FYI nih gen XYZ Sukabumi, 5 fakta sejarah kemerdekaan RI yang terlupakan

Bung Karno dan Bung Hatta baru digelari pahlawan pada tahun 2012 oleh Presiden SBY!

Tanpa terasa 73 tahun sudah negara kita tercinta, Republik Indonesia (RI) merdeka. Kalian gen XYZ Sukabumi mesti aware bahwa merdeka setelah dijajah berbagai bangsa selama ratusan tahun, bukanlah hal yang mudah. Kemerdekaan adalah hasil perjuangan dan pengorbanan para pahlawan bangsa yang tidak ringan. Harta dan bahkan nyawa diberikan para pahlawan demi kemerdekaan yang kita sama-sama nikmati saat ini.

Para pahlawan seperti Soekarno, Muhammad Hatta, Sutan Syahrir, dan lain-lain pasti kalian kenal, kan. Mereka lah dan banyak pahlawan lainnya yang berkontribusi dalam proses deklarasi kemerdekaan 17 Agustus 1945. Nah, hari ini kita merayakan hari kemerdekaan itu untuk yang ke-73 kalinya.

Sebatas itu mungkin kita masih hapal ya tentang Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945. Tapi mungkin juga ada fakta-fakta lain yang belum kalian tahu. Nah, gen XYZ Sukabumi, berikut ini lima fakta sejarah tentang kemerdekaan RI yang mungkin kamu belum tahu.

1. Bung Karno diintimidasi tentara Jepang saat hendak Proklamasi

Sesaat sebelum naskah Proklamasi dibacakan oleh Ir. Soekarno, Bung Karno hendak didatangi oleh 5 orang tentara Jepang. Kabarnya, para tentara Jepang itu menghampiri untuk melarang Bung Karno membacakan naskah Proklamasi. Untungnya, para pengawal Bung Karno kala itu segera menghadang dan tentara itu pun tak kuasa menolak saat diusir pergi.

Wah, kalau saja para pengawal Bung Karno tak menghadang para tentara Jepang itu, bisa jadi Proklamasi tak jadi dilakukan ya, Gaess.

BACA JUGA:

Film ini dibuat zaman Belanda, nomor 5 produsernya wartawan asal Sukabumi

Gaess, ini dia 5 orang Belanda yang punya kedekatan dengan sejarah Sukabumi

2. Naskah Proklamasi hilang

Proklamasi yang dibacakan Bung Karno ditulis tangan oleh Bung Karno dan diketik oleh Sayuti Melik. Ada kabar yang kurang mengenakkan terjadi pada naskah asli Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Kabarnya, naskah asli tersebut sempat hilang, sebelum akhirnya ditemukan di tong sampah oleh seorang wartawan bernama BM Diah (pendiri Koran Merdeka). Naskah tersebut kemudian disalin dan diserahkan ke Presiden Soeharto pada tahun 1992.

Wah, kurang hati-hati ya, Gaess. Padahal itu kan dokumen penting. Mungkin juga karena tersilap, bayangkan saja masa itu adalah masa perang, bukan masa damai.

3. Suara Bung Karno bukan suara asli

Setiap perayaan hari kemerdekaan tiba, kalian pasti mendengar suara naskah proklamasi kemerdekaan dibacakan oleh Bung Karno, di TV atau di radio. Nah, tahukah laian Gaess, ternyata itu bukan suara asli Bung Karno saat membacakan teks proklamasi pertama kali.

Rekaman pembacaan naskah proklamasi yang beredar saat ini adalah rekaman ulang suara Bung Karno di tahun 1951, yang kemudian dikirimkan ke perusahaan rekaman Lokananta pada tahun 1959. Hal tersebut dilakukan karena sebenarnya tidak ada dokumentasi resmi saat pembacaan teks proklamasi di tahun 1945.

BACA JUGA:

Tionghoa Sukabumi penerjemah Bung Karno, 5 hal mengenal Szetu Mei Sen

Di balik penaklukan tentara Inggris di Sukabumi, 5 fakta Letkol Eddie Soekardi

4. Naskah Proklamasi versi Sutan Sjahrir

Selama ini, kalian mengetahui naskah proklamasi dibuat oleh Soekarno-Hatta kan, ya? Ternyata nih ya Gaess, naskah proklamasi versi Soekarno-Hatta bukanlah yang pertama kali ada. Sebelumnya, tokoh pahlawan lainnya Sutan Sjahrir, juga pernah turut menuliskan naskah proklamasi untuk dibacakan Bung Karno.

Seperti yang dikutip oleh Rudolf Mazek dalam wawancara dengan Sutan Sjahrir, naskah versi Sutan Sjahrir berisi sekitar 300 kata. Isinya sama sekali tidak menyinggung penjajahan Belanda dan Jepang, melainkan tentang nasib para rakyat jelata saat itu.

5. Penobatan pahlawan nasional

Ini juga agak miris, Gaess, meskipun pernyataan kemerdekaan dikumandangkan pada tahun 1945, namun perlu waktu lama bagi para proklamator untuk dinobatkan sebagai pahlawan nasional.

Penyebabnya adalah gejolak dinamika politik yang berkembang , serta hal lainnya. Penobatan Bung Karno dan Bung Hatta sebagai pahlawan nasional baru terjadi pada tahun 2012 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Selain itu, gelar proklamator kemerdekaan baru dinobatkan pada tahun 1987, sekitar 42 tahun setelah kemerdekaan.

Semoga kita semakin banyak informasi perihal kemerdekaan Indonesia. (dari berbagai sumber)

  • 10
    Shares
Egi GP

Egi GP

Lahir di Sukabumi, 14 Mei 1978. Mantan Jurnalis Harian Merdeka, dan kini bekerja di PT Yudhistira Ghalia Indonesia sebagai editor. Ayah dua anak ini menamatkan pendidikannya di SMP Mardi Yuana Cicurug, SMA Negeri 3 Bogor, dan kuliah Jurusan English Literature di Universitas Negeri Jember, Jawa Timur. Untuk menyalurkan hobinya menulis, Egi menjadi kontributor di sukabumiXYZ.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *