Ngeri Gengs, bocah 2,5 tahun kecanduan rokok di Cibadak Sukabumi, ini 5 faktanya

Takut sama pamannya.

Entah apa di dalam pikiran RAP, bocah umur 2,5 tahun, yang telah kecanduan merokok sejak 1,5 bulan lalu itu. Bahkan, dalam sehari ia bisa menghabiskan dua bungkus rokok.

Minimnya pengetahuan bahaya rokok bagi anak-anak di kalangan masyarakat di perkampungan masih menjadi keprihatinan ya, Gengs.

Berikut lima faktanya.

1. Warga Cibadak

RAP (2,5 tahun) asal Kampung Tenjojaya RT 04/04, Desa Tenjojaya, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, hampir satu bulan setengah kecanduan rokok.

Karena itu, anak bungsu pasangan Misbahudin (36) yang merupakan buruh perusahaan pekapuran dan Maryati (35), ini harus segera menjalani pemeriksaan kesehatan.

2. Dua bungkus sehari

Bila sehari saja RAP tidak mengisap rokok, ia bisa mengamuk seharian. Dan ia akan berhenti mengamuk setelah diberi rokok. Dalam sehari RAP bisa menghabiskan sampai dua bungkus rokok. RAP sudah kecanduan merokok sejak 1,5 bulan lalu.

BACA JUGA:

5 fakta pelajar SMK korban bacok samurai di Sukabumi dari keluarga tak mampu

Gen Y Sukabumi Sukabumi, 5 drakor ini tayang Agustus

Ini 5 materi ceramah paling disukai remaja, gen Y Sukabumi setuju?

3. Hobi minum kopi

Selain merokok, RAP juga suka minum kopi mocacino. Sudah rutin setiap pagi harus ada kopi sama rokok.

Anak bungsu dari empat bersaudara ini mulai diketahui merokok sekitar 1,5 bulan yang lalu. Saat itu, anak lelaki satu-satunya tersebut meminta rokok. “Sambil bawa-bawa puntung rokok, tiba-tiba minta rokok. Saat itu saya kaget sekali,” ujar Maryati.

4. Takut sama pamannya

Kedua orang tua RAP mengaku merasa takut. Namun, meskipun punya kebiasaan aneh, ternyata anak balita ini takut kepada pamannya. Terlebih bila ketahuan sedang mengisap rokok langsung dimatikan atau dibuang dan kabur langsung bersembunyi.

5. Akan diterapi

Perilaku RAP dikhawatirkan akan mengganggu pertumbuhannya. Untuk itu, pihak Puskemas Cibadak, segera melakukan peninjauan terhadap RAP untuk memberikan penyuluhan kepada orang tua dan terapi terhadap RAP. Dalam hal ini, pihak Puskesmas Cibadak akan berkoordinasi dengan P2TP2A Kabupaten Sukabumi untuk pendampingan. (dari berbagai sumber)

  • 30
    Shares
Irman Sufi Firmansyah

Irman Sufi Firmansyah

Irman Sufi Firmansyah lahir di Sukabumi, 21 juni 1977. Ia menamatkan S1 Hubungan Internasional di Universitas Negeri Jember (2001(, dan S2 Manajemen Universitas Bhayangkara, Kakarta. Kini Irman bekerja sebagai Manajer HRD, Security, dan HSE di bidang oil n gas service. Irman juga menjadi Ketua Yayasan Kipahare., dan pengurus Soekaboemi Heritages.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *