Lebaran terindah buat Mo Salah juara Champions, 5 drama final #LiverpoolVsTottenham

Liverpool harus menunggu 14 tahun untuk menjuarai Liga Champions lagi.

Final Liga Champions antara dua klub Inggris, Liverpool vs Tottenham yang berlangsung di Stadion Metropolitano, Madrid, Minggu (2 Juni) dinihari akhirnya dimenangkan oleh The Red dengan skor meyakinkan 2-0. Walhasil, Mohamed Salah dkk sukses membalaskan sakit hati musim lalu ketika dikalahkan Real Madrid di babak final.

Hasil brilian ini juga membuat Juergen Klopp lega dan mengakhiri masa penantian 14 tahun Liverpool. Berikut lima drama di baliak final Liga Champions yang dirangkum sukabumiXYZ.com dari berbagai sumber.

[1] Hadiah Lebaran buat Mo Salah

Andalan Liverpool, Mo Salah mencetak gol pertama melawan Tottenham pada menit ke-2 lewat titik penalti. Kemenangan The Red sangat berarti sekali bagi Salah. Selain ia puas karena bias mengobati luka setahun lalu saat Liverpool dikalahkan Real Madrid, juga gelar juara menjadi hadiah Lebaran yang sebentar lagi akan dirayakannya sebagai Muslim.

Wajar jika kemudian Salah tersenyum lebar dinihari tadi. Senyuman itu menghapus tangisan Salahdi final Liga Champions tahun lalu. “Sejujurnya, saya tak tahu harus berkata apa. Semua bahagia malam ini. Kami di final dan saya lega bisa dua kali tampil di final, dan akhirnya bermain 90 menit. Semua melakukan yang terbaik untuk memenangi pertandingan,” ucap Salah.

Sebenarnya tak hanya bagi Salah saja juara ini menjadi hadiah Lebaran, juga bagi Sadio Mane yang juga muslim dan menjadi tandem terbaik Salah musim ini. Well, Eid Mubarak ya Salah dan Mane!

[2] The Red Pesta di Kota Madrid

Liverpool gagal menjuarai Liga Champions musim lalu setelah dihajar Real Madrid. The Reds membayar kontan dengan menjuarai Liga Champions musim ini di Kota Madrid. Sakit tentunya ya buat Madridista..hehe!

Di Liga Champions 2017/2018, Liverpool harus mengakui ketangguhan tim asal Spanyol, Real Madrid. Di Stadion NSC Olimpiyskiy, Kiev, Ukrania, 26 Mei 2018, Liverpool kalah 1-3 di partai final.

Semusim berselang, Liverpool kembali ke partai final Liga Champions. Si Merah kali ini tidak menghadapi tim asal Madrid, melainkan berlaga di Kota Madrid itu sendiri, yang ditunjuk UEFA menjadi tuan rumah laga pamungkas. Dan kemenangan diraih Mohamed Salah dkk di laga kali ini. Kemenangan ini membuat Liverpool berpesta di Kota Madrid. The Kop mengangkat trofi Si Kuping Besar, di kota klub mengalahkannya di final Liga Champions musim lalu.

[3] Akhiri penantian 14 tahun

The Reds akhirnya juara Eropa lagi setelah menunggu 14 tahun. Pasukan Merseyside tersebut akhirnya meraih gelar juara Liga Champions pertamanya setelah terakhir kali memenanginya pada musim 2004/05 ketika menundukkan AC Milan lewat comeback sensasional yang diakhiri dengan adu penalti.

Dengan gelar tersebut, Liverpool kini telah mengoleksi enam trofi juara Liga Champions. Liverpool menjadi pengumpul juara terbanyak ketiga di kompetisi ini setelah Milan [7] dan Madrid [13]. Liverpool juga menutup musim ini dengan manis. Menyusul kegagalan menjuarai Liga Inggris usai setelah finis dengan selisih satu poin di bawah Manchester City.

“Sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata,” ucap bek kanan Liverpool Trent Alexander-Arnold usai pertandingan di Uefa.com. “Musim yang sudah kami jalani, kami pantas mendapatkannya lebih dari tim lain.”

Editor’s Picks:

[4] Juergen Klopp plong

Juergen Klopp berhasil membawa Liverpool juara Liga Champions. Dia pun lega betul karena kutukannya di partai puncak bisa berakhir juga. Sebelum kemenangan ini, Klopp sudah kalah di enam partai puncak beruntun termasuk tiga bersama Liverpool yakni Piala Liga Inggris, Liga Europa dan musim lalu dari Real Madrid di Liga Champions.

Label pecundang pun bisa Klopp buang jauh-jauh kini. Wajar jika manajer asal Jerman itu merasa lega hati usai kesuksesan ini. “Saya sangat gembira untuk para pemain ini dan juga untuk fans kami, saya juga turut bahagia untuk keluarga saya,” ujar Klopp kepada BT Sport.

[5] Spurs memperpanjang kegagalan tim-tim debutan

Sementara itu bagi Tottenham Hotspur yang menderita kekalahan di final Liga Champions pertamanya, itu memperpanjang kegagalan tim-tim debutan sebelumnya di ajang ini. Berdasarkan statistik dalam 20 tahun terakhir, klub-klub debutan final Liga Champions memang tidak pernah mendapatkan akhir yang manis.

GracenoteLive mengemukakan, kekalahan Tottenham menandai kegagalan keenam beruntun setelah Valencia di 2000 (vs Bayern Munich adu penalti 4-5 usai 1-1); Bayer Leverkusen di 2002 (vs Real Madrid 1-2), AS Monaco di 2004 (vs Porto 0-3), Arsenal di 2005 (vs Barcelona 1-2), dan Chelsea di 2008 (vs Manchester United adu penalti 5-6 usai 1-1).

Sedangkan klub debutan terakhir yang mampu memenangi final Liga Champions pertamanya adalah Borussia Dortmund pada 1997.

[dari berbagai sumber]

Egi GP

Egi GP

Lahir di Sukabumi, 14 Mei 1978. Mantan Jurnalis Harian Merdeka, dan kini bekerja di PT Yudhistira Ghalia Indonesia sebagai editor. Ayah dua anak ini menamatkan pendidikannya di SMP Mardi Yuana Cicurug, SMA Negeri 3 Bogor, dan kuliah Jurusan English Literature di Universitas Negeri Jember, Jawa Timur. Untuk menyalurkan hobinya menulis, Egi menjadi kontributor di sukabumiXYZ.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *