Nanti malam terjadi aphelion, gen Y Sukabumi bisa cek 5 faktanya

Tidak berbahaya bagi manusia.

Hari ini, 6 Juli 2018, Bumi berada di titik aphelion. Apa lagi tuh?

Apsis adalah titik terjauh atau terdekat dari orbit elips sebuah objek dari pusat tarik-menarik, yang umumnya adalah pusat massa sistem.

Titik terdekat disebut periapsis sedangkan titik terjauh disebut apoapsis. Sebuah garis lurus yang melewati periapsis dan apoapsis disebut garis apsis. Ini adalah sumbu utama elips, yakni garis terpanjang yang melewati elips.

Istilah turunan digunakan untuk mengidentifikasi orbit sebuah benda langit. Istilah yang paling umum adalah perigea dan apogea, merujuk objek yang mengelilingi bumi; serta perihelion dan aphelion, merujuk objek yang mengelilingi matahari.

Dalam misi Program Apollo, istilah pericynthion dan apocynthion digunakan untuk merujuk terhadap bulan.

Cek kuy lima faktanya!

BACA JUGA: Gen Y Sukabumi mesti ngeh, ditemukan 5 planet mirip bumi di Galaksi Bimasakti

1. Apa itu aphelion

Dalam bidang astronomi, dikenal istilah aphelion, yakni jarak terjauh yang bumi dalam orbitnya saat mengelilingi matahari. Sebaliknya, perihelion, yakni jarak terdekat bumi dengan matahari.

2. Orbit bumi tidak bulat sempurna

Peristiwa aphelion dan perihelion terjadi karena bentuk orbit bumi tidak bulat sempurna, tapi elips. Maka itu, akan ada waktunya bumi berada di titik terjauhnya dan juga di titik terdekatnya dengan matahari. Untuk tahun ini, aphelion terjadi pada 6 Juli 2018 pukul 23.48 WIB atau hari ini.

3. Matahari terlihat lebih kecil

Secara teori, karena matahari berada di titik terjauhnya dengan bumi, maka keberadaan matahari akan terlihat lebih kecil dari hari-hari lainnya. Namun demikian, secara kasat mata, perbedaan itu tidak begitu terasa.

Hal tersebut terjadi karena saat aphelion jarak antara bumi dengan matahari hanya berubah sekira tiga persen saja, sehingga matahari menjadi terlihat biasa saja.

BACA JUGA: Gengs, ini lho 5 HP di bawah Rp2 jeti buat gamer Sukabumi

4. Tidak bisa disaksikan di Indonesia

Namun sayangnya, Gaess, karena puncaknya terjadi malam hari, kita yang berada di Indonesia ini jadi gak bisa melihat peristiwa tersebut.

5. Tidak berbahaya bagi manusia

Peristiwa ini tidak berbahaya bagi kehidupan manusia di bumi, Gaess. Ini hanya fenomena alam yang terjadi secara berulang pada waktu yang berbeda.

 

  • 4
    Shares
Egi GP

Egi GP

Lahir di Sukabumi, 14 Mei 1978. Mantan Jurnalis Harian Merdeka, dan kini bekerja di PT Yudhistira Ghalia Indonesia sebagai editor. Ayah dua anak ini menamatkan pendidikannya di SMP Mardi Yuana Cicurug, SMA Negeri 3 Bogor, dan kuliah Jurusan English Literature di Universitas Negeri Jember, Jawa Timur. Untuk menyalurkan hobinya menulis, Egi menjadi kontributor di sukabumiXYZ.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *