Pengakuan Tinah janda miskin Citarik Kabupaten Sukabumi, nomor 5 bikin miris Gaess


Irwan Kurniawan

Writed by: Irwan Kurniawan
Editor by: Feryawi
03 Jun 2018 | 13:11 WIB


Anak satu-satunya tinggal di Padang.

Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hanura Kabupaten Sukabumi Hamzah Gurnita melakukan bakti sosial di Kampung Lio RT 02/06, Desa Citarik, Kecamatan Palabuhanratu, Sabtu (2/6/2018) kemarin.

Bakti sosial dengan merehab rumah janda tua bernama Tinah (53). Tinah sudah 15 tahun ditinggal suami dan tinggal di rumah yang nyaris ambruk. Ini dia lima fakta mengenai Tinah menurut pengakuan janda anak satu dan ketua RT setempat kepada sukabumiXYZ.com:

1. Tinah seorang janda

Tinah mengaku suaminya sudah meninggal dunia 15 tahun lalu dan kini tinggal sebatangkara di rumah yang sudah reyot tersebut.

“Saya asli warga sini dan kini hidup sendiri, suami saya meninggal 15 tahun lalu. Sebelum meninggal suami dulu bekerja sebagai nelayan,” ujar Tinah.

BACA JUGA: Puasa tanpa kurangi pahala ala Hamzah Gurnita buat gen Y Sukabumi, nomor 5 berat Gaess

2. Memiliki putra tapi sudah jarang pulang

Tinah memiliki seorang putra bernama Andi (32) yang saat ini berada di Padang, Sumatera Barat, dan tinggal di sana bersama istrinya.

“Andi sudah lama tidak pulang, karena dia (Andi-red) menikah dengan orang Padang dan berjualan di sana,” ujar tetangga Tinah, Toni (35).

3. Rumah Tinah sudah tak layak huni

Rumah yang saat ini ditinggali oleh Tinah dibangun sejak tahun 1985, Gaess. Kondisinya sangat memprihatikan, rumah dengan tiga ruangan, bagian atapnya sudah pada bocor dan dipastikan saat hujan turun hampir tidak bisa ditempati olehnya. Begitupun dinding yang terbuat dari bilik bambu juga sudah pada bolong lapuk dimakan usia. Diakui Tinah, selama ini tidak pernah direhab.

Menurut pengakuan Ketua RT setempat, Maman (60), pihaknya sudah tiga kali pengajuan rehab rumah Tinah ke pemerintah Desa Citarik, bahkan langsung ke bagian sosial tapi belum ada tanggapan sejauh ini.

“Sudah tiga kali di ajukan ke pihak Desa, namun mungkin belum ada rezekinya buat si ibu, gak tahu kenapa,” ujar Maman.

BACA JUGA: Generasi millenial Sukabumi mau jadi bos untuk diri sendiri? 5 profesi ini layak dicoba

4. Penglihatan Tinah sudah bermasalah

Selain faktor umur, mata Tinah sudah bermasalah karena penyakit yang tidak pernah diperiksa oleh tim medis.

“Sudah dua Minggu ini memang kondisi Mak Tinah kurang sehat, termasuk matanya yang mulai kabur,” ujar Toni.

5. Tinah tidak mampu bekerja

Faktor umur dan kondisi sakit yang menerpa Tinah membuat dirinya tidak bisa beraktivitas secara normal termasuk untuk bekerja menghidupi dirinya sendiri. Sejauh ini, warga sekitar atau tetangga terdekat yang sering membantu Tinah karena selain kondisinya yang memprihatikan, Tinah merupakan salah satu warga yang baik hati sehingga para tetangga menyukainya.

“Memang memprihatikan, termasuk rumah tersebut tidak punya kWh sendiri dan warga sekitar yang memberinya lampu listrik atau bahasa di sini nyolok listrik. Warga di sini sangat memperhatikan kebutuhan mak Tinah termasuk membantu keperluannya, terutama makanan,” beber Toni.

Usai dikunjungi Hamzah, Tinah pun sumeringah. Dirinya mengaku sangat berterimakasih karena rumahnya akan di rehab.

“Mendengar rumah akan direhab saya sangat senang sekali, mudah-mudahan orang yang sudah mau membantu saya ditambahkan dan dimudahkan rezekinya, bermanfaat dunia akhirat, amin,” tutup Tinah  seraya menyeka air mata di pipinya.

  • 8
    Shares
Irwan Kurniawan

Irwan Kurniawan

Irwan Kurniawan, pernah malang melintang di dunia kewartawanan. Mantan jurnalis kelahiran Sukabumi, 15 Januari 1980, ini pernah menjadi wartawan Radar Sukabumi dan sukabumiupdate.com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *