5 single parent cantik Sukabumi berbagi kisah membagi waktu kerja dan urus anak

Setiap hari selalu terjebak dalam rutinitas yang melelahkan.

Menjadi single parent memang bukan perkara gampang, terlebih pada usia yang relatif masih muda. Kamu harus berperan sebagai pencari nafkah sekaligus ngurus anak.

Bayangkan saja, pagi-pagi kamu harus nyiapin sarapan, membersihkan rumah, dan kamu juga harus bekerja bukan? Belum lagi mempersiapkan biaya pendidikannya di masa depan.

Perjuangan seorang single parent memang berat, bila kamu merupakan single parent tentu sering dong merasakan gak punya waktu buat diri sendiri. Setiap hari selalu terjebak dalam rutinitas yang melelahkan.

Berikut lima single parent cantik Sukabumi berbagi kisahnya antara bekerja dan mengurus si buah hati.

1. Gusva Delia

Usianya baru menginjak 24 tahun, dan bekerja sebagai apoteker di salah satu apotek di Kota Sukabumi. Menurutnya, menjadi seorang single parent bukanlah keinginannya. “Ada hal-hal tertentu yang memaksa kita harus mampu memenej waktu antara pekerjaan dan juga mengurus anak,” terang ibu dari Muhammad Abrar (4 tahun) itu.

Gusva mengaku, meskipun waktunya bersama sang buah hati tidaklah banyak, tetapi ia tetap berusaha memberikan perhatian ekstra kepada Muhammad Abrar.

“Saat pulang kerja pun selalu menyempatkan waktu untu bermain, bercanda bersama anak sampai ia tertidur. Kalau lagi libur kerja, saya selalu menyempatkan waktu untuk mengajak anak jalan-jalan ke mall ataupun tempat wisata,” pungkas wanita berkerudung itu.

BACA JUGA:

Keren Gengs, ini 5 fenomena alam yang menjadi tempat wisata di Sukabumi

20 ribu warga kota Sukabumi nganggur, ini 5 faktanya Gaess

2. Deantina Agustin

Single parent yang bekerja sebagai marketing di salah satu perusahaan di Sukabumi ini usianya 25 tahun. Sebagai seorang wanita single ia tak lelah berjuang menjadi tulang punggung keluarga, terlebih anak semata wayangnya, Muhammad Alfarizi (5 tahun).

“Anak saya alhamdulillah seorang penurut. Dia sudah sangat mengerti posisi saya yang tidak memiliki banyak waktu bersamanya. Paling kalau hari libur, selalu berusaha menyempatkan waktu mengajak anak berlibur ataupun memanjakannya seharian, agar ia tidak merasa kurang kasih sayang dari ibunya,” aku Deantina.

3. Ummul Salamah

Single parent yang saat ini berusia 25 tahun, ini aktif menjalani bisnis di rumahnya dengan berjualan fashion dan produk kecantikan. Sehingga tidak sulit baginya untuk membagi waktu dengan anaknya yang baru berusia tiga tahun, karena ia bekerja seharian di rumah.

“Kalau bisnis di rumah bisa sekalian mengurus anak dan mencari uang. Ya, kadang-kadang harus meninggalkan anak juga pas pergi belanja produk barang kecantikan ke Jakarta. Biasanya saya menitipkan ke orang tua agar saya bisa tenang bepergian.”

BACA JUGA:

Tak Cuma Desy, Ini Lima Artis Cantik Asal Sukabumi

Gaess, kamu gak nyangka kan kalau 5 seleb ini mudik ke Sukabumi?

4. Windy Handayani

Wanita yang satu ini aktif di dunia modelling, usianya juga memang baru menginjak 25 tahun. Bagi ibu dari anak berusia tujuh tahun ini, menjadi seorang single parent itu banyak sekali tantangannya, terlebih pada usianya yang masih relatif muda.

Dari pengalaman baik sampai buruk pernah ia rasakan. “Salah satu dari pengalaman buruknya, yaitu saat mendapat respon negative dari orang sekitar karena sering bekerja ke luar kota,” jelas single parent cantik itu. Namun diakui Windy, untuk membagi waktu bersama anak terbilang sulit, karena seringnya ia ke luar kota, sementara anak diasuh oleh ibunya.

“Sebulan sekali atau paling cepet dua minggu sekali. Jadi kalau pulang dari luar kota, yang pertama kali saya lakukan itu memeluk anak. Saking rindunya kali ya. Terus mengajaknya jalan-jalan ke mall, tempat wisata, atau ke mana saja,” pungkas Windy.

5. Sri Lestari

Sri usianya paling muda di antara ke empat single di atas, yakni baru 23 tahun. Sebagai single parent bagi anknya yang baru berusia delapan bulan, membagi waktu antara bekerja dan mengurus anak adalah kisah paling mengharukan.

“Setiap hari suka merasa sedih karena harus menitipkan anak yang masih menyusui ke ibu. Makanya kadang kalau pas jam istirahat kerja pun, saya sempatkan pulang ke rumah untuk memberikan ASI,” terang wanita cantik yang bekerja sebagai sales promotion girl di salah satu perusahaan di Kota sukabumi ini.

Walaupun jarak dari tempatnya bekerja ke rumah terbilang jauh, bukan halangan baginya untuk pulang menemui buah hatinya.

“Biasanya pakai transportasi online untuk pulang pergi. Agak repot dan lelah memang, tapi saya tidak mau mengeluh dengan keadaan. Tetap harus memberi waktu dan perhatian untuk anak, walaupun harus mengorbankan jam istirahat kerja.”

Nah, Gengs, kalau kamu dibesarkan bersama seorang ibu single parent, sayangi dan berbaktilah kepada ibumu. Mata pelajaran di sekolahmu, tentu tidak semuanya mudah. Tetapi cobalah bayangkan, membesarkan anak sendirian tanpa suami, jauh tidak mudah. (Risha Farihat)

 

  • 22
    Shares
Feryawi Heryadi

Feryawi Heryadi

FERYAWI HERYADI adalah Pemimpin Redaksi sukabumiXYZ.com. Lahir di Sukabumi pada 17 Agustus 1975. Fery lebih berpengalaman di bidang disain grafis, pertama kali mempelajari disain grafis di Koran Republika, setelah itu menimba ilmu dan pengalaman disain grafis dari banyak media lokal, nasional, hingga regional. Pernah bekerja di Koran Investor Daily, majalah SINDO Weekly (MNC Grup), Majalah BUMN Insight, Pantau.com, Jakarta. FERYAWI kini sebagai konsultan disain grafis untuk beberapa perusahaan di Jakarta, serta konsultan media dan digital marketing Universitas Nusa Putra. Silakan klik www.feryheryadi.com untuk cek portofolio.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *