Gen XYZ Sukabumi jangan ngaku anti Punk kalau masih lakuin 5 hal ini

Punk sudah mati? Keliru, masih ada sedikitnya lima hal yang dijamin Punk banget, Gengs.

Tiga tahun lalu, Virgin Monet mengumumkan perusahannya bekerja sama dengan sisa personel The Sex Pistols untuk merilis satu seri kartu kredit bertema band punk legendaris asal Inggris. Ketebak banget, berita kontroversial ini memancing tudingan sell-out ke arah The Sex Pistols. Bahkan, majalah Esquire sampai menerbit artikel berisi segala macam sesuatu yang paling enggak punk. Beuuhh!

Gen XYZ Sukabumi mungkin bertanya-tanya, di zaman sekarang yang masih punk apa aja sih? Nah, sebagai salah satu media yang setia mengulas musik punk saat ini, majalah Noisey dengan senang hati membeberkan senarai 40 hal yang dipastikan masih bernuansa punk banget.

Daftar ini sudah disarikan sesuai denga kebiasaan warga Sukabumi. Dan ingat ya, Gengs, tak bisa dibantah kesahihannya! Titik.

Ini dia lima kebiasaan warga Sukabumi yang punk banget.

[1] Belanja kaos di distro, hidup mandiri, dan DIY

Setia belanja di distro adalah punk banget. Nah, makin gila lagi ketika musim diskon tiba. Kapan lagi coba dapat kaos band yang menegaskan keabsahanmu sebagai anak punk dengan setengah harga?

Anak Punk juga mandiri secara ekonomi, Gengs. Belum jadi anak punk kalau hidupmu masih nungguin transferan dari ortu. Nah ini, jantungnya pergerakan punk. Semuanya harus kamu lakukan secara DIY. pokoknya, apapun yang kamu kerjakan, mau di rumah, di taman atau di atas panggung, lakukan secara DIY. Keren kan?

Satu lagi kebiasaan anak Punk adalah me-recovery data, karena dengan begitu, berarti kalian telah menyelamatkan komunitasmu dari pusingnya kehilangan data pas komputermu bermasalah.

[2] Bayar cicilan tepat waktu

Agar terhindar dari denda yang mencekik sekaligus pemborosan yang tidak perlu, dan biar duit buat bayar denda berfaedah jika dibelanjakan untuk membeli kaos band di distro.

BACA JUGA:

Milenial Sukabumi, jangan takut menjadi Punk atau Skinhead

[3] Jujur, ikut Pemilu, menaati otoritas, emo, sekolah dan guru

Lawan pemerintah yang sewenang-wenang! Tapi pilih caleg yang menurutmu bisa membawa perubahan. Atau kalau perlu jadi caleg, kalau menang dan teman punk ngambek, bilang saja “Heh, sistem itu bisa diubah dari dalam.”

Selain itu, anak punk itu enggak boleh sakit. Gimana mau melakukan pemberontakan coba kalau sakit-sakitan. Makanya kalau udah enggak enak badan, cepetan ke dokter dan minum obatnya. Ingat, Sukabumi masih membutuhkan sosok pembangkang macam kalian!

Aturan itu dibuat dengan alasan jangan. Jadi, sekali-kali anak punk yang baik kudu taat aturan dan dekat dengan otoritas.

Ingat ya, jujur tentang perasaanmu itu adalah perbuatan paling punk sepanjang masa. Sekolah/guru mengajarkan banyak hal. Seorang punk yang terdidik adalah anak punk yang berbahaya. Contoh: Ucok Homicide dan Greg Graffin. Camkan, seperti kata Foucault, knowledge is power.

[4] Sepatu kanvas, jaket kulit, Starbucks, dan Skateboard

The Ramones saja pake jaket kulit langsung keliatan punk. Masa kamu enggak? Kamu juga boleh sekadar numpang pipis di Starbucks tanpa bayar. WC umum aja kadang masih kudu bayar. Kurang punk apa coba?

Doctor Martin pertama kali bikin sepatu di 1800. Sekarang, kamu bisa jadi anak punk dengan pilihan sepatu yang benar. Kalau ngaku anti Punk, kenapa masih suka pakai sepatu kanvas dan main skateboard coba?

Skate or die! (tapi pake helm ya biar aman, okay?)

[5] Membenci Donald Trump

Pada prinsipnya, Punk itu anti kesewenang-wenangan dan rasis. Punk mengusung persamaan (equality). So, maaf kami bercanda… Donald Trump itu jelas simbol musuh segala bangsa, termasuk anak punk.

Hanya ada satu kata: Lawan!

Bagea Awi Dan Heni

Bagea Awi Dan Heni

Lahir di Sukabumi, 31 Agustus 2005. Anak pertama dari tiga bersaudara ini, masih tercatat sebagai siswi kelas delapan sekolah menengah pertama. Untuk menyalurkan hobi menulis, Bagea menjadi Reporter Cilik sukabumiXYZ.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *