Miris, Ini 5 Fakta Kondisi Pasar Pelita Sementara di Kota Sukabumi


Feryawi Heryadi

Writed by: Feryawi Heryadi
Editor by: Feryawi
16 Mei 2018 | 15:42 WIB


Harus banyak bersabar ya, Sis.

Para pedagang dan para pengunjung harus siap berbasah-basahan ketika berbelanja di pasar ini jika hujan turun.

Kondisi ini akibat Pasar Pelita dengan konsep semi modern yang dijanjikan pemerintah belum juga teralisasi sampai saat ini.

Berikut adalah lima fakta Pasar Pelita sementara di Kota Sukabumi berdasarkan pantauan sukabumiXYZ.com di lokasi:

BACA JUGA: Ini Dia 5 Titik Kemacetan di Kota Sukabumi, Gaess

1. Becek
Becek menjadi hal lumrah di pasar ini saat dan usai hujan turun. Parahnya nih, Gaess, kondisi becek tersebut bisa sampai berhari-hari.

“Ya namanya juga pasar seperti ini, pasti becek,” kata Een pengunjung pasar (34) Selasa (15/5/2018).

2. Kios Bocor
Ketika hujan turun, para pedagang pun resah, karena atap kios yang bocor membuat mereka harus segera mengamankan dagangannya. Walau dinilai hal biasa, tapi hal itu cukup mengganggu.

“Sudah biasa, namun mengganggu kalau ada pembeli,” ungkap salah seorang pedagang pasar pelita, Cecep (42).

BACA JUGA: Ngeri, 2 Tahun Berturut-turut dan 5 Kedekatan Teroris Sukabumi dan Cianjur

3. Macet
Seperti menjadi hidangan sehari-hari bagi masyarakat di pasar ini jika harus mengalami kemacetan lalu lintas. Hal ini akibat akses jalan yang sempit, namun banyak kendaraan berlalu lalang. Ditambah lahi area parkir kurang, sehingga pembeli memarkir kendaraan di sembarang tempat. Kondisi ini kian parah semenjak Pasar Pelita alami bencana kebakaran.

4. Banjir
Layaknya sebuah sungai kecil yang kotor, air mengalir begitu deras di beberapa titik di dalam pasar ini.

5. Sampah
Pasar menjadi salah satu tempat dengan penyumbang sampah terbanyak, karena aktivitas perekonomian berpusat di pasar. Sampah organik bekas sayur sayuran yang busuk terbilang banyak.

  • 5
    Shares
Feryawi Heryadi

Feryawi Heryadi

FERYAWI HERYADI adalah Pemimpin Redaksi sukabumiXYZ.com. Lahir di Sukabumi pada 17 Agustus 1975. Fery lebih berpengalaman di bidang disain grafis, pertama kali mempelajari disain grafis di Koran Republika, setelah itu menimba ilmu dan pengalaman disain grafis dari banyak media lokal, nasional, hingga regional. Pernah bekerja di Koran Investor Daily, majalah SINDO Weekly (MNC Grup), Majalah BUMN Insight, Pantau.com, Jakarta. FERYAWI kini sebagai konsultan disain grafis untuk beberapa perusahaan di Jakarta, serta konsultan media dan digital marketing Universitas Nusa Putra. Silakan klik www.feryheryadi.com untuk cek portofolio.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *