Gen XYZ Sukabumi penasaran siapa pria selfie sebelum dan sesudah bus celaka? Ini 5 infonya

Ia seorang pria asal Mozambik, sebuah negara di selatan benua Afrika.

Seorang pria kulit hitam mendadak viral di media sosial. Bukan karena prestasi atau kasus kriminal, ia viral justru karena kelakuan lucunya di mana ia melakukan swafoto (selfie) kemudian mem-posting dua foto dengan posisi dan pose yang nyaris sama. Bedanya, satu foto ia ambil sebelum naik bus, dan satu lagi setelah bus mengalami kecelakaan dan terguling.

Nah, buat Gen XYZ Sukabumi yang penasaran dengan sosok pria lucu ini, berikut lima faktanya.

1. Pria asal Mozambik

Seorang pria dari Mozambik menjadi viral setelah diwartakan Daily Mirror, Kamis (22/11/2018), saat pria tersebut mengunggah foto selfie sebelum dan sesudah bus yang ditumpanginya terguling.

View this post on Instagram

Been coming across African freedom fighters quite a bit recently. That's Samora Machel military commander, politician, revolutionary and Marxist socialist towering over #Maputo #mozambique Not far from the statue is the Maputo – Katembe bridge on Maputo Bay. The bridge was constructed by our African designated contractors, the Chinese who also happen to have been generous enough to give the loan through Exim Bank. Touche! I wonder if Machel knows Africans are falling deeper into Chinese debt, after they sacrificed so much for our freedom. His life was ended by a plane crash not sure whether it was caused by faulty Physics or faulty human intentions. They say it's the longest suspension bridge on the continent at 3.5 km a brilliant work of Physics, steel and concrete. I studied Physics for 6 good years of my life yet I cannot even replace a burnt plug. There's something about Maputo, can't exactly put my finger on it but wealth and poverty seem to be comfortable with each other. They inherited their colonizer's language, #Portuguese as did the rest of us. Africans from about 20 Africans convened here to discuss next generation sequencing towards individualized prevision medicine. (Sounds fancier than it is, we were mostly talking about sputum) The most prominent problem they seem to have similar to most of us is #wastemanagement, they litter, and then some. If you're ever in Maputo visit and eat at the fish market. Food has no language barriers

A post shared by Miriam (@kyekuem) on

Sekadar informasi, Gaess, Republik Mozambik adalah sebuah negara di Afrika bagian selatan yang berbatasan dengan Afrika Selatan, Swaziland, Tanzania, Malawi, Zambia, dan Zimbabwe. Mozambik merupakan anggota Komunitas Negara-Negara Berbahasa Portugis dan Persemakmuran.

BACA JUGA:

21 tewas dalam kecelakaan bus di Jalur Cikidang Sukabumi, ini 5 faktanya

Hindari Jalur Cikidang-Sukabumi, dihimbau tak pakai Google Map, ini 5 infonya

2. 3 dari 65 penumpang tewas dalam kecelakaan bus

Nahasnya, bus yang membawa 65 penumpang termasuk pria tersebut mengalami kecelakaan dan menewaskan tiga orang, dalam perjalanan dari Quelimane menuju Beira terguling di Sungai Mucosa dekat Desa Gorongosa, Mozambik.

Harian lokal di Mozambik memberitakan, di antara tiga korban tewas terdapat seorang ibu dan putranya yang baru berusia dua tahun, dan 37 orang korban luka. Kebanyakan dibawa ke Pusat Kesehatan Gorongosa di mana ada korban yang mengalami luka serius.

3. Dua kali swafoto dengan background beda nasib

Pada foto sebelum, penumpang yang tak diketahui identitasnya itu tersenyum sambil membelakangi bus berwarna merah yang akan ditumpanginya. Kemudian pada foto kedua, ia kembali melakukan swafoto sambil membelakangi bus yang terguling.

Pemandangan berbeda dari kedua foto tersebut adalah pada foto selfie kedua, di mana wajah pria itu tertutupi debu tanah berwarna coklat dengan background bus merah terguling dan nampak beberapa penumpang selamat mencoba menyelamatkan korban yang masih terjebak.

BACA JUGA:

Pesawat Lion Air jatuh di Karawang masih baru, ini 5 info kronologi lengkapnya Gaess

Habibi, Dini, dan 5 tanjakan maut di Sukabumi

4. Bus celaka akibat sopir ugal-ugalan

Menurut Pejabat Distrik Manuel Jamaica, diduga kecelakaan tersebut terjadi dikarenakan Amisse Mussa, sopir bus merah tersebut, mengemudi terlalu kencang, dan mengacuhkan permintaan penumpang untuk memelankan kendaraan.

Salah seorang pejabat pemerintahan Gorongosa menjelaskan, mereka sempat berpapasan dengan bus itu satu jam sebelum kecelakaan, dan berujar bus itu melaju dalam kecepatan tinggi, demikian seperti dikutip dari Daily Mail.

5. Dibantah sopir bus

Dugaan mengendarai bus secara ugal-ugalan dibantah sang sopir. Amisse Mussa justru menyalahkan mesin bus yang dikendarainya sebagai penyebab bus yang dikemudikannya terguling. (dari berbagai sumber)

  • 34
    Shares
Bagea Awi Dan Heni

Bagea Awi Dan Heni

Lahir di Sukabumi, 31 Agustus 2005. Anak pertama dari tiga bersaudara ini, masih tercatat sebagai siswi kelas delapan sekolah menengah pertama. Untuk menyalurkan hobi menulis, Bagea menjadi Reporter Cilik sukabumiXYZ.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *