Gak makan nasi orang Sukabumi gak kenyang, ini 5 olahan nasi dunia bikin ngiler

Nasi bukan makanan pokok asli Indonesia, tapi sagu!

Orang kita walau sudah makan roti, mie, atau makanan lainnya, belum kenyang juga kalau belum makan nasi. Kata seorang ahli, hal itu disebut ketergantungan terhadap nasi. Burukkah? Tidak juga asal bisa menjaga jumlah asupan nasi agar tidak memicu penyakit, seperti gula atau penyakit lainnya.

Tetapi nih ya Gaess, walau kita semua sangat menggemari nasi, rupanya nasi bukanlah makanan pokok asli Indonesia. Menurut seorang peneliti sagu bernama Prof. Nadirman Haska, makanan pokok asli Indonesia adalah sagu.

Beras sendiri, lanjut Prof. Nadirman, mulai marak di Indonesia sejak datangnya para pedagang dari India ke Indonesia beberapa abad silam. Hal ini bisa dibuktikan dari relief di Candi Borobudur tentang palma kehidupan, yakni nyiur, lontar, aren, dan sagu. Beras kemudian menjadi komoditi atau hasil tani utama pada masa Kerajaan Majapahit. Ohh ternyata!

Yang pasti nasi bukan domain Indonesia saja, ini dia 5 menu berbasis nasi bikin ngiler dari berbagai negara!

BACA JUGA: Ini 5 menu ikan asin peda istimewa, layak menjadi favorit orang Sukabumi

1. Paella (Spanyol)

Paella adalah hidangan khas Spanyol yang terdiri dari nasi, rempah-rempah, seafood, dan daging. Ada tiga macam paella yang bisa kalian cicipi. Pertama, paella velencia yang terdiri dari nasi, daging ayam, kelinci, potongan tomat, paprika, kacang-kacangan, serta rempah-rempah. Kedua, ada pallea seafood yang terdiri dari nasi, ikan, kerang, cumi, udang, rempah-rempah, dan minyak zaitun. Ketiga, ada paella campur.

Mau pilih yang mana? Cobain saja semuanya, Gaess!

2. Biryani (India)

Menu satu ini pasti sudah familiar di telinga kalian ya, Gaess. Kalian mungkin juga sudah pernah membuktikan sendiri kelezatannya. Biryani merupakan salah satu olahan nasi dari India yang sudah terkenal di seantero dunia.

Biryani terdiri dari nasi yang dimasak dengan rempah-rempah khas India, ditambah daging ayam dan sayuran. Selain kaya rempah, ciri khas nasi biryani adalah menggunakan beras basmati yang butirannya lebih besar dari beras pada umumnya.

3. Risotto (Italia)

Risotto berasal dari Italia bagian utara. Bahan dasarnya adalah nasi dan kaldu yang dimasak hingga teksturnya creamy. Meskipun keliatan simpel, konon katanya tidak sembarangan orang bisa membuat risoto yang enak. Perlu latihan dan pengalaman yang matang, hingga bisa membuat sepiring risotto yang sempurna.

Sebagai tambahan kaldu, biasanya risotto juga ditambah daging, ikan, dan sayuran. Sebagai penambah dan penguat rasa, bisa pula ditambahkan mentega, wine, atau bawang. Wow!!

BACA JUGA: Di Sukabumi takjilnya kolak, Sis ini dia 5 takjil yummy di dunia

4. Katsudon (Jepang)

Jepang adalah salah satu negara dengan menu makanan yang beragam, termasuk menu berbasis nasi. Masakan khas Jepang juga termasuk populer di Tanah Air. Salah satunya katsudon. Menu berbasis nasi ini terdiri dari semangkuk nasi yang diberi lauk berupa daging sapi atau ayam tanpa tulang yang dibalur tepung, kemudian digoreng. Potongan daging itu kemudian disiram saus seperti BBQ atau kocokan telur ayam setenggah matang.

Agar lengkap katsudon disantap dengan sup miso yang hangat. Ada beberapa jenis katsudon, antara lain shoyu-dare katsudon, miso katsudon, demi katsudon, shio katsudon, dan sebagainya.

5. Suman (Filipina)

Nah, yang ini olahan nasi yang agak ekstrim bedanya. Namanya suman dari Filipina. Menu makanan ini terbuat dari beras ketan yang dimasak setengah matang bersama gula dan santan, lalu dibungkus daun pisang mirip lemper khas Indonesia. Biasanya, suman dinikmati dengan gula merah cair atau potongan buah mangga.

Udah kenyang belum, Gaess? Belum lah, kan cuma baca, bukannya makan nasi..hehe! (dari berbagai sumber)

  • 4
    Shares
Egi GP

Egi GP

Lahir di Sukabumi, 14 Mei 1978. Mantan Jurnalis Harian Merdeka, dan kini bekerja di PT Yudhistira Ghalia Indonesia sebagai editor. Ayah dua anak ini menamatkan pendidikannya di SMP Mardi Yuana Cicurug, SMA Negeri 3 Bogor, dan kuliah Jurusan English Literature di Universitas Negeri Jember, Jawa Timur. Untuk menyalurkan hobinya menulis, Egi menjadi kontributor di sukabumiXYZ.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *