Tunjukkin kita peduli Gengs, karena wanita Cidahu Sukabumi ini pengecualian

Sayangnya ia bukan tokoh masyarakat yang memiliki banyak massa ya, Gengs.

Malang tak dapat dihadang, duka tak bisa diterka. Hari-hari bahagia Castiah (26) membesarkan anak semata wayangnya, mulai mengelupas dari dinding ingatannya.

Ia bersama sang suami, Asep Abdurohman (27), kini hanya fokus memikirkan penyakit yang sudah menahun mengerogoti tubuh dan kebahagiaan keluarga kecil mereka.

Kenapa harus Castiah ya, Gengs?

Ia cuma buruh pabrik, sementara suaminya harus berhenti bekerja karena ingin fokus mengurus sang istri.

Sekali lagi, kenapa harus Castiah?

Padahal ia dan Asep bukan tokoh masyarakat yang memiliki banyak massa, sehingga luput dari perhatian para politikus yang kini sedang berebut kursi.

Nah, Gengs, jika kamu memutuskan untuk peduli dan menyumbang dana, sebaiknya simak dulu lima info berikut.

1. Castiah menderita tumor ganas

Asep dan Castiah adalah sepasang suami istri warga Kampung Jabonmanglid RT 02/06, Desa/Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi.

Sudah bertahun-tahun Castiah terbaring lemah akibat penyakit tumor ganas yang dideritanya tak kunjung sembuh. Dan sudah tiga bulan terakhir ibu satu anak ini kondisinya kian lemah dan memburuk.

2. Dirujuk ke RS Hasan Sadikin

Dengansegalaketerbatasan yang ada, keluargasudahberupayamengobatinya ke RSUDSekarwangi, Cibadak, bahkanhinggadirujuk ke RS Hasan Sadikin, Bandung.

“Saya sekarang menganggur, karena berhenti bekerja biar bisa fokus mengurus istri. Sekarang untuk keperluan sehari-hari dan bekal selama proses pengobatan hanya mengandalkan bantuan dari teman dan keluarga. Kalau pengobatan memang menggunakan BPJS Kesehatan dari perusahaan,” tutur Asep.

BACA JUGA:

Keren Gengs, ada yang beda dalam 2nd Anniversary AXS Sukabumi Raya

Keren Gaess, tiga palajar Cicurug Sukabumi raih medali Kejurnas Tarung Bebas Indonesia

Semerbak si ‘emas hitam’ membius dunia, 5 fakta sejarah Kopi Sukabumi gen XYZ mesti bangga

3. Jadwal operasi Castiah, 9 Agustus 2019

Pihak RS Hasan Sadikin memberi jadwal operasi kepada Castiah pada 9 Agustus 2019 yang akan datang.

Diakui Asep, hal tersebut sangat memberatkan bagi dirinya. Lantaran, selain minimnya dana untuk bekal, juga melihat kondisi sang istri yang kian lemah dan memburuk.

Gak tahu harus mengadu ke mana lagi?” Asep setengah bertanya, “apakah karena kami menggunakan BPJS, jadinya pelayanan rumah sakit harus selambat ini, saya tidak tau,” imbuhnya.

4. Ditolak RSUD Sekarwangi

Malangnya lagi, untuk dilakukan operasi tidak bisa menggunakan BPJS. Sehingga Castiah kembali dirujuk ke rumah sakit daerah asal. Namun, saat melakukan pendaftaran kembali dengan menggunakan BPJS, RSUD Sekarwangi tidak menerimanya.

“Katanya sih kalau untuk operasi tidak bisa menggunakan BPJS karena bagian antropologi belum melakukan kerjasama dengan BPJS Kesehatan,” terang Asep lagi seperti dikutip dari Radar Sukabumi.

Kini, Asep memutuskan untuk mengobati istrinya dengan pengobatan alternatif karena ketiadaan biaya jika harus membayar secara tunai.

5. Aksi penggalangan dana

Aksi penggalangan dana terbatas sudah dilakukan baik oleh teman-teman Castiah maupun Asep. Seperti dilakukan karyawan-karyawati PT Citra Dwi Busana, Cidahu, pernah memberi bantuan hingga Rp3,5 juta dan langsung diserahkan kepada Castiah.

Namun, uang sebesar itu tentu saja masih jauh dari mencukupi untuk biaya hidup dan bekal selama menjalani pengobatan Castiah ya, Gengs.

Nah, Gengs, kini tiba giliranmu, jika kamu tergabung dalam komunitas atau berinisiatif secara pribadi untuk menyumbang atau melakukan aksi penggalangan dana untuk Castiah, kamu bisa menghubunginya di alamat: Kampung Jabonmanglid RT 02/06, Desa/Kecamatan Cidahu.

Castiah tidak memerlukan bantuanmu, Gaess, kecuali ia seorang tokoh masyarakat yang memiliki ribuan massa pendukung. Tentu saja para politikus yang tengah berebut kursi itu, akan berebut pula menunjukkan kepeduliannya.

Castiah membutuhkan uluran tanganmu, Gengs, karena ia pengecualian bagi mereka.

  • 25
    Shares
Feryawi Heryadi

Feryawi Heryadi

FERYAWI HERYADI adalah Pemimpin Redaksi sukabumiXYZ.com. Lahir di Sukabumi pada 17 Agustus 1975. Fery lebih berpengalaman di bidang disain grafis, pertama kali mempelajari disain grafis di Koran Republika, setelah itu menimba ilmu dan pengalaman disain grafis dari banyak media lokal, nasional, hingga regional. Pernah bekerja di Koran Investor Daily, majalah SINDO Weekly (MNC Grup), Majalah BUMN Insight, Pantau.com, Jakarta. FERYAWI kini sebagai konsultan disain grafis untuk beberapa perusahaan di Jakarta, serta konsultan media dan digital marketing Universitas Nusa Putra. Silakan klik www.feryheryadi.com untuk cek portofolio.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *