Harus Tahu, Gengs, 5 Tips Hindari Hoax Versi Ketua PWI Kota Sukabumi


Glyn

Writed by: Glyn
Editor by: Feryawi
14 Mei 2018 | 1:54 WIB


Nyebar hoax itu dosa, lho.

Era digital memang sarat limpahan informasi dari pelbagai penjuru dunia. Namun kalian harus tahu, Gaess, di era ini kita harus pintar memilih dan memilah berita agar tidak terjerat Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE)  yang berujung penjara.

Untuk mendapat informasi akurat, ini lima tips aman versi Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Sukabumi Ahmad Rayadie saat di wawancara sukabumiXYZ.com:

BACA JUGA: Netizen Sukabumi Tahu Gak Sih 5 Fakta Ini?

1. Cek dan Ricek

Informasi atau berita yang didapat jangan di telan bulat-bulat ya, Gaess. Apalagi kalau cuma membaca judul beritanya saja. Biasakan membaca berita sampai selesai, serta biasakan untuk kroscek ulang kebenaran dan keakuratan berita tersebut.

“Untuk mendapat berita akurat atau utuh, ya harus membaca sampai selesai. Itupun kita tetap harus cek ulang kebenaran beritanya,” ujar Rayadie.

2. Narasumber Jelas

Narasumber berita yang dibaca harus jelas, Gaess. Apalagi kalau menyangkut nama baik atau bersifat kemanan seseorang.

“Kalaupun kita tahu narasumber tersebut, tetap saja kita harus kroscek kebenarannya.”

3. Biasakan Membaca dari Berbagai Sumber

Sebagai pembaca, kata Raya (sapaan akrab Ahmad Rayadie), sudah seharusnya membaca jangan dari satu sumber saja, bila kita menginginkan informasi yang akurat.

“Kalau berita hoax atau sifatnya provokatif, biasanya muncul dari akun atau portal berita yang sama serta jejaringnya. Jadi, untuk menyeimbangkan berita atau mencari kebenaran berita, kita pun harus mencari referensi berita lain,” beber Raya.

BACA JUGA: 5 “Mustahil” Universitas Nusa Putra Menjadi Nyata

4. Tidak Membagikan Berita yang Isinya Provokatif

Pemberlakuan UU ITE yang sudah direvisi harus diingat baik-baik, Gaess. Karena tidak menutup kemungkinan, jika kita memposting atau membagikan berita yang sifatnya ujaran kebencian, pencemaran nama baik atau SARA, justru malah kita yang berakhir dipenjara.

“Meskipun di internet tidak ada yang sifatnya pribadi, tetap saja kita harus tahu batasan dan norma-norma serta konsekuensinya,” tegas Raya.

5. Jadi Pembaca Aktif

Selain untuk mendapat informasi akurat, kitapun bisa menjadi bagian dari pembaca yang ikut menjaga kondusivitas dengan melaporkan kepada pihak berwajib jika ada tulisan atau berita yang bersifat sara atau provokatif.

“Kita harus konfirmasi dan melaporkan kepada pihak berwajib jika ada berita yang sifatnya sara atau provokatif agar lingkungan tetap kondusif. Harus diingat, jika ikut membagikan berita hoax, tentunya ikut berdosa,” tandasnya.

  • 7
    Shares
Glyn

Glyn

Glyn lahir di Cicurug, 19 Agustus 1984. Ia tinggal di Cicurug, Kabupaten Sukabumi, seorang ibu muda yang gaul, hobi menulis dan bikin cerpen. Glyn juga menjadi pendidik di kota tempat tinggalnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *