Cegah aksi vandalisme, pelajar SMP Necis Sukabumi bikin karya mural keren

Bukan sekadar corat-coret dengan cat, tapi ada pesan yang disampaikan.

Gaess, kamu tahu gak perbedaan seni mural, grafiti, dan aksi vandalisme?

Buat sedikit gambaran, aksi vandalisme, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah perbuatan yang bersifat merusak dan menghancurkan hasil karya seni dan barang berharga lainnya atau perusakan dan penghancuran secara kasar dan ganas, baik merusa secara fisik maupun estetika.

Merusak estiika bisa dengan coretan dinding yang gak jelas dan tana maka, Gaess. Umumnya, aksi vandalisme dilakukan oleh perorangan, dan sekelompok orang atau lebih. Contoh paling sederhana aksi seperi ini bisa kamu lihat di dinding dan pintu WC sekolah kamu deh. Biasayabanyak banget tuisan-tulisan lucu, kasar, hingga jorok dibanyak titik.

Bedanya gafiti, hampir mirip dengan aksi vandalisme. Bedanya, grafiti sebuah karya seni yang lebih menekankan hanya pada isi tulisan atau tipografi, dan kebanyakan dibuat dengan cat semprot. Sedangkan mural adalah cara menggambar atau melukis di atas media dinding, tembok atau permukaan luas yang bersifat permanen lainnya.

Berbeda dengan grafiti, mural lebih bebas dan dapat menggunakan media cat tembok atau cat kayu, bahkan cat atau pewarna apapun juga seperti kapur tulis atau alat lain yang dapat menghasilkan gambar.

Nah, untuk mencegah aksi andalisme, pelajar SMP Negeri Cisaat, Kabupaen Sukabumi, membuat karya seni mural di dinding pagar bagian luar sekolah mereka, Minggu (9/12/2018). Sebagai sebuah karya seni, mural kreasi gen Z atau iGeneration Sukabumi ini terlihat keren ya, Gengs.

Berikut adalah lima tema karya mural mereka yang menarik perhatian para pengguna jalan yang melintas di depannya.

BACA JUGA:

5 “mustahil” Universitas Nusa Putra Sukabumi menjadi nyata

Nongkrong dan berkarya, ekspresi anak Kota Sukabumi zaman now

5 pertanyaan untuk Komunitas Mural Kota Sukabumi: ada pesan ingin disampaikan

1. Karya seni mural tema Islami

2. Karya seni mural tema ilmu pengetahuan dan teknologi

3. Karya seni mural tema sains

4. Karya seni mural tema mengisi kemerdekan

5. Karya seni mural tema milenial

Nah, Gaess, apa yang diakukan pelajar SMP Necis ini layak kamu tiru ya, sebelum tembok sekolahmu dicorat-coret peajar dari sekolah lain.

Bahkan, karena mural adalah karya seni sarat makna dan pesan dari para pembuatnya, kreasi seperti ini layak diperlombakan oleh emerintah daerah. (Facebook Abdul Rohim/dari berbagai sumber)

  • 18
    Shares
Bagea Awi Dan Heni

Bagea Awi Dan Heni

Lahir di Sukabumi, 31 Agustus 2005. Anak pertama dari tiga bersaudara ini, masih tercatat sebagai siswi kelas delapan sekolah menengah pertama. Untuk menyalurkan hobi menulis, Bagea menjadi Reporter Cilik sukabumiXYZ.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *