Candu sosmed ancam gen YZ Sukabumi, 5 tips wujudkan diet sosmed resolusi 2019

Remaja (gen Y dan gen Z) paling rawan kecanduan teknologi berbasis internet, terutama sosmed.

Efek teknologi terhadap kesehatan raga dan jiwa masih menjadi inti penelitian ilmu pengetahuan. Kemungkinan besar ada hubungan antara kecanduan internet dengan penurunan kondisi kesehatan raga dan jiwa. Demikian diungkapkan Dr Shimi Kang, pakar kesehatan mental dari Kanada yang kini tengah fokus menyelidiki kecanduan teknologi.

Faktanya nih ya Gaess, rata-rata pengguna internet menghabiskan sekitar 6,5 jam harinya berselancar di dunia maya. Kecenderungan itu tercatat dalam survei yang digelar di 34 negara oleh firma data konsumen, GlobalWebIndex.

Sekarang berkaca pada diri sendiri, berapa jam sehari kalian menghabiskan waktu berselancar di dunia maya? Jika sama atau bahkan lebih dari 6,5 jam, maka kalian harus coba menjalani terapi diet internet agar kamu tak kecanduan yang pada akhirnya merusak kesehatan raga dan jiwamu.

Nah, bagaimana cara diet sosmed atau internet? Ini lima tips gen YZ bisa coba!

1. Nyalakan HP sehari hanya 5 jam

Tips yang paling efektif buat diet internet ya matikan handphone (HP). Kalau belum bisa mematikan, ya dinonaktifkan saja notifikasinya. Soalnya, menerima peringatan terus-menerus membuat konsentrasi kacau. Jika perlu, mengalokasikan waktu yang ditetapkan sekali atau dua kali sehari untuk memeriksa kotak masuk.

2. Pakai HP jadul

Kalau mau ekstrim lagi pakai saja HP jadul yang hanya bisa telpon sama sms saja. Jangan takut atau minder dibilang kudet atau tua syarat utamanya. Dengan demikian waktu kalian tak akan terganggu oleh notifikasi yang masuk yang kebanyakan tak penting-penting banget. Berani coba?!

BACA JUGA:

Gen Z Sukabumi imejnya mager tapi lebih suka olahraga ketimbang gen Y, ini 5 faktanya

Orang tua di Sukabumi wajib tahu, ini dia 5 karakter Gen Z atau iGeneration

Gen alfa anak generasi millenial, lahir 2,5 juta per minggu, 5 fakta netizen Sukabumi mesti ngeh

3. Waktu bebas smartphone

Satu hal kecil yang bisa dilakukan walau sulit adalah menerapkan aturan waktu makan bebas smartphone. Terapi ini penting karena sekarang banyak orang yang tidak peduli selalu membawa gadget ketika makan, baik dengan pasangan, keluarga maupun sendirian.

4. Terapi jam detoks

Bisa dilakukan jam detoks biasa, yaitu mengalokasikan hanya 60 menit sehari untuk tidak terhubung dan melakukan sesuatu yang nyata, misalnya mandi, memanggang kue atau mendengarkan seluruh album dari artis yang disukai.

Atau kamu bisa melakukan kegiatan outdoor dengan teman tanpa membawa gadget. Lakukan dengan disiplin karena kuncinya ya disiplin diri.

5. Tingkatkan secara bertahap jam bebas teknologi

Lakukan dengan disiplin dan secara bertahap perpanjang jam bebas teknologimu. Misalnya, jika awal hanya satu jam sehari, mungkin dua atau tiga jam kemudian meningkat menjadi sehari dalam seminggu untuk hari bebas teknologi.

Setelah itu bisa mencoba akhir pekan tanpa teknologi dan kemudian mengalokasikan beberapa hari dalam sebulan tanpa teknologi.  Diet teknologi berarti hidup sehat Gaess! (dari berbagai sumber)

  • 16
    Shares
Egi GP

Egi GP

Lahir di Sukabumi, 14 Mei 1978. Mantan Jurnalis Harian Merdeka, dan kini bekerja di PT Yudhistira Ghalia Indonesia sebagai editor. Ayah dua anak ini menamatkan pendidikannya di SMP Mardi Yuana Cicurug, SMA Negeri 3 Bogor, dan kuliah Jurusan English Literature di Universitas Negeri Jember, Jawa Timur. Untuk menyalurkan hobinya menulis, Egi menjadi kontributor di sukabumiXYZ.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *