Inovasi yang menginspirasi dari rumah baca Cisarua Kota Sukabumi


Irman Sufi Firmansyah

Writed by: Irman Sufi Firmansyah
Editor by: Feryawi
20 Feb 2019 | 0:51 WIB


Pokoknya palugada dah, “apa yang lo mau, semua ada!”

Umumnya perpustakaan hanya identik dengan tempat atau rumah baca ya, Gengs, tetapi tidak dengan Perpustakaan Kelurahan Cisarua, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi. Perpustakaan ini tidak sekadar menjadi tempat membaca dan meminjam buku, tetapi juga mempraktekkan ilmu-ilmu yang diperoleh dari membaca buku-buku koleksinya. Koleksi buku di perpus tingkat kelurahan ini pun terbilang fantastis, 2.000 koleksi judul buku.

Prakteknya sendiri ternyata sangat menarik, karena pihak pengelola perpustakaan menyediakan kursus dan pelatihan secara langsung, serta kemitraan. Pokoknya palugada dah, “apa yang lo mau, semua ada!” Mulai dari  bimbingan matematika, public speaking, kursus komputer, jurnalistik, kursus bahasa Inggris, Perancis, tari, hingga pengolahan sampah.

Oiya, perpustakaan ini juga sudah mendapatkan banyak penghargaan lho, Gaess. Yuk kita intip lebih dekat kegiatan perpustakaan keren ini.

1. Program replikasi perpustakaan Kota Sukabumi

Perpustakaan Kelurahan Cisarua disebut sebagai replikasi Perpustakaan Kota Sukabumi. Menurut Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip (Kadis PAD), Nicke Siti Rahayu, pada awalnya program ini berbasis di perpustakaan kota pada 2016 melalui kerjasama dengan pihak sponsor.

“Kegiatan bertemakan PerpusSeru yaitu perpustakaan yang seru berupa transformasi berbasis IT untuk kesejahteraan masyarakat. Disediakan 14 komputer berwifi gratis serta kursus komputer yang bisa diikuti masyarakat secara gratis. Upaya ini cukup berhasil sehingga perpustakaan Kota Sukabumi mendapatkan dua penghargaan,” papar Nicke.

Program ini kemudian direplikasi kepada empat Perpustakaan Kelurahan yaitu di Warudoyong, Sindangsari, Cisarua, dan Citamiang. Kemudian pada 2018 ditambah dua Kelurahan yakni Cikundul dan Lembursitu dengan masing-masing disediakan tiga komputer dan wifi gratis.

“Khusus Perpustakaan Kelurahan Cisarua, kegiatan ini sudah dimulai sejak Maret 2017, diawali dengan pembekalan kepada enam tenaga relawan dari warga Cisarua untuk mengikuti workshop pengelola perpustakaan kelurahan di Perpustakaan Kota Sukabumi, bulan Pebruari 2017 lalu,” imbuhnya.

Setelah kerjasama dengan pihak sponsor berakhir, replikasi ini dilanjutkan oleh Perpustakaan Nasional RI dan sudah menjadi skala prioritas pembangunan nasional dari Bappenas RI. Pengelola Perpustakaan Kelurahan Cisarua dalam menunjang program replikasi ini terdiri dari tiga orang, Yusmeli Jafar (Kepala Perpustakaan), Putri Wardhany (Bendahara), dan Irwan (Sekretaris), Pembina adalah Kadis PAD dan Lurah Cisarua.

2. Upaya transformasi dibidang pendidikan, kesehatan dan ekonomi

Kepala Perpustakaan Cisarua, Yusmeli Jafar, menyebutkan bahwa perpustakaan yang dikelolanya sudah memulai upaya transformasi sejak 1 April 2017 sebagai bagian dari agenda ulang tahun Perpustakaan Kelurahan Cisarua.

“Sejak berdiri, selain dari tugas utamanya melayani pemustaka membaca, meminjam dan mengembalikan buku, juga memasilitasi kegiatan pelibatan masyarakat melalui program bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.”

Ditambahkan Yusmeli, pemuda, perempuan, dan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) adalah segmen yang dibidiknya. Tujuan transformasi perpustakaan sendiri untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat, sehingga buku tidak hanya dibaca, namun juga dipraktekkan sehingga bisa menjadi kegiatan pelibatan masyarakat dengan berkolaborasi bersama pemerintah, swasta, dan peran serta masyarakat.

Untuk menunjang transformasi, dibentuk beberapa divisi diantaranya Pelayanan Sri Mulyani, Destiana Octaviani (Pendidikan), Baiti Rizqika (Ekonomi), Mochamad Septian (Kesehatan), Herman & Erwin (Kesenian & Budaya), dan Elfin Permana (Litbang).

BACA JUGA:

Kukis keren bingits! Emak-emak XYZ Sukabumi hobi masak dan nyari duit ngumpul di sini

Lagi-lagi predator anak beraksi di Sukabumi, ini 5 info ortu wajib waspada

Owner Bakso Mewek Sukabumi: Dari gagal kuliah, hingga jadi pemurung beruntung

3. Praktek kegiatan transformasi terjadwal

Berbagai kegiatan terjadwal juga cukup padat diadakan:

Bidang Pendidikan: Bimbingan calistung, matematika SD-SMP-SMU, bahasa Inggris kelas sore, pelatihan jurnalistik (sudah angkatan ke-2), bimbingan publik speaking, bimbingan baca tulis AlQuran, bahasa Inggris dan Perancis (sudah ada 2 angkatan), pelatihan komputer dasar untuk kader posyandu, dan pelatihan membuat blog untuk pengelola PAUD se-Kecamatan Cikole, dan lainnya.

Bidang Kesehatan: Melalui referensi buku perpustakaan, melakukan pembinaan sekolah usia dini, sosialisasi kepedulian sampah di lingkungan sekolah dan rumah, dan les menari untuk usia lansia yang membantu pelemasan dan peregangan otot.

Bidang Ekonomi: Memfasilitasi kegiatan para UMKM dan warga melalui kegiatan pelatihan, penyuluhan, workshop, dan seminar dan diskusi. Kegiatan yang sudah berjalan diantaranya pelatihan membuat pola dan menjahit, pelatihan membuat aneka bros, pelatihan memasak makanan jajanan dan kuliner, beternak lele, hidroponik, aneka souvenir kreatif dari bahan daur ulang, merajut dan sulam, marketing online, workshop UMKM, naik kelas bersama komunitas ABCGM, dan lainnya.

4. Manajemen kemitraan bak sampah dan ecobrick

Untuk kegiatan tidak terjadwal merupakan kegiatan kemitraan dengan komunitas atau lembaga lain, seperti Manajemen Bank Sampah Swapilah Perpustakaan Cisarua. Kemitraan dilakukan dengan sekolah, ke-RW-an, Karang Taruna, dan lain-lain. Pelaksanaan dan inovasinya kerjasama dengan Alvo Archery Training Center, Lokatmala Ecobrick Sukabumi, dan komunitas lainnya serta sponsor.

Dalam kegiatan ini perpustakaan memberikan layanan diantaranya sosialisasi bank sampah, bimtek kepada pengurus bank sampah sekolah, mentoring dan evaluasi pengelolaan bank sampah, bimbingan pengembangan pengelolaan bank sampah sekolah. Bank sampah mitra perpustakaan ini melibatkan pelajar, guru, dan wali murid karena proses pemilahan dimulai dari rumah tangga untuk kemudian disetor ke sekolah.

Sedangkan Program Ecobrick yang merupakan pengembangan dari kegiatan bank sampah sekolah, selain menerima sampah swapilah kategori plastik, logam, kertas, dan botol kaca, juga membuat ecobrick untuk menampung plastik yang tidak tergolong kategori yang ada.

Menurut Ketua Lokatmala Ecobrick Sukabumi, Fonna Melania, upaya ini dilakukan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap dampak sampah sedini mungkin dengan pendidikan menyenangkan dimulai dari usia pelajar PAUD.

“Kegiatan ecobrick sudah dilakukan bersama PAUD Aisyiyah Al-Marwiyah di RW 12, Kelurahan Cisarua, TK Islam An-Nuur, Kelurahan Kebonjati, dipandu Tim Lokatmala Ecobrick Sukabumi. Upaya nyata kepedulian terhadap limbah sampah juga sudah dilakukan di sekolah lainnya, seperti TK Islam An-Nuur, PAUD Kinanti dan PAUD Aisyiyah Al-Marwiyah Cisarua, dan sekolah usia dini lainnya,” jelas Fonna.

5. Respon dan penghargaan luar biasa

Berbagai inovasi yang menginspirasi ala perpustakaan ini mendapat respon cukup baik dari masyarakat. Antusiasme mengikuti berbagai pelatihan dan bimbingan sangat menarik minat warga. “Alhamdulillah respon guru dan orangtua tentang ecobrick cukup baik dan antusias. Setelah ada ilmu dan pengalaman langsung membuat ecobrick, semoga dapat dirutinkan di rumah,” kata Inne Sundari, Kepala Sekolah TK Islam An-Nuur.

Antusiasme juga melahirkan berbagai kegiatan pendukung, seperti musyawarah pembentukan pengurus bank sampah, pelatihan panahan dari Alvo Archery Training Center, beauty class dari Purbasari Kosmetik, dan membuat ecobrick bersama Lokatmala Ecobrick Sukabumi.

“Sejak memulai aktivitas pada Maret 2017, perpustakaan ini sudah mendapat dua penghargaan dari Coca-Cola Foundation Indonesia. Tahun 2017 mendapatkan award sebagai Perpustakaan Kreatif dan Inovatif, dan 2018 mendapatkan award Perpustakaan Desa/Kelurahan Terbaik se-Indonesia,” tambah Yusmeli.

Kemudian tahun 2019, pengelola perpustakaan mendapatkan piagam penghargaan sebagai Relawan Masyarakat Peduli Terhadap Pengembangan Perpustakaan di Kota Sukabumi dari Pemerintah Kota Sukabumi yang diberikan pada gelaran Jambore Literasi 2019.

Wah, keren banget kan, Gaess?

Gabung yuk dalam berbagai kegiatan positif perpustakaan di wilayah masing-masing, atau kalau mau belajar mengaplikasikannya, silahkan datangi Perpustakaan Kota Sukabumi.

  • 29
    Shares
Irman Sufi Firmansyah

Irman Sufi Firmansyah

Irman Sufi Firmansyah lahir di Sukabumi, 21 juni 1977. Ia menamatkan S1 Hubungan Internasional di Universitas Negeri Jember (2001(, dan S2 Manajemen Universitas Bhayangkara, Kakarta. Kini Irman bekerja sebagai Manajer HRD, Security, dan HSE di bidang oil n gas service. Irman juga menjadi Ketua Yayasan Kipahare., dan pengurus Soekaboemi Heritages.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *