Bukan mobil syetan, Gaess, kamu tau gak 5 istilah unik sopir Colt L300 Sukabumi-Bogor?


Irwan Kurniawan

Writed by: Irwan Kurniawan
Editor by: Feryawi
31 Mei 2018 | 0:00 WIB


Disebut mobil syetan karena selalu dikemudikan dengan kecepatan tinggi.

Colt L300 Bogoran adalah transportasi minibus trayek Sukabumi-Bogor, Gaess. Namun, pengguna jalan lain sering menyebutnya sebagai “mobil syetan”, lantaran pengemudinya yang selalu ugal-ugalan di jalan dengan kecepatan yang bikin merinding.

Namun ternyata, bahasa yang digunakan sehari-hari oleh para pengemudi Colt Bogoran tersebut, bikin ngakak juga, Gaess. Ini dia:

1. Cakcakan

Bahasa Indonesia dari cakcak ialah cecak, namun ada yang unik dengan istilah cakcakan kalau yang bilang sopir Colt Bogoran, Gaess. Karena di komunitas mereka, cakcakan memiliki arti berbeda.

Cakcakan itu artinya uang jasa kenek dari kadal, atau disebutnya uang cakcakan,” ujar Ketua Serikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) basis lajur Colt Sukabumi-Bogor Wanda Ruswanda kepada sukabumiXYZ.com, Rabu (30/5/2018) malam.

BACA JUGA: Gaess, ini 5 fakta Ibu Soed pencipta lagu Berkibarlah Benderaku orang Sukabumi

2. Kadal

Kadal ialah sopir cabutan yang bertugas mencari penumpang dari terminal ke kadalan atau ke jalur, yang nantinya setelah mobil diisi penuh oleh penumpang, mobil dikembalikan lagi ke sopir aslinya.

“Sopir kadal hanya bertugas membawa mobil dari kadalan ke terminal untuk mencari penumpang di terminal saja, setelah penuh mobil yang sudah berisi penumpang diberikan ke sopir asli untuk melajutkan perjalanan,” ujar Wanda.

3. Kadalan

Jika kadal adalah sopir, maka sudah bisa di tebak Gaess, kadalan merupakan tempat para kadal berkumpul. Saat ini, kadalan berada di jalur Lingkar Selatan, Desa Babakan, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi.

“Dulu kadalan berada di Ciseureuh, Kota Sukabumi, tapi waktu pemindahan Terminal Sudirman ke Terminal Tipe A, kadalan pun ikut pindah,” jelas Wanda.

BACA JUGA: Gaess, ini lho 5 mahasiswi hijaber cantik Sukabumi

4. Mel

Entah dari mana datangnya awal mula bahasa mel ini, namun di kalangan sopir, kata mel sudah tidak asing lagi. Menurut Wanda, mel merupakan uang retribusi tak resmi yang dikeluarkan sopir di beberapa titik seperti di Sukabumi dan Bogor.

“Retribusi resmi itu beda lagi, tetap ada di petugas Dinas Perhubungan. Kalau mel seperti membeli jalan lah atau jalur gitu,” katanya.

BACA JUGA: Gaess, ini lho 5 alasan jalur utara Sukabumi terlihat kumuh

5. Kadal Mas

Kadal Mas merupakan kumpulan para supir sebagai profesi di kadalan yang didirikan sekitar tahun 1990 oleh Baban Ahu, Asep Games, Ibah, Edi Rasasmita, dan Maman Langir. Namun sekitar tahun 2004 dibuatkan perusahaan berbadan hukum oleh Edi Rasasmita.

“Pendiri Kadal Mas saat ini tinggal dua orang yakni, Maman Langir dan Baban Ahu, yang lainnya sudah meninggal,” tutupnya.

  • 15
    Shares
Irwan Kurniawan

Irwan Kurniawan

Irwan Kurniawan, pernah malang melintang di dunia kewartawanan. Mantan jurnalis kelahiran Sukabumi, 15 Januari 1980, ini pernah menjadi wartawan Radar Sukabumi dan sukabumiupdate.com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *