Goa petilasan Prabu Siliwangi di Cibadak dan 5 bukti Sukabumi kaya destinasi wisata

Masyarakat menyebut area tersebut dengan nama Cukang Lemah.

Wah, Gaess, ternyata Kabupaten Sukabumi memang sorganya destinasi wisata alam ya. Rasanya hampir semua kecamatan memiliki destinasi wisata unggulan ya, Gengs. Dari mulai wisata alam buatan, hingga wisata alam yang memiliki nilai sejarah.

Nah, salah satu Kecamatan yang akan redaksi bahas kali ini adalah Cibadak. Ya, selain Curug Mawi dan Bukit Panenjoan, potensi wisata di Cibadak juga kian lengkap dengan Goa Cukang Lemah. Simak kuy lima buktinya kalau kabupaten terluas kedua se-Pulai Jawa dan Bali ini kaya dengan destinasi wisata walamnya.

[1] Lokasi Cukanglemah

Gaess, destinasi wisata Goa Cukanglemah, Cikahuripan, dan Nangsi adalah tiga goa di area Cukanglemah. Ketiganya terletak di Desa Warnajati, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, dan disebut-sebut sebagai goa Petilasan Prabu Siliwangi.

Goa-goa yang tepatnya berlokasi di area PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII Kebun Sukamaju tersebut, memiliki beberapa goa yang diduga merupakan peninggalan zaman Kerajaan Sunda Padjajaran.

[2] Goa Nangsi

Goa Nangsi yang terletak di Kampung Nyalindung, Desa Warnajati, Kecamatan Cibadak, akhir-akhir ini kembali kerap disebut-sebut sebagai salah satu primadona wisata alam. Goa dengan kedalaman sekira 30 Meter ini dipercaya warga setempat sebagai petilasan Prabu Siliwangi.

Sepintas, pintu utama goa ini terlihat sempit, Gengs. Namun, setelah kamu berhasil masuk ke dalam area goa tersebut, terlihat sangat luas dengan beberapa aliran air di dalamnya.

Uniknya nih, Gengs, di dalam goa tersebut terdapat batu arca yang menyerupai bentuk manusia tengah bertapa. Tak hanya itu, di sekitar batu arca, juga terdapat beberapa batu yang memiliki bentuk layaknya tempat bersemedi. Beberapa warga setempat menyebut jika tempat ini pernah diresmikan sebagai Taman Prabu Siliwangi pada sekira 1960-an. Tapi sayangnya, banyak prasastinya yang sudah hilang.

Untuk menuju lokasi, kamu harus menitipkan kendaraan kepada warga setempat. Setelah itu, kamu akan menelusuri jalan yang menuruni bukit terlebih dahulu, karena goa cantik ini lokasinya agak tersembunyi. Jika kamu membutuhkan guide, kamu bisa meminta bantuan warga setempat, Gaess.

Memasuki Goa Nangsi, kamu harus mengenakan masker, Gaess, karenan banyak kelalawar berterbangan. Selain itu, jangan lupa membawa lampu senter agar dapat menyaksikan interior Goa Nangsi yang indah. Tapi inget, Gengs, memasuki goa ini kamu harus merunduk karena ketinggian goa. hanya 70 sentimeter saja. Namun, jangan kuatir, di dalam goa terdapat aliran air sangat jernih yang akan memanjakan pengunjung.

[3] Goa Cukanglemah

Kabar beredar, Goa Cukanglemah ditemukan oleh seorang warga bernama Adung yang kini telah meninggal dunia. Adung juga sekaligus menjadi juru kunci goa-goa itu. Namun, setelah Adung meninggal dunia, juru kunci dilanjutkan Ojeh yang juga telah meninggal dunia. Sepeninggal Ojeh, goa-goa tersebut kini tidak memiliki juru kunci, Gaess, namun tetap banyak dikunjungi orang-orang yang hendak bertapa.

Mak Ebed yang merupakan istri dari almarhum Ojeh menuturkan, banyak jalan atau lorong di dalam goa yang bisa menembus ke banyak daerah di Jawa Barat hingga Banden. Menurutnya, daerah-daerah yang bisa ditembus dari goa tersebut adalah Batukarut, Kutamaneuh, Palabuhanratu, hingga Banten. Wah, kok bisa ya, Gengs?

Editor’s Picks:

[4] Curug Cinaringgul

Selain ketiga goa di atas, di sekitar kawasan ini juga terdapat destinasi wisata alam yang tidak kalah indah, Gengs. Ya, namanya Curug Cinaringgul dengan ketinggian air terjunnya mencapai hingga tujuh meter.

Nah, Gaess, untuk menuju lokasi Curug Cinaringgul yang berada di Kampung Cukanglemah tersebut, kamu bisa masuk melalui Jalan Pamuruyan, tahu dong kalau jalan tersebut tepat berada di ujung Jembatan Pamuruyan. Dari situ, kamu akan menyusuri jalan menuju kawasaan PTPN VIII Sukamaju.

Setelah itu, kamu menyusuri jalan besar hingga Kampung Sampay. Sebelum memasuki Cukanglemah, kamu akan dimanjakan keindahan alam Kampung Sampay, di mana kamu bisa menyaksikan hamparan ribuan hektar perkebunan kelapa sawit yang menjadi daya tarik.

Jika kamu memutuskan untuk berjalan kaki menuju lokasi Curug Cinaringgul, waktu tempuhnya sekira satu jam. Dari Kampung Sampay, kamu masih harus menyusuri perkebunan sawit hingga Curug Cinaringgul, waktu tempuhnya sekira dua jam.

Selain pemandangan alamnya yang memesona mata, perkampungan nan asri dan keramahan warga Cukanglemah selama perjalanan menuju lokasi curug, memberi kesan tersendiri buat semua pengunjung, Gaess. Selain menyusuri jalan melalui area perkebunan kelapa sawit, kamu juga bisa menggunakan rute via Kampung Panenjoan. Setibanya di lokasi, rasa lelahmu akan ditebus dengan keindahan panorama alam yang dilingkup Gunung Salak dan Gede.

Hmmm… Gimana, Gengs, kamu pilih berjalan kaki atau membawa kendaraan nih?

[5] Pengembangan obyek wisata Cukanglemah

Pemkab Sukabumi akan mendorong dan membantu mempromosikan Goa Cukanglemah sebagai salah satu destinasi wisata di Sukabumi. Pemkab juga memberi kesempatan kepada stakeholders di sekitar area wisata, seperti Karang Taruna atau Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) setempat untuk sama-sama mempromosikannya.

Nah, Gengs, kalau urusan sama pemerintah kan kadang juga gampang-gampang susah. Untuk itu, ayo kita bersama-sama mempromosikannya agar Kabupaten Sukabumi semakin dikenal oleh wisatawan luar daerah dan negeri.

[dari berbagai sumber]

Bagea Awi Dan Heni

Bagea Awi Dan Heni

Lahir di Sukabumi, 31 Agustus 2005. Anak pertama dari tiga bersaudara ini, masih tercatat sebagai siswi kelas delapan sekolah menengah pertama. Untuk menyalurkan hobi menulis, Bagea menjadi Reporter Cilik sukabumiXYZ.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *