Miris, 5 Fakta Pekerja GOR Kota Sukabumi yang Posting Piutang Penjual Nasi Uduk


Feryawi Heryadi

Writed by: Feryawi Heryadi
Editor by: Feryawi
14 Mei 2018 | 14:39 WIB


Belasan juta gaji buruh belum dibayar.

Sempat viral di media sosial mengenai kondisi Gelanggang Olah Raga (GOR) Lapang Merdeka Kota Sukami lantaran piutang makanan yang belum terbayarkan sebesar Rp20 juta.

Ternyata nih, Gengs, orang yang memposting hal tersebut di media sosial Facebook itu, adalah pekerja di proyek GOR dan kondisinya tidak jauh berbeda dengan penjual uduk.

Ini dia Lima fakta soal pekerja tersebut:

1. Gaji Belum Dibayar

Meskipun pekerjaan hampir rampung, namun gaji pekerja selama bekerja di GOR Lapang Merdeka Kota Sukabumi ternyata masih banyak yang belum dibayarkan pihak pengusaha.

“Gaji saya dari tanggal dua sampai 17 Januari belum dibayar, padahal kalau dijumlahkan itu sangat besar dan berarti bagi saya,” jelas salah seorang pekerja, Yudi Iskandar (28), kepada sukabumiXYZ.com.

2. Piutang Gaji Pekerja Mencapai Belasan Juta Rupiah

Total gaji Yudi dengan kedua rekannya yakni Deni (43) dan Sahrudin (48) saja sudah mencapai Rp13 juta. Ditambah masih banyak rekan kerjanya yang lain juga belum dibayar oleh pihak pengusaha atau pemborong.

“Kita terus diberikan janji oleh mandor kami akan dibayar, dengan alasan masih menunggu pembayaran dari pemerintah sebesar 50 persen dari total pagu, tapi sampai sekarang malah mandor tersebut kabur,” kesal Yudi.

BACA JUGA: Alamak! Ini 5 Fakta Memalukan di Balik Megahnya GOR Kota Sukabumi

3. Menjadi Virus di Rumah Tangga

Yudi mengaku, selama dirinya berkerja dan tidak menerima gaji, untuk biaya sehari-hari ia beserta istrinya meminjam ke tetangga sehingga saat ini dirinya dikejar utang.

“Kami meninggalkan anak istri di rumah untuk bekerja dan tentunya pulang harus membawa hasil, dengan kondisi begini saya sempat bersitegang dengan istri karena saat ini terus di kejar utang. Selama saya bekerja dan tidak digaji, untuk biaya sehari-hari saya pinjam ke tetangga,” akunya.

4. Akan Mengadu ke DPRD

Setelah sekian lama bersabar dengan janji manis pemborong, Yudi beserta rekan kerjanya akan mengadukan hal tersebut ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Sukabumi.

“Kami sudah berencana secepatnya akan mengadukan hal ini ke dewan agar segera disikapi,” janjinya.

5. Meminta Pemkot Memediasi

Dirinya berharap, pihak Pemkot Sukabumi bisa memediasi antara pekerja dan pemborong agar persoalan bisa cepat selesai.

“Kami tidak meminta gaji ke Pemkot, kami hanya minta Pemkot memediasi kami dengan pemborong agar gaji kami segera dibayar,” tandasnya.

  • 23
    Shares
Feryawi Heryadi

Feryawi Heryadi

FERYAWI HERYADI adalah Pemimpin Redaksi sukabumiXYZ.com. Lahir di Sukabumi pada 17 Agustus 1975. Fery lebih berpengalaman di bidang disain grafis, pertama kali mempelajari disain grafis di Koran Republika, setelah itu menimba ilmu dan pengalaman disain grafis dari banyak media lokal, nasional, hingga regional. Pernah bekerja di Koran Investor Daily, majalah SINDO Weekly (MNC Grup), Majalah BUMN Insight, Pantau.com, Jakarta. FERYAWI kini sebagai konsultan disain grafis untuk beberapa perusahaan di Jakarta, serta konsultan media dan digital marketing Universitas Nusa Putra. Silakan klik www.feryheryadi.com untuk cek portofolio.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *