5 Fakta Bocah Kota Sukabumi Tak Tertangani Medis, Nomor Satu Bikin Sedih


Glyn

Writed by: Glyn
Editor by: Feryawi
18 Mei 2018 | 14:22 WIB


Semoga keluarga Dadan diberikan kesabaran ya, Gaess.

Dibalik penderitaan Dadan Tarjiwo (7) warga rumah susun sewa (Rusunawa), Kampung Salayu RT 05/07, Kelurahan Situmekar, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi, yang masih belum tertangani secara medis sebab kurangnya biaya, hingga kini bocah dengan berat 10 kg itu tergolek lemas tak berdaya di tempat tidur.

Kondisi tersebut dialami anak Asmaji itu semenjak ia lahir.

Dari penelusuran sukabumiXYZ.com, setidaknya ada lima fakta mengejutkan mengenai Dadan dan keluarganya ini. Cek, Gaess:

1. Tidak Tinggal Menetap
Dengan kondisi tidak sehat, Dadan harus berpindah-pindah tempat sesuai yang mau mengurusnya.

“Bapaknya di Bogor, kadang anak itu ke Cianjur, tidak menetap. Mau kunjungan sering terhambat,” kata Nura’eni Komarudin, Camat Lembursitu, kepada sukabumiXYZ.com.

Hal tersebut dibenarkan kakak ipar Dadan, Novi Astuti (22), menurutnya, Dadan baru pindah bulan Januari lalu ke Kota Sukabumi karena sempat dibawa ke Bogor oleh ayahnya. “Pindah ke sini bulan Januari, itu pun tidak menetap karena bapaknya juga di Bogor,” katanya.

2. Menetap Dua Bulan
Novi pun merasa kasihan karena anak tersebut harus berpindah-pindah, hingga ia pun berinisiatif untuk mengurusnya di Kota Sukabumi dengan seadanya.

“Pindah-pindah terus dari Cianjur, Bekasi, dan Cikereteg. Baru dua bulan ke sini lagi. Dari pada pindah terus mending saya yang urus,” ujar Novi.

BACA JUGA: Sedih, Guys, Berat Bocah Yatim 7 Tahun Kota Sukabumi Ini Cuma 10 kg

3. Bapak Pulang Satu Bulan Sekali
Karena saat ini Dadan tinggal bersama Novi di Kota Sukabumi, ayah Dadan lah yang sering melihat kondisinya, meskipun hanya satu bulan sekali.

“Bapaknya lagi di Bogor, pulangnya sebulan sekali,” ujarnya.

4. Berobat Tidak Punya Biaya
Meskipun di setiap kecamatan tersedia fasilitas kesehatan seperti Puskesmas Kecamatan, namun keluarga Dadan lebih memilih pasrah. Karena akses dari rusunawa sampai puskesmas itu jaraknya lumayan jauh, sementara keluarga Dadan mengaku tidak memiliki biaya, bahkan untuk ongkos berobat sekalipun.

“Disuruh ke Puskesmas, cuma gak bisa, terbentur biaya. Jarak Puskesmas dari sini juga lumayan jauh,” keluhnya.

5. Bukan Mutlak Kesalahan Pemerintah
Pemerintah Kecamatan Lembursitu merasa prihatin dengan kondisi Dadan, serta meminta setiap pihak untuk membantu kesembuhannya.

“Kita prihatin dan ingin semua pihak beserta orangtua atau wali memiliki kepedulian untuk tumbuh kembang anak tersebut. Dan ini bukan mutlak kesalahan pemerintah,” tutup Nur’aeni.

  • 6
    Shares
Glyn

Glyn

Glyn lahir di Cicurug, 19 Agustus 1984. Ia tinggal di Cicurug, Kabupaten Sukabumi, seorang ibu muda yang gaul, hobi menulis dan bikin cerpen. Glyn juga menjadi pendidik di kota tempat tinggalnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *