Intip yuk, Gaess, 5 Menu Sahur Politisi Hanura Kabupaten Sukabumi

2. Biawak Raksasa

Tenang, Gaess, biawak yang dimaksud adalah truk-truk jadul berukuran besar yang hilir mudik mengangkut bongkahan batu kapur dari lokasi penambangan menuju tempat pengolahan yang banyak tersebar di sekitar Kecamatan Jampang Tengah.

Oh iya, buat informasi aja nih, kawasan Jampang Tengah merupakan salah satu daerah pertambangan batu karst (kapur) di Kabupaten Sukabumi.

Truk-truk biawak ini akan mulai dijumpai saat memasuki Jampang Tengah. Tantangan tersendiri nih, Gaess, jika kendaraan kita ingin mendahului biawak ini di tengah kondisi jalan jelek dan sempit.

3. Kerusakan Alam

Memasuki Kecamatan Jampang Tengah kita juga akan disuguhi pemandangan alam berupa bukit-bukit tandus serta galian batu kapur di banyak tempat. Kerusakan alam yang terjadi di tempat ini adalah dampak dari aktivitas pertambangan batu kapur yang dilakukan oleh banyak perusahan.

BACA JUGA: Ngeri, 2 Tahun Berturut-turut dan 5 Kedekatan Teroris Sukabumi dan Cianjur

4. Asap Hitam

Batu kapur yang telah ditambang akan diolah dengan cara dibakar di dalam tungku-tungku raksasa, pembakaran ini menghasilkan asap hitam pekat. Jika semua tungku yang ada bersamaan beroperasi, kawasan ini akan dipenuhi asap hitam yang menutupi jarak pandang pengendara.

Duh, gimana kalau asapnya terhirup? Seram ya, Gaess.

5. Puslatpur Marinir dan BLK Kehutanan

Sesaat sebelum memasuki pusat kota Jampang Tengah, kita akan melewati Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) milik Pasukan Marinir TNI AL. Tidak jauh setelahnya kita akan melewati Balai Latihan Kehutanan milik Kementrian Kehutanan.

Beruntung ada dua tempat ini, di tengah lemahnya pengawasan lingkungan oleh Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Setidaknya kedua tempat tersebut seolah menjadi benteng sekaligus oase di tengah kerusakan alam akibat aktivitas penambangan di wilayah tersebut.

  • 4
    Shares
Feryawi Heryadi

Feryawi Heryadi

FERYAWI HERYADI adalah Pemimpin Redaksi sukabumiXYZ.com. Lahir di Sukabumi pada 17 Agustus 1975. Fery lebih berpengalaman di bidang disain grafis, pertama kali mempelajari disain grafis di Koran Republika, setelah itu menimba ilmu dan pengalaman disain grafis dari banyak media lokal, nasional, hingga regional. Pernah bekerja di Koran Investor Daily, majalah SINDO Weekly (MNC Grup), Majalah BUMN Insight, Pantau.com, Jakarta. FERYAWI kini sebagai konsultan disain grafis untuk beberapa perusahaan di Jakarta, serta konsultan media dan digital marketing Universitas Nusa Putra. Silakan klik www.feryheryadi.com untuk cek portofolio.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *