Derby London di negeri antah barantah, 5 fakta Final Liga Europa

Isu politik sampai isu SARA merebak menjelang laga final Europa yang berlangsung di Azarbaijan.

Kamis (30 Mei) dinihari nanti jam 02.00 WIB, kick off final Liga Europa akan dilakukan. Uniknya, dua finalis yang sama-sama asal kota London, Chelsea dan Arsenal, harus rela bermain jauh di ujung Eropa sana, yaitu kota Baku di Azerbaijan. Kenyataan itu ditambah lagi dengan berbagai isu lainnya membuat baik fans Chelsea maupun Arsenal berkeluh kesah.

Penasaran apa saja drama menjelang final Liga Europa? Berikut lima drama yang dirangkum Sukabumixyz.com dari berbagai sumber.

[1] Sengsaranya fans Chelsea dan Arsenal

Partai final Liga Europa musim ini akan dilangsungkan di Olympic Stadium, Baku Azerbaijan, Kamis (30/5) dini hari. Awalnya, fans kedua tim mengeluhkan alokasi tiket yang terbilang sedikit, yakni hanya 6.000 lembar. Padahal, jumlah kapasitas stadion bisa menampung 68.000 penonton.

Setelah tiket menonton, ternyata tidak ada penerbangan langsung ke Azerbaijan dari Inggris yang berjarak 2.468 mil itu. Bagi penonton yang hendak ke Azerbaijan, harus transit di Istanbul (Turki) atau Kiev (Ukraina) dan memakan waktu tidak kurang dari 10 jam. Jika setelah transit di Kiev, para fans ingin mengganti moda transportasi, tersedia pilihan menggunakan kereta api. Tapi, mereka harus menempuh perjalanan selama 51 jam.

Jika misal fans ingin menggunakan mobil menuju Baku dari London, setidaknya harus merasakan berkendara selama 56 jam, dengan melintasi berbagai negara seperti Belgia, Hungaria, Bulgaria dan Turki. Terakhir adalah harga penginapan di Ibu kota Azerbaijan sudah mengalami kenaikan harga jelang partai final. Waduh!

[2] Isu politik Henrikh Mkhitaryan

Di luar persoalan sepakbola, sebuah drama politis juga menyertai jelang laga Chelsea vs Arsenal di Azerbaijan. Adalah gelandang Arsenal, Henrikh Mkhitaryan yang dipastikan absen pada laga tersebut. Alasannya, Mkhitaryan terpaksa absen dalam laga penting tersebut karena alasan politik.

Untuk diketahui, negara kebangsaan sang pemain, Armenia, saat ini sedang berkonflik dengan Azerbaijan. Kedua negara berperang memperebutkan kawasan Nagorno-Karabakh, salah satu daerah konflik di Azerbaijan yang saat ini masih dikuasai oleh etnis Armenia. Nagorno-Karabakh hanya berjarak 270 km dari tempat diselenggarakannya final Liga Europa.

Demi alasan keselamatan, Mkhitaryan dan keluarganya terpaksa tidak bisa ikut ke Baku untuk mendukung langsung Arsenal pada final Liga Europa. Bahkan, klub sudah melarang fans untuk memakai kaus dnegan nama Mkhitaryan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Hmmm…!

BACA JUGA:

‘Sang petahana’ ManCity berkuasa lagi! 5 dramatis di akhir Liga Inggris musim 2018/19

Urang Sukabumi bangga, tujuh putri Cikidang raih medali emas di Australia

[3] Laga perpisahan Eden Hazard?

Laga Final Liga Europa rumornya bakal menjadi laga perpisahan beberapa pemain. Salah satunya adalah mega bintang Chelsea Eden Hazard. Selain Hazard, kiper Arsenal yang juga legenda Chelsea, Petr Cech juga dipastikan bakal mengakhiri kariernya. Uniknya, Cech dikabarkan akan melanjutkan karier di Chelsea sebagai staf manajemen.

Terkhusus untuk Hazard, kehilangan pemain sekelas itu tentu bukan hal yang bagus untuk Chelsea. Namun apa daya, rumor Hazard akan bergabung dengan Real Madrid semakin deras bergulir. Bahkan terakhir, dinyatakan sendiri oleh Hazard bahkan trofi Liga Europa bakal menjadi hadiah perpisahan terbaik untuk Chelsea. “Itu pun jika benar saya akan pergi,” ujar Hazard masih berteka-teki.

[4] Teka-teki Sarri dan keyakinan Emery

Jelang laga, dua kabar berbeda dating dari kedua kubu. Di Chelsea justru muncul kabar kurang menyenangkan, yaitu kemungkinan manajer Maurizio Sarri pergi pasca laga final itu. Kabarnya Sarri yang diduga tak betah di Chelsea, bakal menerima pinangan raksasa Italia, Juventus yang baru saja ditinggalkan oleh Maximilliano Alegri. Bahkan, Sarri sudah memberi semacam ultimatum kepada manajemen Chelsea agar memastikan posisinya, jika tidak ia akan pergi.

Lain lagi di kubu Arsenal, manajer Unai Emery meminta seluruh timnya fokus untuk memenangkan laga tersebut. Pasalnya, jika Arsenal menjuarai Liga Europa maka mereka berhak bermain di Liga Champions musim depan. Sebaliknya jika tidak, The Gunners yang mengakhiri musim di posisi 5 klasemen Liga Inggris harus rela kembali bermain di Liga Europa.

Selain pertaruhan prestige baik Arsenal, juga pertaruhan bisnis. Karena bermain di Liga Champions bakal mendatangkan income jauh lebih besar. Untuk pertimbangan ini, maka sepertinya Arsenal bakal bermain lebih tertekan dibandingkan Chelsea yang sudha memastikan bermain di Champions musim depan dengan menduduki posisi 3 klasemen Liga Inggris.      

[5] Data dan fakta menarik Liga Europa dalam angka di musim ini.

  • 7 Alexander Lacazette dan Pierre-Emerick Aubameyang yang menjadi pencetak tujuh gol pada dua pertemuan semifinal melawan Valencia.
  • 73 Unai Emery mengantongi catatan 73 pertandingan di ajang Europa. Membuat ia menjadi pelatih dengan koleksi pertandingan terbanyak diikuti Jorge Jesus dengan 52 pertandingan.
  • 17 Chelsea memperpanjang rekor tak tak terkalahkan di Europa League menjadi 17 laga, melampaui 15 pertandingan yang pernah dicatat Atletico Madrid pada 2011 dan 2012. Chelsea belum pernah mengalami kekalahan dalam kompetisi ini sejak April 2013 silam.
  • 5 Arsenal dan Villarreal sama-sama telah mencatat lima clean sheet berturut-turut sepanjang musim ini.
  • 9 Chelsea berada di antara sembilan tim yang melakukan penampilan debut mereka di babak penyisihan grup Europa League. Ketika mereka memenangkan gelar pada 2013, mereka beralih dari Liga Champions sebelum kick off.
  • 5 Olivier Giroud mencetak gol dalam lima pertandingan di Europa League berturut-turut sampai Dyanmo Kyiv akhirnya berhasil membuat Giroud tak mampu mencetak gol ke gawangnya.
  • 10 penyerang Chelsea, Giroud dan pemain Eintracht Frankfurt, Luka Jovic, sama-sama telah mencetak dua digit gol, hanya pemain kelima dan keenam yang melakukannya di Europa League setelah Aritz Aduriz, Radamel Falcao (2 kali), Guiseppe Rossi dan Klass-Jan Huntelaar.
Egi GP

Egi GP

Lahir di Sukabumi, 14 Mei 1978. Mantan Jurnalis Harian Merdeka, dan kini bekerja di PT Yudhistira Ghalia Indonesia sebagai editor. Ayah dua anak ini menamatkan pendidikannya di SMP Mardi Yuana Cicurug, SMA Negeri 3 Bogor, dan kuliah Jurusan English Literature di Universitas Negeri Jember, Jawa Timur. Untuk menyalurkan hobinya menulis, Egi menjadi kontributor di sukabumiXYZ.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *