Lagi dan lagi, TKW Sukabumi dirundung malang, disiksa majikan hingga hilang 9 tahun


Feryawi Heryadi

Writed by: Feryawi Heryadi
Editor by: Feryawi
23 Sep 2019 | 2:37 WIB


Hamyi terkejut saat melakukan video call dengan anaknya yang terdapat luka lebam akibat penyiksaan oleh majikannya di Riyadh.

Nasib buruh migran perempuan atau tenaga kerja wanita (TKW) asal Kabupaten Sukabumi di luar negeri nasibnya sepertu judul sebuah novel sastra, Tak Putus Dirundung Malang ya, Gengs.

Belum lama terungkap kasus kekerasan terhadap TKW asal Sukabumi yang disiksa majikannya di Arab Saudi, kini salah seorang di antaranya sempat hilang di Suriah. Simak kuy lima infonya.

[1] Sang ibu terkejut saat VC

Seorang TKW asal Kampung Cigadog, Kabupaten Sukabumi, Runiah (37), menjadi korban penyiksaan oleh majikannya di Arab Saudi selama kurang lebih sembilan tahun bekerja. “Anak saya ke Arab Saudi pada 2009 lalu, saat itu usianya masih 28 tahun, diberangkatkan oleh perusahaan penyalur tenaga kerja. Setelah itu, tidak ada kontak lagi dengan Runiah dan baru mendapatkan informasi beberapa waktu lalu melalui video call,” kata ibu kandung Runiah, Hamyi, seperti dikutip dari Antara.

Hamyi terkejut saat melakukan video call dengan anaknya yang merupakan warga Desa Caringin, Kecamatan Cisolok, terlihat wajah sang anak terdapat luka lebam dan mengaku lukanya tersebut akibat penyiksaan oleh majikannya di Riyadh. Dituturkan Runiah, selama sembilan tahun bekerja, ia bukan hanya mendapat siksaan, tetapi tidak dibayar gajinya dan harus mengerjakan pekerjaan rumah serta menggembala domba milik majikan.

Hasil gambar untuk tkw Runiah
Hamyi memegangi foto Runiah.

[2] Menanti haknya yang belum dibayarkan

Khawatir dengan nasib anaknya, Hamyi pun melaporkan kasus ini kepada aparat desa setempat. “Saya dapat berkomunikasi dengan Runiah berkat rekan kerjanya asal Tasikmalaya sesama TKW di Riyadh. Dari pengakuan anak saya pemukulan yang dilakukan majikannya terjadi karena masalah sepele.”

Kepala Desa Caringin Subyati Sopyana langsung membuat laporan dan berkoordinasi dengan Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Kabupaten Sukabumi, termasuk SBMI Pusat dan SBMI yang ada di Riyadh. Runiah pun kini sudah diselamatkan dan dibawa ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk mendapatkan perawatan dan menjalani trauma healing.

Namun, Runiah kini masih harus berjuang untuk mendapatkan haknya yang tidak dibayarkan selama 115 bulan, sebesar 92 ribu Real Arab Saudi, atau 800 per bulan agar dibayarkan majikannya.

editor’s picks:

[3] TKW Sukabumi hilang di Suriah selama 9

Dewi Puspita, seorang TKW asal Kampung Cijambe, Kabupaten Sukabumi, yang sembilan tahun hilang di Suriah akhirnya ditemukan dalam keadaan sehat, baik jasmani maupun rohani. “Buruh migran ini ditemukan dalam hitungan hari oleh KBRI Damaskus setelah kami mengirim surat ke berbagai intansi terkait,” kata Tim Dewan Perwakilan Luar Negeri (DPLN) Serikat Buruh Migran Indonesa (SBMI) Riyadh Arab Saudi Agus Gia, Kamis (18/9/2019).

SBMI Riyadh mendapat laporan dari keluarga TKW asal Desa Sukaresmi, Kecamatan Cisaat pada 15 Juli 2019, kemudian pada 17 Juli 2019 pihaknya bersurat kepada pihak-pihak terkait. Tidak lama kasus hilang kontak TKW ini langsung ditangani pihak KBRI. Dalam hitungan hari, tepatnya pada Agustus 2019, pihak KBRI Damaskus menemukan Dewi dalam keadaan sehat di negara yang sedang dilanda konflik itu.

Setelah itu. di awal September, SBMI diberi tahu bahwa TKW yang hilang kontak sejak 2010 sudah ditemukan dan sudah dibawa ke shelter KBRI Damaskus. Agus Gia mengapresiasi langkah cepat KBRI Damaskus untuk dalam melakukan pencarian TKW yang hilang kontak dengan keluarganya itu. Ia juga berharap Dewi bisa segera pulang ke kampung halamannya di Sukabumi.

Hasil gambar untuk tkw dewi puspita
Dewi bersama tim penjemput.

[4] Dibawa ke KBRI Beirut

Kamis, (19/9/2019), Dewi dibawa ke KBRI Beirut, Libanon untuk pemulangan ke Indonesia. Dalam pencarian Dewi itu, tim selalu berkoordinasi dengan pihak Direktorat Perlindungan WNI dan Bantuan Hukum Indonesia (PWNI dan BHI) Divisi Suriah Kemenlu RI dan Kholik Staf KBRI Damascus.

Sementara itu, Ketua SBMI Jabar Jejen Nurjanah meminta Pemerintah Kabupaten Sukabumi agar saat Dewi pulang bisa dijemput di bandara untuk mengantarkan ke rumahnya. Ia pun berterima kasih kepada tim SBMI Riyadh, Kemenlu RI, KBRI Damaskus, dan instansi lainnya yang telah membantu sekaligus menemukan buruh migran ini.

[5] Pulang ke Sukabumi

Dewi pun akhirnya bisa pulang ke kampung halamannya di Kampung Cijambe. “Alhamdulillah berkat koordinasi yang kita tempuh Dewi Puspita, TKW yang hilang selama sembilan tahun bisa ditemukan. Kami pun mengapresiasi langkah cepat KBRI di Damaskus, Kementerian Luar Negeri RI, dan tim Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI),” kata Agus Gia, Sabtu (21/9/2019) seperti dikutip dari Indopos.com.

Tim SBMI Sukabumi bersama keluarga pun menjemput Dewi ke Bandara Soekarno-Hatta Jakarta, yang pada hari itu sedang dalam perjalanan dari Abu Dhabi, Uni Emirat Arab menuju Indonesia. Kondisi Dewi sejak ditemukan hingga kepulangan baik kesehatan maupun psikologinya cukup baik. Dewi tiba di Sukabumi pada Minggu (22/9/2019) pukul 01.00 WIB.

Duh hati-hati dan wasapada ya, Gengs. Pertimbangkan baik-baik sebelum memutuskan bekerja di luar negeri.

[dari berbagai sumber]

Feryawi Heryadi

Feryawi Heryadi

FERYAWI HERYADI adalah Pemimpin Redaksi sukabumiXYZ.com. Lahir di Sukabumi pada 17 Agustus 1975. Fery lebih berpengalaman di bidang disain grafis, pertama kali mempelajari disain grafis di Koran Republika, setelah itu menimba ilmu dan pengalaman disain grafis dari banyak media lokal, nasional, hingga regional. Pernah bekerja di Koran Investor Daily, majalah SINDO Weekly (MNC Grup), Majalah BUMN Insight, Pantau.com, Jakarta. FERYAWI kini sebagai konsultan disain grafis untuk beberapa perusahaan di Jakarta, serta konsultan media dan digital marketing Universitas Nusa Putra. Silakan klik www.feryheryadi.com untuk cek portofolio.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *