Habis Keraton Sejagat lalu Kekaisaran Sunda, 5 heboh Gen SukabumiXYZ sudah tahu?

Sunda Empire (Kekaisaran Sunda) mengklaim menjalankan sistem pemerintahan dunia dari Bandung dan per tanggal 15 Agustus 2020 negara-negara yang ada harus daftar ulang. Wadaww!!!

Belum lagi berakhir kehebohan munculnya Keraton Agung Sejagat di Purworejo, kini muncul kembali hal yang serupa bernama Sunda Empire atau Earth Empire atau Kekaisaran Sunda (jika diartikan dalam bahasa Indonesia). Khawatir menjadi modus penipuan seperti pada kasus Keraton Sejagat, Pemerintah Kota Bandung pun tengah menelusuri Sunda Empire.

Dari hasil penelusuran sementara, banyak klaim menghebohkan dan tidak masuk akal yang dilontarkan orang-orang yang diduga bagian dari Sunda Empire ini. Berikut lima klaim menghebohkan yang membuat kening mengernyit, yang dikumpulkan sukabumiXYZ.com dari berbagai sumber.

[1] Kemunculan Sunda Empire

Kehebohan Sunda Empire awalnya muncul di media sosial (medsos) usai ramai soal Keraton Agung Sejagat. Tersebar pula foto-foto anggota Sunda Empire dari screenshot pemilik akun medsos Facebook bernama Renny Khairani Miller yang diduga anggota Sunda Empire.

Di screenshot unggahannya, pemilik akun tersebut menuliskan :

“SUNDA EMPIRE-EARTH EMPIRE”

Dalam menyambut Indonesia baru yg lebih makmur dan sejahtera, dgn system pemerintahan dunia yg dikendalikan dari koordinat 0.0 di Bandung sebagai Mercusuar Dunia. Masa pemerintahan Dunia yg sekarang akan segera berakhir sampai dgn tgl 15 Agustus 2020. Mari kita persiapkan diri kita utk menyongsong kehidupan yg lebih baik dan sejahtera . Agar kita tdk menjadi budak di negera sendiri dan hidup hanya utk membayar tagihan yg terus naik dan biaya hidup yg terus melambung tinggi apalagi biaya pendidikan anak yg tidak gratis, setelah itu kita tua dan mati, terus pikniknya kapan???….(emoticon salam dan tertawa),” tulis pemilik akun tersebut.

editor’s picks:

Kisah dua raja dibuang ke Sukabumi dan dimakamkan di Palabuhanratu

Dua kali dibuang ke Sukabumi, Raja Sulawesi Tengah menikah dan meninggal dunia di Gunung Puyuh

[2] Sistem pemerintahan dunia dikendalikan dari Bandung!

Salah satu klaim yang menghebohkan dan tidak masuk akal kelompok Sunda Empire ini salah satunya adalah bahwa sistem pemerintahan dunia akan dikontrol dan dikendalikan oleh mereka dari Bandung.

Hal itu terungkap dalam sebuah tayangan video yang diunggah pemilik akun Alliance Press International di Youtube. Dalam unggahannya pada 6 Juli 2019, tampak video memperlihatkan seorang pria berseragam dengan topi flat cap tengah diwawancarai. Dalam wawancara tersebut, pria yang ditulis bernama HRH Rangga mengungkapkan bahwa saat ini sistem pemerintahan di dunia akan dikontrol di Bandung. Sebab, hal ini mengacu pada teritorial Indonesia.

“Karena letaknya pada teritorial Indonesia, bagian terpenting di dalamnya Atlantik di mana Atlantik memangku tatanan proses pemerintahannya, ditata 75 tahun yang lalu, adalah Vatikan. Roma yang dapat tugas, sekarang sudah ditarik ke Bandung. Sehingga tatanan pemerintahan keseluruhan yang ada di atas bumi akan dimulai proses perjalanan di Bandung,” ujar HRH Rangga.

[3] Per tanggal 15 Agustus 2020 negara harus daftar ulang

Dalam video yang sama yang diunggah pemilik akun Alliance Press International di Youtube, tanggal 6 Juli 2019, juga pria yang ditulis bernama HRH Rangga ini menyebut bahwa negara harus melakukan daftar ulang pada Agustus 2020. Namun memang tak dijelaskan secara utuh negara mana dan kepada siapa melakukan daftar ulang.

“Hari ini program pelaksanaan mengangkat proses bahwa teritorial di dalamnya Indonesia di dalamnya Bandung cop diplomatik Sunda sampai pada saatnya 15 Agustus 2020 seluruh negara harus mendaftar ulang atas penyelesaian utang-utang di bank dunia, maka itu kita siapkan segala sesuatunya,” ucap pria tersebut seperti dikutip dari Detikcom, Jumat (17 Januari 2020).

“Kaitan prosesnya yang akan datang perbaikan sistem yang baik siapa pemimpinnya, harus didukung karena proses perjalanan 15 Agustus berakhirnya proses tatanan dunia yang diatur Vatikan, sekarang di Bandung,” tambahnya.

Video juga bisa diakses melalui link:

Keterangan soal 15 Agustus 2020 ini juga senada dengan unggahan pemilik akun Facebook Renny Khairani Miller. Dalam screenshot yang tersebar, pemilik akun yang diduga sebagai anggota ini juga menyebut dunia akan berakhir pada 15 Agustus 2020.

[4] Sunda Empire beranggota 54 negara, termasuk Rusia dan Korea Utara

Satu klaim lainnya yang tak masuk akal adalah Sunda Empire beranggotakan 54 negara. Dalam video yang sama, pria berseragam dengan topi flat cap biru muda itu bercerita bahwa Sunda Empire-Earth Empire itu merupakan sebuah kekaisaran matahari.

“Sunda Empire Earth Empire itu adalah kekaisaran matahari, kekaisaran bumi. Juga diartikan Sunda itu suku Sunda tapi ini adalah tindakan, proses turun temurun kekaisaran dari dinasti ke dinasti dan saat ini dinasti Sundakala,” ucap pria bernama HRH Rangga.

Menurut dia, Sunda Empire-Earth Empire ini terbagi menjadi enam wilayah. Pertama ada Sunda Atlantik di mana Bandung sebagai tera cop diplomatik dunia.

“Kedua, Sunda Nusantara adalah tatanan negara di mana tatanan tersebut dimulai dari benua Australia, Papua New Guinea, Indonesia di dalamnya, Malaysia, Singapura, Filipina, Vietnam benua Cina seluruhnya. Mongolia, kemudian Rusia di dalamnya dari beberapa negara, kemudian Jepang. Kemudian sampai ke Korea Selatan dan Korea Utara. Kurang lebih Sunda Nusantara meliputi 54 negara di dunia.”

“Selanjutnya Sunda Eropa, kemudian Sunda Pasifik, kemudian Sunda Archipelago, kemudian Sunda Mainlek,” tambahnya.

HRH Rangga melanjutkan omong kosongnya dengan mengatakan Sunda Empire-Earth Empire atau kekaisaran itu berada di bawah pimpinan perdana menteri dunia atau Grand Prime Minister. Di bawahnya, ada Gubernur Jenderal yang memimpin Sunda Nusantara.

“Bicara nusantara bukan bicara Indonesia, ada 54 negara. Kalau itu dia adalah Gubjen Eropa itu the king of king. Istilah kerennya Gubjen,” katanya.

[5] Ridwan Kamil: Banyak Orang Stres!

Menanggapi munculnya Sunda Empire, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memastikan keberadaannya tengah ditelusuri oleh polisi. “Ya, lagi diteliti oleh Polda,” kata Kang Emil, sapaan akrabnya di Kota Bandung, Jumat (17 Januari 2020).

Emil menyatakan prihatin banyaknya kasus atau kemunculan kelompok semacam itu. Ironisnya banyak warga yang tertarik dan ikut bergabung dalam organisasi yang tidak jelas. “Ini banyak orang stres di republik ini. Banyak menciptakan ilusi-ilusi yang sering kali romantisme-romantisme sejarah ini, ternyata ada orang yang percaya juga jadi pengikutnya,” tutur Emil.

Agar tidak lebih lanjut menimbulkan keresahan, Kapolda Jabar telah melaporkan sedang melakukan penelitian. “Kalau ada aspek pidana ini akan ditindaklanjuti,” ucap Kang Emil. Berarti tinggal tunggu saja kaisarnya ditangkap seperti Sinuwun Keraton Agung Sejagat. (*)

Egi GP

Egi GP

Lahir di Sukabumi, 14 Mei 1978. Mantan Jurnalis Harian Merdeka, dan kini bekerja di PT Yudhistira Ghalia Indonesia sebagai editor. Ayah dua anak ini menamatkan pendidikannya di SMP Mardi Yuana Cicurug, SMA Negeri 3 Bogor, dan kuliah Jurusan English Literature di Universitas Negeri Jember, Jawa Timur. Untuk menyalurkan hobinya menulis, Egi menjadi kontributor di sukabumiXYZ.com.

One thought on “Habis Keraton Sejagat lalu Kekaisaran Sunda, 5 heboh Gen SukabumiXYZ sudah tahu?

  • Avatar
    30 January 2020 at 08:41
    Permalink

    Nasri, istri , sama Rangga beserta para pengikut, banyak – banyak istighfar , ya ! Jangan suka mengkhayal . Anda -anda adalah orang yg stress , yg nggak kepilih jadi wakil rakyat, kan ? . Di sini juga banyak kok , caleg yg ngga kepilih jadi aleg . Tapi biasa – biasa saja , nggak kaya anda . Banyak2 bertaubat di dalam sel tahanan nanti, ya ? . Kembalikan uang para pengikut bodoh anda yg telah pada kecewa . Kami di luar jadi ganti channel nonton deni cagur, parto , azis gagap , mpo alpa sama para pelawak senior lainnya , gara – gara lawakan anda .

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *