Bilang mamamu Sis, bawang merah palsu beredar di Sukabumi, ini 5 cirinya

Bawang Bombay ukuran kecil dimanipulasi jadi bawang merah.

Awal Juli, tepatnya tanggal 2 Juli lalu, warga Sukabumi dikagetkan oleh kabar beredarnya bawang merah palsu di pasaran. Kabarnya sendiri diungkapkan oleh Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (Diskop UKMPP) Kota Sukabumi, yang mewanti-wanti warga agar mewaspadai peredaran bawang merah palsu.

Waduh, apa itu bawang merah palsu ya, Sis! Ada-ada saja. Masak sampai bawang aja dipalsukan, ya! Ini lima fakta berkenaan dengan isu bawang merah palsu yang beredar di Sukabumi.

1. Aslinya bawang bombay

Bawang merah palsu tersebut merupakan bawang Bombay yang ukurannya kecil, yakni di bawah lima centimeter dan dijual Rp7 ribu hingga Rp10 ribu. Informasinya ada ulah spekulan yang memanfaatkan bawang Bombay itu dengan cara memanipulasi menjadi bawang merah.

Tentu harganya akan langsung melambung karena harga bawang merah asli berkisar Rp25 ribu hingga Rp32 ribu setiap kilogramnya.

BACA JUGA: Hari Bebas Kantong Plastik Sedunia, Gen Y Sukabumi bisa kenali 5 masalahnya

2. Ciri fisik bawang palsu

Ciri fisik dari bawang merah palsu dengan yang aslinya seperti jumlah umbinya bawang merah asli ada tiga umbi dalam setiap satuannya, tapi yang palsu hanya satu umbi.

3. Aroma bawang merah palsu

Perbedaan lainnya, yakni dari aromanya. Aroma bawang merah asli lebih kuat dibandingkan dengan bawang merah palsu serta kandungan airnya pun tidak terlalu banyak.

BACA JUGA: Sis, ini lho 5 makanan khas Sukabumi yang cocok buat diet

4. Impor dari India

Rupanya bawang merah palsu tersebut berasal dari India yang masuk lewat Medan, Sumatera Utara. Sekitar akhir Juni lalu, Disdag Medan berkordinasi dengan penyidik Polri mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa ada 25 kontainer yang membawa bawang merah mini dari India sudah melalui pemeriksaan di Balai Besar karantina Pertanian Belawan.

Bawang bombay merah mini tersebut dinyatakan boleh masuk ke wilayah Indonesia dengan tersedianya dokumen lengkap, selanjutnya barang tersebut untuk disimpan di Gudang Hamparan Perak Medan. Entah bagaimana, bawang tersebut sebagian sudah terlanjur ke pasaran, termasuk kabarnya di Sukabumi.

5. Ukuran lebih besar

Bawang merah palsu ini ukurannya lebih besar dari yang asli, Sis. Nah, untungnya masyarakat Kota Sukabumi cenderung lebih memilih untuk membeli bawang merah lokal yang ukurannya lebih kecil dari pada yang impor.

Namun demikian pengawasan harus tetap dilakukan untuk antisipasi kemungkinan masuknya bawang merah palsu tersebut. (dari berbagai sumber)

  • 3
    Shares
Egi GP

Egi GP

Lahir di Sukabumi, 14 Mei 1978. Mantan Jurnalis Harian Merdeka, dan kini bekerja di PT Yudhistira Ghalia Indonesia sebagai editor. Ayah dua anak ini menamatkan pendidikannya di SMP Mardi Yuana Cicurug, SMA Negeri 3 Bogor, dan kuliah Jurusan English Literature di Universitas Negeri Jember, Jawa Timur. Untuk menyalurkan hobinya menulis, Egi menjadi kontributor di sukabumiXYZ.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *