Keren Gaess, telan biaya Rp400 miliar, ini 5 fakta Bandara Sukabumi

Sukabumi akan menjadi pusat pariwisata dan pertumbuhan baru.

Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, merupakan penyangga Provinsi DKI Jakarta dengan penduduk paling banyak di Indonesia yaitu 48 juta jiwa.

Untuk itu, pemerintah mempercepat pembangunan infrastruktur di wilayah selatan Pulau Jawa itu. Salah satu yang tidak lama lagi akan dikebut pembangunannya adalah Bandara Sukabumi.

Soal bandara, berikut lima faktanya, Gengs.

1. Bandara di Sukabumi direncanakan selesai tahun 2020

Bandara di Sukabumi direncanakan selesai tahun 2020. Tak hanya itu, pemerintah juga membangun jalur ganda kereta api Bogor-Sukabumi agar waktu tempuh melalui jalur darat bisa lebih cepat.

Dengan demikian, kelak waktu tempuh dari Jakarta sampai Sukabumi yang sebelumnya bisa mencapai hingga 6 jam, nanti cukup ditempuh dengan kira-kira 3-4 jam saja.

Dengan konektivitas akses perhubungan mulai dari jalur rel ganda kereta api Sukabumi-Bogor, Tol Bocimi dan bandara maka investasi di kabupaten terluas di Pulau Jawa dan Bali ini akan meningkat signifikan.

2. Pesawat narrow body

Jenis pesawat yang masuk dalam Bandara Sukabumi sementara adalah pesawat narrow body atau berbadan sempit.

BACA JUGA:

Bandara Sukabumi ditargetkan operasional 2020, ini 5 faktanya Gaess

Gempa susulan 814 kali di Lombok, 5 fakta gempa Lombok netizen Sukabumi mesti tahu

3. Tiga pilihan lokasi

Kementerian Perhubungan menyampaikan ada tiga pilihan lokasi untuk pembangunan Bandar Udara Sukabumi, Jawa Barat yang saat ini masih terus didiskusikan oleh pihak kementerian dan Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Ketiga lokasi tersebut antara lain, Citarete di Kecamatan Surade, Kecamatan Cikidang dan Warungkiara.

Namun, karena pertimbangan untuk Citarete jaraknya terlalu jauh dari pusat Kota Sukabumi dan DKI Jakarta sehingga daerah itu kemungkinan urung dipilih.

Untuk menentukan lokasi, pihaknya juga masih melakukan diskusi dengan pemerintah kabupaten setempat agar tempatnya benar-benar strategis dan aman untuk penerbangan.

4. Butuh lahan 400 hektar

Lahan yang dibutuhkan untuk membangun Bandar Udara Sukabumi adalah 400 hektar yang berada di dua kecamatan bertetangga. Untuk pembebasan lahan, Kementerian Perhubungan menargetkan bisa tuntas pada tahun 2018 ini.

Dengan demikian, pelaksanaan pembangunan bandara tersebut bisa selesai tepat waktu, yakni awal 2019 pembangunan dimulai dan 2020 sudah bisa dioperasikan.

5. Menelan dana Rp400 miliar

Pembangunan bandara yang kini sudah mulai pembebasan lahan ini menelan dana hingga Rp400 miliar. Sumber pendanaan tersebut berasal dari APBN dan APBD, atau 30% Pemda, 70% APBN.

Rencananya, bandara ini nantinya dikelola lebih dulu oleh Kementerian Perhubungan. Bandara ini didesain dengan panjang runway hingga 2.000 meter.

Nah, Gaess, semoga ke depannya pembangunan fasilitas transportasi tersebut akan menjadikan Sukabumi sebagai pusat pariwisata di Jawa Barat. Sehingga wilayah Sukabumi ke depan akan menjadi pusat pertumbuhan baru.

Kementerian Perhubungan membutuhkan lahan tanpa sengketa atau halangan apapun untuk area pembangunan Bandara Sukabumi agar bisa dibangun dengan lancar dan berfungsi baik, sehingga kedepannya Sukabumi akan menjadi pusat kegiatan terutama dalam bidang pariwisata. (dari berbagai sumber)

  • 47
    Shares
Irwan Kurniawan

Irwan Kurniawan

Irwan Kurniawan, pernah malang melintang di dunia kewartawanan. Mantan jurnalis kelahiran Sukabumi, 15 Januari 1980, ini pernah menjadi wartawan Radar Sukabumi dan sukabumiupdate.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *