Guys, Ini Lho 5 Fakta Keren Sukabumi Film Week


Glyn

Writed by: Glyn
Editor by: Feryawi
10 Mei 2018 | 23:57 WIB


Cara Refreshing Anak Muda Gaul.

Sukabumi Film Week (SFW) adalah acara yang digelar oleh komunitas SMAN 3 Movie and Photography Club (SMOPHYC) dan Sukabumi Sinema Indie Forum (SSIF) yang diselenggarakan di salah satu hotel, di Kota Sukabumi, 9 hingga 12 Mei 2018.

SFW untuk menjembatani mereka yang ingin menonton seperti layaknya di bioskop, karena Kota Sukabumi belum memiliki bioskop. Selain itu, juga membudayakan gemar menonton.

Berikut adalah lima fakta keren terkait Sukabumi Film Week.

1. Konsep Kegiatan

Kegiatan ini digelar selama satu pekan. Walau bisa saja hanya satu hari, namun ini memberi kesempatan bagi mereka yang memiliki kesibukan dan hanya mempunyai waktu senggang pada sore dan malam hari, seperti pelajar dan pekerja.

BACA JUGA: Sis, Ini Lho 5 Model Sepatu 2018 yang Mesti Gen Y Sukabumi Punya

2. Film Berkualitas

Film-film yang dipilih adalah yang sudah mendapat penghargaan, seperti Istirahatlah Kata Kata atau Ziarah. Selain itu, juga mempunyai nilai edukasi, baik dari sisi ide cerita maupun kualitas gambar.

3. Cara Refreshing Anak Muda Gaul

Ini adalah salah satu sarana refreshing buat anak muda. Selain sebagai hiburan, juga untuk menambah wawasan dan pengetahuan tentang film.

BACA JUGA: 5 “Mustahil” Universitas Nusa Putra Menjadi Nyata

4. Bisa Bertemu Sutradara Film

Tentu saja bagi kalian pecinta dan penikmat film wajib datang, sebab SFW akan dihadiri sutradara film Salawaku pada saat acara penutupan (12 Mei 2018), yang tentu akan menambah pengetahuan tentang perfilman.

5. Suasana ala Bioskop

Bagi kamu yang susah untuk nonton ala bioskop. Di sini, lokasi pemuaran film didisain layaknya sebuah gedung bioskop. Hal ini dilakukan sebagai salah cara agar penonton dapat menikmati film dengan nyaman.

  • 3
    Shares
Glyn

Glyn

Glyn lahir di Cicurug, 19 Agustus 1984. Ia tinggal di Cicurug, Kabupaten Sukabumi, seorang ibu muda yang gaul, hobi menulis dan bikin cerpen. Glyn juga menjadi pendidik di kota tempat tinggalnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *